Home / Hukrim

Rabu, 16 Juli 2025 - 17:25 WIB

Mengenal Perbedaan Pelanggaran HAM Biasa dan Pelanggaran HAM yang Berat

mm Redaksi

Ilustrasi gambar karikatur perbedaan pelanggaran HAM biasa dan berat. dok. Chat GPT AI

Ilustrasi gambar karikatur perbedaan pelanggaran HAM biasa dan berat. dok. Chat GPT AI

ACEH NOW – Hak Asasi Manusia (HAM) adalah hak yang melekat pada setiap manusia sejak lahir, tanpa memandang suku, agama, ras, gender, atau status sosial. Hak ini bersifat universal dan wajib dihormati oleh siapa pun. Namun, dalam kenyataan, pelanggaran terhadap HAM masih sering terjadi di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia.

Yang menarik, ternyata pelanggaran HAM tidak hanya satu macam. Secara umum, ada dua jenis pelanggaran HAM yang diakui secara hukum dan internasional: pelanggaran HAM biasa dan pelanggaran HAM yang berat. Apa bedanya? Mengapa yang satu disebut “biasa” dan yang lain dikategorikan sebagai “berat”? Yuk, kita pahami bersama perbedaannya!

Pelanggaran HAM Biasa: Hak yang Dilanggar, tapi Bukan Kejahatan Paling Serius

Jenis pelanggaran pertama disebut sebagai pelanggaran HAM biasa, atau dalam istilah internasional sering disebut human rights violation atau human rights abuse.

Baca Juga :  Polres Aceh Tenggara Tangkap Pengedar Narkoba di Warung Makan, Amankan 14 Paket Sabu

Pelanggaran HAM biasa terjadi ketika hak-hak dasar seseorang tidak dihormati atau dilanggar, baik oleh individu, kelompok, maupun negara. Misalnya, seseorang dianiaya tanpa proses hukum, hak buruh tidak dipenuhi oleh perusahaan, atau seseorang diintimidasi karena pandangan politiknya.

Kasus-kasus seperti ini jelas melanggar hak asasi, tetapi sifatnya tidak sampai pada level yang sangat besar, sistematis, atau mengancam keseluruhan kemanusiaan.

Biasanya, pelanggaran HAM biasa ditangani melalui mekanisme hukum nasional atau perdata. Negara bertanggung jawab untuk memulihkan hak korban, menghukum pelaku, dan mencegah terulangnya pelanggaran.

Baca Juga :  Dilimpahkan ke Kejari Jakpus, 9 Tersangka Korupsi Pertamina Segera Disidang

Pelanggaran HAM yang Berat: Kejahatan Paling Serius terhadap Kemanusiaan

Berbeda dengan pelanggaran HAM biasa, jenis kedua disebut sebagai pelanggaran HAM yang berat. Dalam istilah internasional, dikenal sebagai gross violation of human rights atau gross human rights violation.

Kata gross sendiri berarti “besar” atau “berat”. Istilah ini digunakan untuk menegaskan bahwa pelanggaran yang terjadi sudah masuk ke kategori kejahatan paling serius yang tidak hanya menyakiti individu, tetapi juga kemanusiaan secara luas.

Contoh nyata pelanggaran HAM berat antara lain:

  • Genosida, yaitu pembunuhan massal terhadap kelompok tertentu dengan maksud memusnahkan mereka.
  • Kejahatan terhadap kemanusiaan, seperti pembunuhan, penyiksaan, perbudakan, dan pengusiran secara besar-besaran.
  • Kejahatan perang, yang dilakukan selama konflik bersenjata dan melanggar hukum internasional.
Baca Juga :  Polres Bener Meriah Buru Pensiunan PNS Tersangka Korupsi Dana Tembakau Rp443 Juta

Pelanggaran HAM berat biasanya dilakukan secara sistematis, terencana, dan sering kali melibatkan negara atau aparat bersenjata. Karena sifatnya yang sangat serius, pelanggaran HAM berat tidak hanya diadili di pengadilan nasional, tetapi juga bisa disidangkan di pengadilan internasional, seperti Mahkamah Pidana Internasional (ICC).

Sehingga dengan memahami perbedaannya, kita bisa melihat bagaimana hukum bekerja untuk melindungi korban, menghukum pelaku, dan mencegah pelanggaran terulang kembali. Selain itu, kita juga bisa lebih peka terhadap kasus-kasus yang terjadi di sekitar kita, apakah hanya pelanggaran biasa atau sudah sampai pada level kejahatan berat.***

Editor: RedaksiReporter: Syaiful AB

Share :

Baca Juga

Hukrim

Lapas Kelas III Calang Berikan Remisi HUT ke-80 RI, Narapidana dan Pegawai Raih Penghargaan

Hukrim

Ketua DPD LSM Penjara Aceh Kecam Aksi Demo di Polda Aceh, Diduga Ditunggangi Kepentingan Bandar Narkoba

Hukrim

Ditreskrimum Polda Aceh Berhasil Ungkap 75 Kasus Judol Periode 1 Mei -10 Juni 2025

Hukrim

Satreskrim Polres Aceh Barat Tangkap Pelaku Pembunuhan Disertai Curanmor di Bengkulu

Hukrim

Operasi Sikat Seulawah 2025 Capai Target: 93 Tersangka Diamankan dari 59 Kasus
RJ

Hukrim

Gak Melulu Penjara! Begini Cara RJ Atasi Kasus Hukum dengan Damai

Hukrim

Tak Butuh Waktu Lama Polres Bener Meriah Tangkap Terduga Pelaku Pembunuhan Pasutri

Hukrim

Empat Tahanan Kabur dari Rutan Aceh Singkil, Polisi lakukan Pengejaran