Home / Hukrim

Kamis, 20 Agustus 2026 - 16:58 WIB

Praktisi Hukum Soroti Penangkapan Terkait Demo Banda Aceh, Polisi Diminta Segera Beri Tahu Keluarga

mm Redaksi

Praktisi hukum Muhammad Zubir saat mendatangi kepolisian. Foto: Dok. Istimewa

Praktisi hukum Muhammad Zubir saat mendatangi kepolisian. Foto: Dok. Istimewa

Banda Aceh — Praktisi hukum Muhammad Zubir meminta kepolisian segera memberitahukan keluarga atau pihak yang ditunjuk ketika melakukan penangkapan maupun penahanan terhadap warga yang terlibat dalam perkara kerusuhan demonstrasi di Banda Aceh pada 15 Agustus 2026.

Menurut Zubir, pemberitahuan tersebut merupakan bagian dari hak hukum tersangka yang harus dipenuhi aparat penegak hukum. Ia menilai keluarga perlu mengetahui keberadaan anggota keluarganya yang ditangkap agar proses hukum dapat dipantau sejak awal.

“Setiap melakukan penangkapan dan penahanan wajib memberitahukan keluarga tersangka. Minimal penyidik memberitahukan ketua RT/RW atau kepala desa setempat,” kata Zubir, Kamis (20/8/2026).

Baca Juga :  34.321 Konten Judi Daring Diblokir, Modus Baru Gunakan QRIS UMKM Terungkap

Pengacara publik sekaligus Managing Partner EMZED LAW FIRM tersebut merujuk ketentuan dalam UU Nomor 20 Tahun 2025 tentang KUHAP.

Ia menjelaskan, Pasal 95 ayat (3) mengatur tembusan surat perintah penangkapan diberikan kepada keluarga tersangka, orang yang ditunjuk tersangka, atau ketua RT/RW tempat tersangka tinggal paling lama satu hari sejak penangkapan.

Sementara terkait penahanan, Pasal 100 ayat (4) mengatur tembusan surat perintah penahanan atau penetapan hakim diberikan kepada keluarga atau wali tersangka/terdakwa maupun orang yang ditunjuk tersangka/terdakwa paling lama satu hari sejak penahanan.

Baca Juga :  Pengguna Sabu Aceh Utara Ditangkap, Resahkan Warga

Zubir menyampaikan hal tersebut setelah menangani salah satu tersangka dalam perkara kerusuhan demonstrasi 15 Agustus 2026. Ia menyebut pihaknya saat ini tengah melakukan pendampingan hukum terhadap tersangka tersebut.

“Hari ini sudah ada tersangka yang sedang kami tangani. Kami juga siap membantu masyarakat lainnya yang ditangkap dalam perkara ini,” ujarnya.

Ia menegaskan, pendampingan tersebut dilakukan untuk memastikan setiap tersangka mendapatkan hak-hak hukumnya selama menjalani proses penyidikan.

Baca Juga :  Sosok Pelaku Pembacokan Yang Tewaskan 5 Orang Sekeluarga di Aceh Tenggara, 1 Korban Masih Balita

Zubir juga meminta kepolisian terbuka mengenai keberadaan orang yang ditangkap. Menurutnya, pemberitahuan kepada keluarga atau lingkungan tempat tinggal penting agar tidak muncul ketidakjelasan mengenai status maupun keberadaan warga yang sedang menjalani proses hukum.

“Kami meminta penegak hukum yang berwenang, dalam hal ini aparat kepolisian, apabila melakukan penangkapan dan penahanan untuk memberitahukan kepada keluarga tersangka atau RT/RW setempat,” katanya.

“Dengan begitu, keberadaan tersangka diketahui oleh keluarga dan lingkungan,” lanjut Zubir.

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Hukrim

Kejati Jatim Minta Saksi Kasus Korupsi BSPS Sumenep Kooperatif, Terungkap Dugaan Pemotongan Bantuan
Santri Nekat Bakar Asrama

Hukrim

Terbakar Dendam! Santri Nekat Bakar Asrama Dayah di Aceh Besar

Daerah

Martini DPR Aceh Minta Polisi Tindak Tegas Pelaku Dugaan Kekerasan terhadap Anak di Aceh Timur

Hukrim

Amnesty Minta RI Desak Kamboja Investigasi Kasus Perbudakan WNI

Hukrim

Pembangunan Jalan Rabat Beton Desa Padang Serasan: Dana Desa Rp 211 Juta Lebih, Dugaan Penyalahgunaan Hingga Kini Belum Terjawab

Hukrim

Ditreskrimum Polda Aceh Berhasil Ungkap 75 Kasus Judol Periode 1 Mei -10 Juni 2025

Hukrim

Yudi Triadi Lantik Pejabat Baru Perkuat Kejati Aceh

Hukrim

Pemanggilan Wartawan oleh Polda Aceh Dikritik IWO, Sengketa Pers Diminta Ikuti Mekanisme UU Pers