Home / Pemerintah

Jumat, 26 September 2025 - 21:09 WIB

Pemerintah Aceh Teken PKS PAUD HI dan Komitmen Wajib Belajar 13 Tahun

mm Syaiful AB

Bunda PAUD Aceh, Marlina Muzakir, menghadiri prosesi penandatanganan komitmen Pemerintah Aceh bersama Bunda PAUD terkait implementasi program wajib belajar 13 tahun, termasuk 1 tahun pra-sekolah. Kegiatan yang bertujuan untuk mewujudkan layanan PAUD bermutu bagi semua anak ini berlangsung di Meuligoe Gubernur Aceh, Jumat (26/9/2025). dok. Ist

Bunda PAUD Aceh, Marlina Muzakir, menghadiri prosesi penandatanganan komitmen Pemerintah Aceh bersama Bunda PAUD terkait implementasi program wajib belajar 13 tahun, termasuk 1 tahun pra-sekolah. Kegiatan yang bertujuan untuk mewujudkan layanan PAUD bermutu bagi semua anak ini berlangsung di Meuligoe Gubernur Aceh, Jumat (26/9/2025). dok. Ist

Banda Aceh – Pemerintah Aceh menegaskan komitmennya dalam memperkuat sistem pendidikan dengan melaksanakan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Layanan Esensial untuk Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD HI) serta Komitmen Wajib Belajar 13 Tahun. Acara berlangsung di Restoran Pendopo Gubernur Aceh, Jumat (26/9/2025).

Penandatanganan ini menjadi langkah strategis Pemerintah Aceh bersama Bunda PAUD Aceh dalam memastikan layanan PAUD bermutu dan pemerataan pendidikan, termasuk satu tahun prasekolah, sebagai bagian dari wajib belajar 13 tahun.

Baca Juga :  Ketua DPRA Zulfadhli Bacakan Teks Proklamasi di HUT RI ke-80 di Banda Aceh

Dalam sambutan Gubernur Aceh yang dibacakan Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir, S.IP., MPA, ditegaskan bahwa program wajib belajar 13 tahun tidak sekadar seremonial. Menurutnya, pendidikan adalah investasi penting yang mampu membawa perubahan besar bagi masa depan generasi muda Aceh.

“Kita meyakini bahwa pendidikan adalah investasi yang paling berharga. Melalui pendidikan, generasi Aceh dapat keluar dari lingkaran kemiskinan,” ujar M. Nasir.

Baca Juga :  Bupati Syech Muharram Minta Konten Kreator Promosikan Produk Industri Rumahan Aceh Besar

Ia juga menekankan bahwa kebijakan ini merupakan instrumen penting dalam menyiapkan Generasi Emas 2045. Untuk itu, ia mengajak seluruh pemerintah kabupaten/kota agar memperkuat sinergi lintas sektor dalam menjadikan pendidikan anak usia dini hingga menengah sebagai prioritas utama.

“Kami mengajak para Bupati dan Wali Kota beserta jajaran, juga seluruh pemangku kepentingan, agar menjadikan pendidikan anak usia dini hingga menengah sebagai prioritas utama. Mari kita pastikan tidak ada satu pun anak Aceh yang tertinggal dari hak pendidikannya,” tegasnya.

Baca Juga :  Ketua DPRK Simeulue Soroti Kondisi Pelabuhan Pulau Siumat: Tahun Lalu Gagal, Tahun Ini Harus Jadi

Penandatanganan PKS tersebut disaksikan langsung oleh Bunda PAUD Aceh, Marlina Muzakir, Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir, serta Ketua Pokja Bunda PAUD Aceh, Mukarramah Fadhlullah.

Selain itu, agenda ini juga diikuti secara virtual oleh Direktur PAUD Kemendikdasmen RI, para bupati/walikota bersama Bunda PAUD di 23 kabupaten/kota se-Aceh, Badan Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP) Aceh, serta Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Aceh.***

Editor: DahlanReporter: Syaiful AB

Share :

Baca Juga

Aceh Barat

Tarmizi Tunjuk Tiga Plt Pejabat, Dorong Hilirisasi Perikanan dan Peningkatan PAD Aceh Barat

Pemerintah

Kapolda Aceh dan Gubernur Mualem Ngopi Bareng, Sepakat Jaga Kedamaian Aceh

Aceh Besar

Harapan Warga Lamteuba–Lampanah Leungah Terwujud, Seulawah Agam Segera Jadi Kecamatan Baru

Aceh Barat

Bupati Tarmizi Serahkan LKPD Unaudited 2025, Komitmen Transparansi Keuangan Aceh Barat

Aceh Barat

Satpol PP Aceh Barat Eksekusi Penguasaan Fisik Pelabuhan Jetty Meulaboh

Daerah

Presiden Prabowo dan Gubernur Mualem Bahas Percepatan Penanganan Bencana Aceh di Rapat Terbatas

Aceh Barat

Bupati Aceh Barat Bersama IDI–PDGI Gelar Pengobatan Gratis untuk Warga Terdampak Bencana di Pantai Ceureumen

Pemerintah

Pol PP Simeulue Bersama KNPI Tertibkan Siswa yang Bolos Sekolah dan Nongkrong di Jam Belajar