Home / Ekbis / Pemerintah Aceh

Kamis, 4 Juni 2026 - 08:37 WIB

Cadangan Gas Raksasa Andaman Berpotensi Dongkrak Ekonomi Aceh, Usman Lamreung Soroti Keterlibatan Daerah

mm Redaksi

Pengamat kebijakan publik Aceh, Dr. Usman Lamreung. Foto: Dok. Istimewa

Pengamat kebijakan publik Aceh, Dr. Usman Lamreung. Foto: Dok. Istimewa

Banda Aceh – Penemuan cadangan gas raksasa di Blok Andaman dinilai menjadi momentum penting bagi kebangkitan ekonomi Aceh. Namun, pemerintah pusat dan seluruh pemangku kepentingan diingatkan agar tidak mengulangi pengalaman masa lalu yang membuat masyarakat Aceh hanya menjadi penonton di tengah melimpahnya sumber daya alam yang dimiliki daerah tersebut.

Direktur Emirates Development Research (EDR), Dr. Usman Lamreung, mengatakan proyek pembangunan pipa transmisi gas Dumai–Sei Mangkei yang akan menghubungkan pasokan gas dari Aceh ke berbagai wilayah di Sumatera hingga Jawa merupakan bagian dari strategi energi nasional. Namun demikian, menurutnya, manfaat terbesar dari penemuan cadangan gas tersebut harus terlebih dahulu dirasakan oleh masyarakat Aceh.

Baca Juga :  Cabai Rawit Turun ke Rp51 Ribu, Ikan Kembung Tembus Rp42 Ribu per Kg

“Penemuan gas Andaman seharusnya menjadi kabar besar yang membawa harapan baru bagi rakyat Aceh. Jangan sampai kita kembali mengulangi sejarah, di mana sumber daya alam diambil dari Aceh tetapi manfaat ekonominya lebih banyak dinikmati daerah lain,” ujar Usman, Kamis (4/6/2026).

Ia menilai, pemerintah perlu memastikan keterlibatan aktif masyarakat lokal dalam seluruh rantai industri migas, mulai dari tenaga kerja, pengembangan usaha pendukung, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Dengan demikian, keberadaan proyek strategis nasional tersebut dapat memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Menurut Usman, pengalaman pengelolaan migas di masa lalu harus menjadi pelajaran penting. Aceh pernah menjadi salah satu daerah penghasil gas terbesar melalui ladang Arun, namun manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat dinilai belum sebanding dengan besarnya kekayaan alam yang dieksploitasi.

Baca Juga :  Investasi Aceh Barat 2025 Tembus Rp764,79 Miliar, Layanan Perizinan 100% Online

Karena itu, ia mendorong Pemerintah Aceh, Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA), pemerintah kabupaten/kota, perguruan tinggi, dan pelaku usaha lokal untuk segera menyusun strategi bersama dalam menyambut era produksi gas Andaman yang diperkirakan dimulai sekitar tahun 2028.

“Jangan sampai ketika produksi dimulai nanti, masyarakat Aceh hanya menjadi penonton di tanahnya sendiri. Harus ada keberpihakan nyata kepada daerah dan masyarakat lokal, baik dalam aspek investasi, lapangan kerja, maupun pengembangan industri turunannya,” tegasnya.

Usman juga menekankan pentingnya pembangunan industri hilirisasi di Aceh agar nilai tambah ekonomi tidak seluruhnya keluar dari daerah. Menurutnya, keberadaan cadangan gas besar di Blok Andaman harus menjadi peluang untuk membangun pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mampu menciptakan lapangan kerja dan memperkuat pendapatan daerah.

Baca Juga :  Mualem Dorong Kejelasan Skema Rehabilitasi Pascabencana dalam Rakor Nasional di Kemendagri

Ia berharap pemerintah pusat dapat menjadikan Aceh sebagai bagian utama dari agenda pengembangan industri energi nasional, bukan sekadar daerah penghasil bahan baku. Dengan demikian, penemuan gas Andaman benar-benar menjadi titik balik bagi pembangunan ekonomi Aceh yang lebih berkeadilan dan berkelanjutan.

“Sudah saatnya Aceh memperoleh manfaat yang lebih besar dari kekayaan alamnya sendiri. Momentum ini tidak boleh terlewatkan,” pungkasnya.

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Pemerintah Aceh

Gubernur Aceh Minta Dukungan Menkop untuk Perkuat Koperasi

Ekbis

Banjir Bandang Terparah di Aceh Lumpuhkan Ekonomi, Ampon Man Desak Pemerintah Perbanyak Program Padat Karya
Kepala BPKP Aceh

Pemerintah Aceh

Mualem Lantik Kepala BPKP Aceh, Bahas Dana Pengerukan Kuala

Pemerintah Aceh

Pemerintah Aceh Apresiasi Laporan DPRA Terkait Ranqan RPJMA 2025–2029

Pemerintah Aceh

Polemik Huntara di Bireuen Selesai, Wagub Aceh: Warga Sepakat Pilih Hunian Tetap

Daerah

Ketua LPPOM MPU Aceh Serahkan Sertifikat Halal kepada 17 Pelaku Usaha Tenant Kantin RSUDZA

Ekbis

Bank Aceh Syariah dan PT Taspen (Persero) Perkuat Sinergi Layanan Pembayaran Pensiun

Pemerintah Aceh

Kak Na Dampingi Seruni KMP Resmikan Kembali Beroperasinya SDN 1 Sungai Liput pasca Renovasi