Home / Nasional

Senin, 27 Oktober 2025 - 21:48 WIB

Santri Film Festival 2025, Dakwah dan Kreatif Pesantren

mm Redaksi

Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafii (kiri) dan Tenaga Ahli Menteri Kebudayaan Neno Warisman (kanan). dok. Kemenag RI

Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafii (kiri) dan Tenaga Ahli Menteri Kebudayaan Neno Warisman (kanan). dok. Kemenag RI

Jakarta – Wakil Menteri Agama, Muhammad Syafii, mendukung penyelenggaraan Santri Film Festival (Sanffest) 2025 sebagai sarana dakwah kultural sekaligus penguatan ekonomi kreatif di lingkungan pesantren. Pernyataan ini disampaikan saat menerima audiensi Tenaga Ahli Menteri Kebudayaan, Neno Warisman, beserta tim di Jakarta, Senin (27/10/2025).

“Pesantren itu tidak hanya tempat pendidikan dan dakwah, tapi juga punya fungsi pemudayaan masyarakat,” ujar Wamenag Muhammad Syafii.

Romo Syafii menambahkan, festival ini memberi kesempatan bagi santri yang memiliki minat dan bakat di bidang digital dan sinema. “Film yang dibuat tidak hanya sebagai hiburan dan informasi, tapi juga mengandung nilai-nilai ketauhidan,” jelasnya.

Baca Juga :  Pemerintah Aceh Bahas Percepatan Pembangunan bersama Menko Infrastruktur & Pembangunan Kewilayahan dan Menteri Transmigrasi

Dalam pertemuan tersebut, hadir pula Staf Khusus Menag Nona Gayatri Nasution, serta Tenaga Ahli Wamenag Junisab Akbar dan Jaka Setiawan.

Menurut Wamenag, Sanffest menjadi sarana strategis bagi santri untuk mengembangkan potensi kreatif sekaligus menanamkan nilai keislaman melalui karya sinema. “Film bisa menjadi medium dakwah yang halus dan modern. Kalau dikelola baik, ia bukan hanya alat dakwah, tapi juga sumber ekonomi kreatif pesantren,” imbuhnya.

Sanffest 2025 memiliki tiga fokus utama: dakwah kultural, literasi sinema, dan ekosistem kreatif pesantren. Kegiatan meliputi pelatihan film, workshop nasional, kompetisi film pendek, dan malam penganugerahan yang dijadwalkan pada Desember 2025.

Baca Juga :  Wamenag: Fahmi Ummi Mitra Strategis Perkuat UMKM Aceh

Festival ini menargetkan 42.000 pesantren melalui jaringan Direktorat Jenderal Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag, dengan partisipasi 1.800 santri aktif dari seluruh provinsi. Sebanyak 120 film pendek tematik akan diproduksi dengan tema Islam, budaya, dan sosial.

Rangkaian kegiatan juga akan menghadirkan Balai Akademi Sanffest, sebagai wadah pelatihan dan inkubasi santri kreatif.

“Saya apresiasi langkah Kementerian Kebudayaan yang menggagas Sanffest. Kalau ini berhasil, insya Allah bisa jadi kalender tahunan agar anak-anak kita punya kreativitas. Ke depan, mereka bisa berdaya di bidang digital dan sinema,” pungkas Wamenag Muhammad Syafii.

Baca Juga :  Thobib Al-Asyhar Resmi Jabat Kepala Biro Humas Kemenag, Gantikan Akhmad Fauzin

Sementara itu, Tenaga Ahli Menteri Kebudayaan, Neno Warisman, menambahkan bahwa festival ini tidak hanya menampilkan film, tapi juga fokus pada pengembangan kapasitas santri di bidang perfilman dan digital. “Kita ingin melangkah untuk membuat edukasi dalam hal perfilman dan digital profesional. Mudah-mudahan semua dimudahkan oleh Allah SWT,” ujarnya.

Festival dan workshop Sanffest dijadwalkan berlangsung pada 1, 2, 8, dan 9 November 2025, sebagai langkah awal membina kreativitas santri di seluruh Indonesia.***

Editor: RedaksiReporter: Redaksi

Share :

Baca Juga

Nasional

KTT BRICS di Brazil: Prabowo Tekankan Peran RI dalam Global South

Nasional

Menag Ajak Umat Seimbangkan Ilmu dan Akhlak Rasulullah

Nasional

34 Masjid Terima Stimulus Rp5,1 Miliar untuk Pemberdayaan

Nasional

Menag Prihatin Pembubaran Ibadah Umat Kristen di Padang

Nasional

Kemenag Luncurkan EWS Si-Rukun, Sistem Deteksi Dini Konflik Sosial

Nasional

Kementerian Kehutanan Tegaskan Komitmen Lindungi Kawasan Hutan Raja Ampat
Menag

Nasional

Menag Dorong Peran Melayu-Islam di Geopolitik Global

Nasional

Tunjangan Guru Non PNS Naik Jadi Rp2 Juta, Menag Nasaruddin Umar: Profesi Guru Adalah Pelayan Bangsa