Home / Pemerintah Aceh

Selasa, 10 Maret 2026 - 04:59 WIB

Yayasan AMANAH Jajaki Kolaborasi dengan Bank Indonesia Aceh untuk Perkuat UMKM dan Ekonomi Kreatif

mm Redaksi

Ketua Yayasan AMANAH Dr. Ir. Syaifullah Muhammad, ST, M.Eng bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh Agus Chusaini serta jajaran berfoto bersama usai audiensi membahas penguatan UMKM dan ekonomi kreatif Aceh di Gedung Bank Indonesia Banda Aceh, Senin (9/3/2026). Foto: Dok. Istimewa

Ketua Yayasan AMANAH Dr. Ir. Syaifullah Muhammad, ST, M.Eng bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh Agus Chusaini serta jajaran berfoto bersama usai audiensi membahas penguatan UMKM dan ekonomi kreatif Aceh di Gedung Bank Indonesia Banda Aceh, Senin (9/3/2026). Foto: Dok. Istimewa

Banda Aceh – Yayasan Aneuk Muda Aceh Unggul dan Hebat (AMANAH) memperkuat langkah kolaborasi dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif yang berbasis generasi muda dan UMKM. Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan audiensi antara Dr. Ir. Syaifullah Muhammad, ST, M.Eng. selaku Ketua Yayasan AMANAH dengan Agus Chusaini, selaku Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, di Gedung Bank Indonesia Banda Aceh, Senin (9/3/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Ketua Yayasan AMANAH didampingi oleh Dr. Safwan Nurdin selaku Direktur Badan Pekerja AMANAH beserta para Koordinator Bidang. Pertemuan membahas peluang sinergi dalam mengoptimalkan berbagai fasilitas dan program pemberdayaan ekonomi yang dimiliki AMANAH di Kawasan Industri Ladong.

Dr. Syaifullah Muhammad menjelaskan bahwa di kawasan Ladong telah berdiri fasilitas pengembangan ekonomi kreatif dengan nilai investasi sekitar Rp200 miliar yang diresmikan pada akhir tahun 2024. Fasilitas tersebut dibangun untuk menjadi pusat pemberdayaan generasi muda Aceh dalam bidang ekonomi kreatif, UMKM, pertanian, serta inovasi teknologi.

Baca Juga :  Sekda Aceh Kumpulkan NGO dan Relawan, Bahas Percepatan Pemulihan Pascabencana Hidrometeorologi

Untuk mengoptimalkan pengelolaannya, dilakukan restrukturisasi organisasi dengan membentuk Yayasan AMANAH sebagai lembaga pengelola. Dalam struktur baru tersebut, dewan pembina melibatkan 4 (empat) pimpinan perguruan tinggi di Aceh, yaitu Universitas Syiah Kuala, UIN Ar-Raniry, Universitas Teuku Umar, dan Universitas Malikussaleh, serta unsur dunia usaha. Sementara operasional kegiatan dijalankan oleh Badan Pekerja yang dipimpin oleh Dr. Syaqwan bersama tim sekitar 30 orang.

Kawasan AMANAH dilengkapi berbagai fasilitas strategis seperti laboratorium, ruang pelatihan, studio musik dan podcast, rumah kopi, rumah teknologi, rumah kemasan, greenhouse, aula besar, asrama, fasilitas olahraga, café edukasi kopi, serta ruang pameran UMKM. Selain itu, tersedia peralatan produksi bernilai tinggi seperti mesin roasting kopi, fasilitas pengolahan nilam, serta peralatan produksi dan pengemasan produk.

Baca Juga :  Wagub Aceh Sambut Kedatangan Gubernur Kaltim, Serahkan Bantuan Rp1,5 Miliar untuk Korban Banjir dan Longsor

Dalam diskusi juga dibahas sejumlah potensi kolaborasi dengan Bank Indonesia, terutama dalam pengembangan UMKM, inkubasi usaha, pelatihan kewirausahaan, serta penyelenggaraan event ekonomi kreatif. Fasilitas asrama yang dimiliki AMANAH juga dapat dimanfaatkan sebagai pusat pelatihan bagi pelaku UMKM dari berbagai daerah di Aceh.

Selain UMKM, sektor produk unggulan kopi dan nilam menjadi fokus pengembangan karena memiliki nilai ekonomi tinggi dan potensi ekspor yang besar. AMANAH telah memiliki fasilitas roasting kopi serta peralatan produksi minyak nilam dan produk turunannya seperti kosmetik dan skincare.

Pertemuan tersebut juga menjajaki peluang sinergi penguatan sektor pertanian dan ketahanan pangan melalui pemanfaatan greenhouse, budidaya hortikultura, program cabai, serta pengembangan budidaya ikan dengan sistem bioflok sebagai bagian dari upaya mendukung pengendalian inflasi daerah dan menjaga stabilitas harga pangan.

Baca Juga :  Muhammad MTA Resmi Jadi Jubir, Perkuat Komunikasi Aceh

Ketua Yayasan AMANAH menegaskan bahwa seluruh fasilitas yang ada di kawasan Ladong diharapkan menjadi pusat inovasi, inkubasi bisnis, serta pengembangan ekonomi kreatif generasi muda Aceh.

Sebagai langkah awal untuk menghidupkan kembali seluruh aktivitas tersebut, AMANAH juga merencanakan Re-launching AMANAH pada bulan April 2026 guna memperkenalkan kembali program dan membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan pemerintah, dunia usaha, dan komunitas kreatif.

Melalui kolaborasi ini, AMANAH dan Bank Indonesia Aceh diharapkan dapat bersinergi mendorong lahirnya wirausaha muda, memperkuat ketahanan UMKM naik kelas, serta mendorong pertumbuhan ekonomi Aceh yang lebih inovatif, inklusif, dan berkelanjutan.

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Kesehatan

Gubernur Aceh Ajukan Tambahan Anggaran ke Kemenkeu, Pemerintah Pusat Masih Pelajari Permohonan

Pemerintah Aceh

Pawai Budaya HUT ke-80 RI di Banda Aceh Meriah, Ribuan Pelajar Tampilkan Busana Nusantara

Pemerintah Aceh

Wagub Aceh Hadiri Pembukaan Apkasi Otonomi Expo 2025 di Tangerang

Pemerintah Aceh

Wagub Aceh Tegaskan Inspektorat Perkuat Pengawasan Daerah

News

Plt Sekda Aceh : Sinkronisasi RPJM Kabupaten, Provinsi dan Nasional Penting untuk Wujudkan Visi Misi Pemerintah 

Pemerintah Aceh

Bunda PAUD Aceh Sosialisasikan Pola Makan Sehat B2SA di Aceh Selatan

Pemerintah Aceh

DWP Aceh Gelar Semarak HUT RI ke-80 dengan Beragam Kegiatan Menarik

Pemerintah Aceh

Lintasan RoRo Jakarta–Malahayati Segera Beroperasi, Dorong Logistik dan Ekonomi Aceh