Home / Pemerintah Aceh

Selasa, 12 Mei 2026 - 19:14 WIB

Majelis Adat Aceh Resmi Dikukuhkan, Wali Nanggroe Minta Adat Jadi Pedoman Hidup Masyarakat

mm Redaksi

Wali Nanggroe Aceh Teungku Malik Mahmud Al Haytar mengukuhkan pengurus Majelis Adat Aceh (MAA) masa bakti 2026–2031 di Pendopo Wali Nanggroe, Banda Aceh, Sabtu (9/5/2026). Foto: Dok. Istimewa

Wali Nanggroe Aceh Teungku Malik Mahmud Al Haytar mengukuhkan pengurus Majelis Adat Aceh (MAA) masa bakti 2026–2031 di Pendopo Wali Nanggroe, Banda Aceh, Sabtu (9/5/2026). Foto: Dok. Istimewa

Banda Aceh – Wali Nanggroe Aceh, Teungku Malik Mahmud Al Haytar, mengukuhkan pengurus Majelis Adat Aceh (MAA) masa bakti 2026–2031 dalam sebuah prosesi yang berlangsung di Pendopo Wali Nanggroe, Sabtu (9/5/2026).

Dalam sambutannya, Wali Nanggroe menegaskan bahwa amanah yang diemban pengurus baru bukan sekadar jabatan organisasi, melainkan tanggung jawab besar dalam menjaga marwah adat Aceh sebagai warisan leluhur.

“Amanah ini bukan sekadar jabatan organisasi, tetapi tanggung jawab besar untuk menjaga marwah adat Aceh sebagai warisan luhur indatu kita,” ujarnya.

Baca Juga :  Disdik Aceh Himbau Sekolah Tak Wajibkan Wisuda, Utamakan Pemulihan Ekonomi Orang Tua

Ia menjelaskan, Aceh dibangun di atas nilai agama, adat, dan budaya yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat. Hal tersebut tercermin dalam falsafah Aceh “Adat bak Po Teumeureuhom, hukom bak Syiah Kuala” yang menggambarkan keterpaduan adat dan hukum dalam kehidupan sosial masyarakat.

Menurut Malik Mahmud, Majelis Adat Aceh memiliki peran penting dalam memastikan adat tidak hanya menjadi simbol atau seremoni, tetapi benar-benar hidup dan menjadi pedoman dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat.

Baca Juga :  Gubernur Mualem Dorong Pusat Percepat Terowongan Geurutee

“Adat harus mampu memperkuat persatuan, menjaga jati diri bangsa Aceh, dan menjadi solusi bijaksana dalam kehidupan masyarakat,” katanya.

Ia juga meminta kepengurusan baru MAA untuk memperkuat kelembagaan adat hingga ke tingkat gampong serta menjalin sinergi dengan pemerintah, ulama, dan generasi muda agar nilai-nilai adat tetap relevan di tengah perkembangan zaman.

Baca Juga :  Sekda Aceh Tegaskan Infrastruktur Dataran Tinggi Prioritas, Akses Jalan Jadi Urat Nadi Ekonomi

Selain itu, Wali Nanggroe menekankan pentingnya pelestarian sejarah, bahasa, dan budaya Aceh kepada generasi muda agar tidak tergerus modernisasi.

“Kita harus memastikan generasi muda memahami akar budayanya sendiri, karena bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati budayanya,” ujarnya.

Di akhir sambutannya, Malik Mahmud mengajak seluruh masyarakat Aceh untuk terus menjaga persatuan serta merawat perdamaian Aceh yang telah terbangun selama ini.

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Pemerintah Aceh

Ketua TP PKK Aceh Kunjungi SLB Negeri Pembina Aceh Tamiang, Bagikan Seragam dan Motivasi Siswa

Pemerintah Aceh

Realisasi TKD Penanggulangan Bencana Aceh Baru 27,67 Persen, Ini Rinciannya

Pemerintah Aceh

Paripurna DPRA: Muzakir Manaf Paparkan LKPJ 2025, dari Bencana hingga Penurunan Kemiskinan
Kepala Dinas Syariat Islam Aceh, Dr. Misran Fuadi, S.Ag., M.AP. Foto: Dok. Istimewa

Advertorial

DSI Aceh Dorong Pencegahan LGBT melalui Edukasi Agama dan Dakwah

Pemerintah Aceh

Ketua MPU Aceh Puji Kinerja Kapolda Aceh Irjen Ali Basyah dalam Penanganan Banjir dan Penegakan Hukum
PULAU

Pemerintah Aceh

Mualem Tolak Opsi Kelola Bersama, Tegaskan Pulau adalah Hak Aceh

Pemerintah Aceh

Wagub Aceh Fadhlullah Dampingi Mensos dan Mendagri Serahkan Bantuan Korban Bencana Hidrometeorologi di Aceh Timur

News

Disorot Kemendagri, PWI Aceh Tegaskan Anggaran Iklan Pemerintah Bukan Sekadar Pencitraan