Home / Aceh Besar / Pemerintah / Pendidikan

Rabu, 11 Maret 2026 - 10:06 WIB

Perkuat Pendidikan Agama, Pemkab Aceh Besar Terapkan Program Beut Kitab Bak Sikula untuk 29 Ribu Siswa

mm Tiara Ayu Juneva

Bupati Aceh Besar, H Muharram Idris menerima Dokumen Hasil Seleksi Pengajar Progaram Beut Sikolah dari Tgk Munawar di Halaman Dekranasda, Gampong Gani, Kecmatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Selasa (10/03/2026). Foto: Dok. MC Aceh Besar

Bupati Aceh Besar, H Muharram Idris menerima Dokumen Hasil Seleksi Pengajar Progaram Beut Sikolah dari Tgk Munawar di Halaman Dekranasda, Gampong Gani, Kecmatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Selasa (10/03/2026). Foto: Dok. MC Aceh Besar

Kota Jantho — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Besar resmi mengimplementasikan Program Beut Kitab Bak Sikula (BKBS) di seluruh Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Aceh Besar. Program tersebut diluncurkan dalam sebuah kegiatan di Gedung Dekranasda Aceh Besar, Selasa (10/3/2026).

Program BKBS merupakan bagian dari visi dan misi Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris atau yang akrab disapa Syech Muharram bersama Wakil Bupati Drs. H. Syukri A. Jalil dalam memperkuat pendidikan agama serta membentuk karakter generasi muda di daerah tersebut.

Dalam sambutannya, Bupati Aceh Besar Syech Muharram menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya program yang dinilai menjadi langkah penting dalam sejarah pendidikan di Aceh Besar.

“Alhamdulillah hari ini kita melaksanakan launching program Beut Kitab Bak Sikula. Ini bisa menjadi hari bersejarah bagi Aceh Besar, karena sebelumnya belum pernah ada program beut kitab di sekolah,” ujar Syech Muharram.

Ia menjelaskan, selama ini banyak sekolah yang mengirimkan siswa untuk memperdalam ilmu agama di pesantren atau dayah. Melalui program BKBS, pemerintah daerah menghadirkan konsep berbeda dengan mendatangkan guru dari dayah langsung ke sekolah.

“Kalau dulu sekolah masuk ke pesantren, hari ini kita ingin pesantren masuk ke sekolah. Guru-guru dari dayah akan langsung mengajar di sekolah dan membimbing anak-anak kita,” katanya.

Baca Juga :  Bupati Aceh Utara Tinjau Lokasi Pembangunan SMA Unggul Garuda di Meunye

Menurutnya, program tersebut juga menjadi solusi untuk menjangkau sejumlah sekolah yang selama ini belum tersentuh penguatan pendidikan agama secara maksimal.

Syech Muharram turut menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah mendukung pelaksanaan program tersebut, di antaranya Forum Ulama Aceh Besar, para cendekiawan, tokoh masyarakat, serta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) yang terlibat.

Ia menjelaskan, sebelum diterapkan secara menyeluruh, program BKBS telah melalui tahap percontohan di sejumlah sekolah di Aceh Besar.

“Pada tahap awal kita lakukan percontohan di 46 sekolah, terdiri dari 23 SD dan 23 SMP. Hari ini Alhamdulillah program ini sudah diterapkan di seluruh SD dan SMP di Aceh Besar, baik negeri maupun swasta,” ungkapnya.

Secara keseluruhan, program tersebut akan menjangkau sekitar 29.280 siswa dengan kebutuhan 457 guru pengajar yang berasal dari berbagai dayah di Aceh Besar.

Selain itu, Pemkab Aceh Besar juga berencana memperluas program tersebut ke sekolah yang berada di bawah kewenangan Kementerian Agama, seperti Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN), Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN), serta madrasah lainnya.

Menurut Syech Muharram, pemerintah daerah akan berkoordinasi dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama untuk membahas kemungkinan penerapan program serupa di madrasah.

Baca Juga :  Polsek Wih Pesam Gelar Polisi Negehi Sekulah di SMKN 4 Bener Meriah

“Kita akan duduk bersama dengan Kanwil Kementerian Agama untuk mencari solusi agar anak-anak Aceh Besar yang belajar di madrasah juga bisa mendapatkan pengajian kitab,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa penguatan pendidikan agama sangat penting dalam membentuk generasi muda yang beradab dan berakhlak mulia.

“Kalau anak-anak kita tidak memiliki dasar ilmu agama, ini bisa menjadi persoalan ke depan. Kehidupan ini bukan hanya soal ilmu, tetapi juga adab. Dengan ilmu agama, insyaAllah akan lahir generasi yang santun dan berakhlak,” katanya.

Bupati Aceh Besar juga berharap program BKBS dapat berjalan secara berkelanjutan dan terus dilanjutkan oleh pemimpin Aceh Besar di masa mendatang.

“Kita berharap program ini dapat berjalan hingga lima tahun ke depan dan seterusnya demi masa depan generasi Aceh Besar,” ujarnya.

Sementara itu, Tim Panitia Seleksi Guru BKBS, Tgk Munawar, dalam laporannya menyampaikan bahwa program Beut Kitab Bak Sikula telah dimulai sejak tahun 2025 melalui beberapa tahapan pelaksanaan.

Tahap pertama berupa soft launching yang dilaksanakan pada 24 Juli 2025 di SMP Negeri 1 Darul Imarah.

Selanjutnya pada tahap persiapan dan percontohan tahun 2025, program tersebut diterapkan di 46 sekolah dengan dukungan 124 guru dari dayah di Aceh Besar.

Baca Juga :  Kunjungi Sekolah Darurat Tanoh Jamboe Aye, Bunda Guru Aceh Beri Motivasi Siswa Terdampak Bencana

“Pada tahap implementasi penuh tahun 2026, pemerintah daerah merekrut tambahan 333 guru melalui seleksi yang dilaksanakan pada 12 hingga 14 Februari 2026. Dengan demikian total kebutuhan guru untuk program BKBS mencapai 457 orang,” jelasnya.

Para guru yang dinyatakan lulus seleksi akan mengikuti bimbingan teknis (bimtek) pada April 2026 untuk menyesuaikan metode pengajaran antara sistem pendidikan dayah dan sekolah formal.

Setelah mengikuti bimtek, para guru tersebut akan ditempatkan di sekolah-sekolah dan mulai mengajar pada tahun ajaran baru 2026/2027.

Selain itu, pemerintah daerah juga akan melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan program percontohan tahun 2025 yang direncanakan pada akhir tahun 2026 untuk melihat sejauh mana capaian program tersebut.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap kemampuan siswa dalam membaca kitab, Pemkab Aceh Besar juga berencana menggelar perlombaan baca kitab bagi para siswa yang mengikuti program BKBS.

Dengan dukungan berbagai pihak, termasuk Forum Ulama Aceh Besar, Majelis Pendidikan Daerah (MPD), serta seluruh satuan pendidikan, pemerintah berharap program Beut Kitab Bak Sikula dapat berjalan optimal dan memberikan dampak positif bagi pembentukan karakter serta peningkatan kualitas pendidikan generasi muda di Kabupaten Aceh Besar.

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Aceh Besar

Lapak PKL di Bahu Jalan Ditertibkan, Satpol PP Aceh Besar Ciptakan Pasar Tertib

Daerah

SMP Islam Cendekia Darussalam: MPLS 2025/2026 Padukan Al-Qur’an dan Teknologi

Daerah

Wamendiktisaintek Prof Stella Christie Minta Politeknik Aceh Terus Perkuat Penelitian

Aceh Barat

Pemkab Aceh Barat Gelar Majelis Taklim Perdana 2026, Wajib bagi ASN dan Terbuka untuk Umum

Aceh Besar

Pemkab Aceh Besar Dorong Penyelesaian Lahan Lampuuk Secara Adil

Aceh Besar

FGD MES Aceh Besar Rumuskan Topik Seminar Ekonomi Syariah, Wabup Tekankan Sinergi Intelektual
Menag

Pendidikan

Menag Dorong Hafiz Al-Qur’an Dapat Prioritas Beasiswa

Aceh Barat

Didampingi Bupati Tarmizi, Sekda Aceh Cek Progres RS Regional Meulaboh