Home / Pemerintah Aceh / Pendidikan

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:53 WIB

Murthalamuddin Ajak Guru Menulis: “Bahasa Bisa Menggerakkan Bangsa”

mm Redaksi

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, menyampaikan sambutan sekaligus membuka Bimtek Penulisan dan Penerbitan Buku yang digelar MGMP Bahasa Indonesia SMA Kota Banda Aceh di Aula Disdik Aceh, Rabu (13/5/2026). Foto: Dok. Istimewa

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, menyampaikan sambutan sekaligus membuka Bimtek Penulisan dan Penerbitan Buku yang digelar MGMP Bahasa Indonesia SMA Kota Banda Aceh di Aula Disdik Aceh, Rabu (13/5/2026). Foto: Dok. Istimewa

Banda Aceh – Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, mengingatkan pentingnya kekuatan bahasa dan literasi dalam membangun peradaban bangsa. Pesan itu ia sampaikan saat membuka kegiatan Bimbingan Teknis Penulisan dan Penerbitan Buku bertema “Menulis Budaya, Mewariskan Identitas” yang digelar MGMP Bahasa Indonesia SMA Kota Banda Aceh di Aula Dinas Pendidikan Aceh, Rabu (13/5/2026).

Di hadapan puluhan guru Bahasa Indonesia, Murthalamuddin menyebut sejarah dunia menunjukkan bahwa perang, perdamaian, hingga lahirnya peradaban besar tidak pernah lepas dari kekuatan bahasa.

“Banyak kehebatan di dunia ini lahir dari bagaimana orang mengagitasi sesuatu dengan bahasa. Bagaimana bangsa bergerak, perang terjadi, hingga peradaban dibangun, semua tidak lepas dari fungsi bahasa,” ujar Murthalamuddin.

Baca Juga :  Monev TKD Pascabencana, Sekda Aceh Minta Anggaran Berdampak Langsung ke Masyarakat

Menurutnya, rendahnya kemampuan berpikir kritis generasi muda saat ini salah satunya dipengaruhi lemahnya budaya membaca dan menulis. Ia menilai literasi bukan sekadar kemampuan teknis, melainkan fondasi utama membangun cara berpikir masyarakat.

Murthalamuddin, yang mengaku berlatar pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, mengatakan kegiatan tersebut lahir dari keresahannya melihat minimnya tradisi menulis di kalangan intelektual dan pendidik.

“Hari ini berapa banyak profesor, ilmuwan, atau orang-orang pintar yang mau menulis dan menyebarkan pikirannya di ruang publik atau media sosial?” katanya.

Baca Juga :  Wagub Fadhlullah Ikuti Rakor Kepala Daerah se-Sumatera di Batam

Ia membandingkan kondisi sekarang dengan masa perjuangan kemerdekaan Indonesia yang dipenuhi tokoh-tokoh intelektual dengan budaya membaca dan menulis yang kuat.

Dalam pidatonya, Murthalamuddin juga menyinggung pentingnya Al-Qur’an sebagai dasar literasi. Ia menilai ayat pertama yang turun kepada Nabi Muhammad SAW, yakni perintah membaca, menjadi bukti bahwa Islam sangat menekankan tradisi ilmu pengetahuan.

“Al-Qur’an pertama kali memerintahkan kita membaca, bukan melihat atau mendengar. Membaca melahirkan banyak perspektif,” ujarnya.

Ia juga menyoroti kondisi perpustakaan sekolah yang masih didominasi buku pelajaran. Menurutnya, siswa perlu diperkenalkan dengan lebih banyak buku inspiratif, motivasi, dan karya sastra agar minat baca tumbuh secara alami.

Baca Juga :  Pemerintah Aceh Dorong Akuntabilitas Pengadaan Barang/Jasa melalui Pencatatan Non Tender

Karena itu, Murthalamuddin mendorong para guru mulai aktif menulis buku. Ia bahkan berencana memfasilitasi karya guru agar dapat diterbitkan dan masuk ke sekolah-sekolah sebagai bahan bacaan siswa mulai tahun 2027.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Bidang SMA dan PKLK Disdik Aceh, Syarwan Joni, Kepala Kantor PT Penerbit Erlangga Perwakilan Aceh, Safriadi Syamsudin, serta Ketua MGMP Bahasa Indonesia SMA Kota Banda Aceh, Fatimah.

Bimtek itu menghadirkan pemateri Wibdeari Hapsari selaku Chief Editor Buku Anak dan Umum serta Yarmen Dinamika, Tenaga Ahli Disdik Aceh Bidang Peningkatan Kompetensi Literasi.[]

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Pemerintah Aceh

Ombudsman Aceh Tindaklanjuti Dugaan Pungutan Sertifikasi Guru, Gunakan Mekanisme RCO

Pemerintah Aceh

Wali Nanggroe Aceh Ajak Semua Pihak Dukung BNN Berantas Narkoba

Pemerintah Aceh

SAPA Soroti Penanganan Kasus Korupsi di Aceh, Minta KPK Bertindak Tegas
Wagub Aceh

Pemerintah Aceh

Wagub Aceh Ikuti Rakornas TPAKD 2025, Perkuat UMKM Daerah

Pendidikan

Lima Wisudawan UIN Cirebon Raih Beasiswa S2, Dies Natalis ke-60 Jadi Momen Istimewa

Nasional

Pemerintah Aceh Lakukan Pertemuan Tindak Lanjut dengan Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah RI

Pendidikan

Kejati Aceh Edukasi Siswa SMAN 2 Banda Aceh Tentang Hukum, UU ITE, Judi Online, dan Narkotika Melalui Program Jaksa Masuk Sekolah

Pendidikan

Santri Pesantren Nihadlul Qulub Zikir di Atas Awan, Taklukkan Puncak Tertinggi Gunung Slamet