Lhokseumawe – Ketegangan di Desa Pulo Meuria, Kecamatan Geurudong Pase, Aceh Utara, kembali memuncak akibat sengketa lahan antara warga dan PT Satya Agung. Aroma konflik yang dikhawatirkan berubah menjadi benturan terbuka membuat aparat kepolisian harus bergerak cepat. Kapolres Lhokseumawe AKBP Dr. Ahzan, SH, SIK, MH, MSM turun langsung ke lokasi, Sabtu (15/11/2025), untuk meredam situasi sebelum meluas.
Didampingi Ketua DPRK Aceh Utara, Arafat Ali, serta Panitia Khusus (Pansus) HGU dan Industri yang dipimpin Tajudin, S.Sos., Kapolres memimpin peninjauan di titik rawan. Langkah ini diambil guna memastikan tidak ada celah bagi kelompok mana pun yang bisa memicu gejolak sosial, mengingat tensi masyarakat sudah sangat sensitif.
Rombongan melakukan pemetaan ketat terhadap batas lahan yang dipersengketakan. Polisi dan tim terkait menelusuri area yang telah ditanami perusahaan, lahan yang digarap warga, hingga bagian yang belum tersentuh. Pemeriksaan detail ini menjadi fondasi penting untuk menetapkan langkah hukum dan penyelesaian yang berpotensi meredam silang klaim.
“Kami hadir untuk melihat langsung kondisi di lapangan agar tidak ada kesimpangsiuran. Dengan mengetahui mana lahan perusahaan, mana lahan warga, dan mana yang belum digarap, penyelesaian dapat diarahkan secara adil dan damai,” ujar Kapolres.
AKBP Ahzan menegaskan, dalam situasi yang berpotensi memicu gesekan horizontal, Polri tetap mengedepankan pendekatan humanis dan dialogis. Ia memastikan keamanan masyarakat menjadi prioritas di atas kepentingan apa pun.
“Harapan kami, masyarakat dapat hidup berdampingan secara harmonis dengan perusahaan. Kami memastikan tidak ada gejolak yang memecah belah warga, sehingga lingkungan tetap aman, nyaman, dan kondusif,” tegasnya.
Ketua DPRK Aceh Utara, Arafat Ali, menyatakan dukungannya terhadap verifikasi ulang batas lahan demi lahirnya keputusan yang tepat tanpa merugikan pihak mana pun. Ketua Pansus HGU dan Industri, Tajudin, S.Sos., menambahkan bahwa pihaknya terus melengkapi data dan dokumen untuk memperkuat proses penyelesaian secara komprehensif.
Kehadiran Kapolres bersama pejabat daerah disambut hangat oleh masyarakat yang telah lama dilanda kecemasan. Sulaiman, perwakilan Kelompok Tani Pulo Meuria, menyampaikan terima kasih dan menyebut langkah ini sebagai angin segar yang mampu menurunkan tensi ketegangan. Ia menilai aparat hadir sebagai penengah yang benar-benar menjaga kepentingan warga dan kestabilan desa.***
Editor: DahlanReporter: Syaiful AB













