Banda Aceh – Wakil Ketua DPRK Banda Aceh, Dr. Musriadi Aswad, M.Pd, mengajak para pelajar memanfaatkan masa muda dengan sebaik-baiknya melalui pendidikan, pembentukan karakter, pencapaian prestasi, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Pesan tersebut disampaikan Musriadi saat menjadi Pembina Upacara di hadapan para siswa dan guru. Dalam amanatnya, ia menekankan bahwa masa muda merupakan fase penting dalam kehidupan yang tidak akan terulang kembali.
Menurut Musriadi, lingkungan sekolah bukan hanya tempat untuk memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga menjadi ruang penting dalam membentuk kepribadian, kedisiplinan, tanggung jawab dan menentukan arah masa depan.
“Jangan sia-siakan hari ini. Waktu tidak pernah kembali. Gunakan masa muda untuk belajar, berjuang, berprestasi dan mempersiapkan masa depan,” pesan Musriadi.
Ia mengatakan setiap siswa memiliki kesempatan untuk berkembang dan meraih cita-cita, terlepas dari latar belakang keluarga maupun kondisi kehidupan masing-masing.
Musriadi secara khusus memotivasi siswa yang merasa dirinya masih biasa-biasa saja, berasal dari keluarga sederhana atau pernah mengalami kegagalan dalam belajar maupun meraih prestasi.
Menurutnya, kegagalan bukan alasan untuk berhenti melangkah. Pengalaman tersebut justru harus dijadikan bahan evaluasi dan motivasi untuk bangkit.
“Kalau hari ini belum berprestasi, tidak apa-apa. Kalau pernah gagal, tidak apa-apa. Yang tidak boleh adalah berhenti berusaha,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Musriadi juga mengingatkan para siswa mengenai besarnya peran orang tua dalam perjalanan pendidikan mereka.
Ia menyebutkan, di balik keberhasilan seorang anak terdapat doa, kerja keras dan pengorbanan orang tua yang sering kali tidak terlihat secara langsung.
Karena itu, para siswa diminta menghormati, menaati dan berusaha membahagiakan kedua orang tua melalui kesungguhan belajar, menjaga pergaulan dan menunjukkan akhlak yang baik.
“Jangan lupa, di balik keberhasilan kalian ada doa dan pengorbanan orang tua. Hargai mereka, hormati mereka dan buktikan dengan kesungguhan kalian dalam belajar,” katanya.
Musriadi menilai keberhasilan pelajar tidak semata-mata diukur dari nilai akademik, tetapi juga dari sikap dan karakter yang dibangun sejak bangku sekolah.
Menurutnya, kecerdasan tanpa akhlak dapat kehilangan arah. Oleh karena itu, pendidikan harus mampu membentuk generasi yang memiliki pengetahuan sekaligus nilai moral dan spiritual.
Kepada para guru, Musriadi menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan pengabdian dalam mendidik generasi muda.
Ia menilai tugas guru bukan hanya menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga membimbing siswa agar memiliki karakter, disiplin, tanggung jawab dan mental yang kuat.
Teguran, tugas, aturan dan kedisiplinan yang diterapkan guru, kata dia, merupakan bagian dari proses pendidikan yang akan membentuk siswa dalam menghadapi kehidupan di masa mendatang.
“Guru mungkin tidak pernah tahu, tetapi satu kalimat yang disampaikan hari ini bisa menjadi alasan seorang siswa bangkit dan mengubah kehidupannya di masa depan,” ujarnya.
Ia berharap para siswa tidak memandang teguran atau nasihat guru sebagai sesuatu yang semata-mata membatasi kebebasan. Sebaliknya, hal tersebut perlu dipahami sebagai bentuk perhatian dan bagian dari proses pembentukan karakter.
Musriadi juga mengingatkan pelajar agar tidak hanya mengejar kesuksesan pribadi, tetapi memiliki cita-cita untuk menjadi manusia yang memberikan manfaat bagi orang lain.
Ilmu yang diperoleh di sekolah, menurutnya, harus menjadi bekal untuk berkontribusi bagi keluarga, masyarakat, daerah, bangsa dan agama.
“Jadilah generasi yang cerdas tetapi rendah hati, berprestasi tetapi tidak sombong, memiliki cita-cita tinggi tetapi tetap dekat dengan Allah. Kejar ilmu, kejar prestasi, dan kejar ridha Allah,” katanya.
Ia turut mengajak siswa membangun kebiasaan positif sejak dini, seperti menghormati guru, menyayangi teman, mematuhi orang tua, rajin belajar, disiplin, jujur, menjaga pergaulan hingga tidak meninggalkan salat.
Menurutnya, kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten akan membentuk karakter dan menentukan kualitas seseorang di masa depan.
“Jangan tunggu menjadi orang besar untuk berbuat baik. Mulailah dari sekarang, dari hal-hal kecil, dari lingkungan sekolah dan keluarga,” ujarnya.
Di akhir amanatnya, Musriadi menyampaikan bahwa tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui sejauh mana masa depan seorang pelajar.
Siswa yang hari ini duduk mengikuti upacara, katanya, bisa saja kelak menjadi pemimpin, akademisi, pengusaha, profesional, birokrat, anggota legislatif atau tokoh yang memberikan perubahan besar bagi masyarakat.
“Suatu hari nanti, anak yang hari ini duduk diam di barisan upacara bisa menjadi orang besar yang mengubah dunia. Jangan pernah menyerah pada keadaan. Teruslah belajar, berjuang dan berdoa,” pungkasnya.
Musriadi berharap lembaga pendidikan di Kota Banda Aceh tidak hanya melahirkan siswa dengan nilai akademik tinggi, tetapi juga generasi yang beriman, berilmu, berakhlak, berkarakter dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Ia menegaskan, masa muda merupakan kesempatan berharga yang harus dimanfaatkan untuk melakukan berbagai kegiatan positif sebagai bekal menghadapi masa depan.
Editor: Dahlan










