Taerang Selatan – Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak umat Islam meneladani Rasulullah SAW secara utuh dengan menyatukan ilmu pengetahuan dan akhlak. Pesan tersebut disampaikan dalam sambutannya pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bertema “Keteladanan Rasulullah dan Peran Ulama dalam Menjaga Akhlak dan Ilmu” di Pusat Studi Al-Qur’an (PSQ), Tangerang Selatan, Sabtu (1/11/2025).
Acara tersebut dihadiri Pendiri PSQ yang juga pakar tafsir Al-Qur’an Indonesia Prof Dr. M. Quraish Shihab, M.A, KH. Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha’), Dr. Muhammad Zainul Majdi (Tuan Guru Bajang), Dr (HC) Lukman Hakim Saifuddin (Menteri Agama 2014–2019), Dr. Syahrullah Iskandar, M.A, Najwa Shihab, serta jajaran ulama dari PSQ.
Dalam sambutannya, Menteri Agama menegaskan pentingnya keseimbangan antara iqra dan bismirobbik dari surat Al-‘Alaq sebagai surat pertama yang diturunkan kepada Rasulullah SAW, yakni antara ilmu pengetahuan dan spiritualitas.
“Iqra’ tanpa bismirobbik akan melahirkan monster, sedangkan bismirobbik tanpa iqra’ akan melahirkan orang lumpuh,” ujar Menteri Agama.
Menag menjelaskan, sejarah menunjukkan hubungan erat antara agama dan ilmu pengetahuan. Peradaban besar Islam seperti Baitul Hikmah di Baghdad menjadi bukti bahwa kejayaan umat lahir dari perpaduan antara rasionalitas dan nilai-nilai iman.
“Rasulullah SAW mengajarkan keseimbangan antara konsentrasi intelektual dan kontemplasi spiritual. Keduanya harus berjalan beriringan,” tambahnya.
Menurut Menag, ayat pertama yang turun, “Iqra’ bismi rabbika,” menjadi dasar kemajuan peradaban Islam karena mengandung perintah untuk membaca, meneliti, dan mengaitkan pengetahuan dengan nilai ketuhanan. Ia juga menekankan peran ulama dan lembaga keislaman seperti PSQ dalam menjaga akhlak serta mengembangkan ilmu yang berlandaskan nilai Al-Qur’an.
Acara Maulid Nabi di PSQ berlangsung khidmat dan penuh sukacita. Para tokoh yang hadir, termasuk Prof. Quraish Shihab dan Gus Baha’, turut memberikan pandangan tentang pentingnya meneladani Rasulullah dalam menjaga keseimbangan antara ilmu, akhlak, dan kemanusiaan.***
Editor: RedaksiReporter: Redaksi












