Home / Parlementarial

Senin, 27 April 2026 - 08:55 WIB

Daniel Abdul Wahab: Banda Aceh Harus Tumbuh dengan Pembangunan yang Berkeadilan

mm Tiara Ayu Juneva

Wakil Ketua I DPRK Banda Aceh, Daniel Abdul Wahab. Foto: Dok. DPRK Banda Aceh

Wakil Ketua I DPRK Banda Aceh, Daniel Abdul Wahab. Foto: Dok. DPRK Banda Aceh

Banda Aceh – Kota Banda Aceh kini genap berusia 821 tahun. Usia panjang tersebut menempatkan Banda Aceh sebagai salah satu kota tertua di Nusantara yang telah melewati berbagai dinamika sejarah dan perkembangan zaman.

Dari masa ke masa, kota yang dahulu dikenal sebagai Kutaraja ini terus tumbuh dengan tetap menjaga semangat dan martabatnya sebagai ibu kota Provinsi Aceh.

Wakil Ketua I DPRK Banda Aceh, Daniel Abdul Wahab, menilai bahwa Banda Aceh terus menunjukkan kemajuan dalam berbagai sektor pembangunan, meski masih dihadapkan pada sejumlah tantangan ke depan, terutama terkait ekonomi rakyat dan keadilan pembangunan.

Baca Juga :  Hadi Surya Janji Perjuangkan Aspirasi Warga di Forum Pokir DPRA

Menurutnya, momentum HUT kota harus menjadi ajang evaluasi bersama terhadap capaian pembangunan yang telah dilakukan.

“HUT Banda Aceh harus jadi momen evaluasi, apa yang sudah berhasil kita lanjutkan, dan yang belum harus berani kita perbaiki demi rakyat,” ujarnya.

Ia menyebut, meski banyak kemajuan telah dicapai, tantangan pembangunan masih nyata dan perlu perhatian serius. Fokus ke depan adalah memastikan hasil pembangunan dapat dirasakan hingga ke tingkat gampong.

Terkait prioritas pembangunan, Daniel menegaskan pentingnya peningkatan pelayanan publik yang cepat, pertumbuhan ekonomi rakyat, serta pemerataan pendidikan.

Baca Juga :  Bangkit di Tengah Keterbatasan, Warga Lampriet Terima Becak Motor dari Ketua DPRK Banda Aceh

“Prioritas kami jelas: pelayanan publik yang cepat, ekonomi rakyat yang tumbuh, dan pendidikan yang berkualitas serta merata dengan pembangunan berkeadilan,” katanya.

Ia juga mengapresiasi kinerja Pemerintah Kota Banda Aceh, namun menegaskan bahwa fungsi pengawasan DPRK akan tetap diperkuat agar setiap kebijakan tepat sasaran dan berpihak kepada masyarakat.

“Tantangan terbesar bukan hanya membangun, tetapi memastikan keadilan agar semua warga merasakan manfaat pembangunan tanpa terkecuali,” tegasnya.

Dalam sektor ekonomi, ia menekankan pentingnya penguatan UMKM, pasar rakyat, dan pelaku usaha kecil sebagai penggerak utama ekonomi daerah.

“Ekonomi harus tumbuh dari bawah. UMKM dan pelaku usaha kecil harus jadi prioritas,” ujarnya.

Baca Juga :  Lonjakan Anjing Liar di Banda Aceh Ganggu Warga, Komisi III DPRK Minta Penertiban Segera

Daniel juga berpesan kepada generasi muda agar terus kreatif, mandiri, dan mengambil peran dalam pembangunan kota.

Terkait tata kelola anggaran, ia menegaskan bahwa transparansi merupakan kewajiban yang harus dijaga.

“Setiap rupiah anggaran harus jelas manfaatnya dan dapat dipertanggungjawabkan ke publik,” katanya.

Di akhir pernyataannya, Daniel mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan membangun Kota Banda Aceh.

“Kemajuan kota ini adalah tanggung jawab bersama. Banda Aceh adalah kota kita, mari kita jaga bersama,” pungkasnya.

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Parlementarial

Ramadhan Bersama Ketua DPRK Banda Aceh 2026, Irwansyah Hadirkan Influencer Inspiratif untuk Anak Muda

Parlementarial

DPRA Lakukan Sidak ke RSUDZA Temukan Banyak Kekurangan

Aceh Besar

Ketua DPRK Aceh Besar Tekankan APBD Harus Berdampak Nyata pada Ekonomi Masyarakat

Parlementarial

DPRA Soroti Pembangunan Jalan Jantho-Lamno Yang Belum Optimal

Parlementarial

Anggaran Hari Damai Aceh Rp2,39 Miliar Disorot, Lebihi Dana Rehabilitasi Korban Konflik

Parlementarial

DPRK Soroti Jalan T Nyak Arief hingga T Iskandar Berlubang, Minta PUPR Aceh Bertindak Cepat

Parlementarial

DPRA Gelar Paripurna Awal Tahun 2026, Tetapkan RKT dan Peraturan Kode Etik

Aceh Besar

Ketua DPRK Aceh Besar Hadiri Lepas Sambut Kajari dan Danlanud SIM di Meuligoe Bupati