Home / Nasional

Senin, 29 September 2025 - 16:34 WIB

Kemenag Luncurkan EWS Si-Rukun, Sistem Deteksi Dini Konflik Sosial

mm Redaksi

Menteri Agama Nasaruddin Umar membuka acara peluncuran Early Warning System (EWS) Si-Rukun. dok. Kemenag RI

Menteri Agama Nasaruddin Umar membuka acara peluncuran Early Warning System (EWS) Si-Rukun. dok. Kemenag RI

Jakarta – Kementerian Agama resmi meluncurkan Early Warning System (EWS) Si-Rukun atau Sistem Deteksi Dini Indonesia Rukun pada Senin (29/9/2025). Aplikasi berbasis website ini dapat diakses melalui https://pkubpusat.kemenag.go.id/ews/login.

Sistem ini dirancang untuk mencegah dan mengatasi Konflik Sosial Berdimensi Keagamaan (KSBK). Warga dapat melaporkan potensi konflik yang terjadi di wilayahnya melalui platform ini.

Menteri Agama Nasaruddin Umar menekankan pentingnya EWS Si-Rukun sebagai instrumen vital bagi bangsa, setara dengan alat deteksi dini tsunami. Menurutnya, sistem ini menuntut respons cepat dan profesional dari seluruh jajaran Kemenag.

Baca Juga :  Scooter Braun Akhiri Perjalanan Sebagai CEO HYBE America, Ini Penggantinya

“Ada tiga hal yang perlu dideteksi. Pertama fenomena gejala munculnya potensi konflik. Kedua, ketika konflik muncul. Ketiga, konflik itu sendiri,” ujar Menag. Ia menambahkan, “Kita harus memiliki tiga kuasa karena potensi konflik bisa terjadi sangat cepat, seperti kedatangan tsunami.”

Menag juga meminta seluruh pejabat terkait untuk siaga 24 jam agar respons terhadap konflik dapat berjalan cepat. Selain itu, deteksi konflik tidak hanya terbatas pada isu agama, tetapi juga konflik pribadi, etnik, atau potensi konflik lainnya.

Baca Juga :  Kasasi Harvey Moeis Ditolak MA, Tetap Dihukum 20 Tahun Penjara

Sekretaris Jenderal Kemenag Kamaruddin Amin menjelaskan EWS Si-Rukun menghimpun data dari penyuluh, penghulu, dan rekan-rekan Kemenag di seluruh Indonesia. Sistem ini dibangun berdasarkan penelitian potensi dan modal masyarakat, termasuk jumlah rumah ibadah, penyuluh, dan potensi konflik di suatu daerah. Tidak kurang dari 500 penyuluh telah dilatih khusus untuk deteksi konflik, terutama di wilayah rawan.

EWS Si-Rukun menghasilkan output terstruktur, seperti Skor Potensi Konflik, Tingkat Respon, Pemetaan Daerah, Rekomendasi, Frekuensi Kasus, dan Laporan. Sistem ini juga dilengkapi mekanisme eskalasi untuk memberikan peringatan dini jika konflik berpotensi membesar.

Baca Juga :  Reaksi Relawan Kala PSI Gelar Karpet Merah untuk Jokowi

Kemenag juga menyiapkan strategi agar sistem tetap relevan, meliputi dukungan regulasi, grand design dan pedoman penggunaan, sosialisasi serta bimbingan teknis, hingga pengembangan aplikasi secara berkelanjutan bersama Pusat Data dan Informasi Kemenag.

Peluncuran EWS Si-Rukun dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi Kemenag, termasuk para Dirjen Bimas, Kepala BMBPSDM, dan Kepala PKUB. Sistem ini diharapkan menjadi langkah awal efektif dalam menjaga kerukunan dan mencegah konflik sosial di Indonesia.***

Editor: RedaksiReporter: Redaksi

Share :

Baca Juga

Nasional

Kemenag Umumkan 4.155 Calon PPPK Paruh Waktu 2024, Unggah Berkas Mulai 17 September

Nasional

Menteri Agama Tutup Program Pembibitan Calon Dai Muda 2025, Tekankan Dakwah Moderat dan Ekonomi Umat
Menag

Nasional

Menag Tekankan Kecerdasan Kontemplasi untuk Santri

Nasional

Sertifikasi Tanah Wakaf Naik 80 Persen di Triwulan III 2025

Nasional

Menhan Sjafrie Gelar Pertemuan Akrab dengan Pemred, Bahas Stabilitas Nasional

Nasional

Kemendagri Dorong ASN Berinovasi tanpa Takut Kesalahan Administratif

Nasional

Bertemu Menteri Ekraf, Mualem Minta Perhatian Khusus

Nasional

Kemenag dan Bimas Islam Teken MoU Audit Syariah untuk Perkuat Pengawasan Zakat