Home / Aceh Barat / Pemerintah / Peristiwa

Selasa, 12 Mei 2026 - 19:01 WIB

KemenPKP RI dan Pemkab Aceh Barat Fokus Percepatan Huntap dan Perbaikan Infrastruktur Pasca Bencana

mm Redaksi

Wakil Bupati Aceh Barat Said Fadheil bersama Dirjen KemenPKP RI Dr. Imran meninjau lokasi terdampak banjir di Gampong Jambak, Kecamatan Pante Ceureumen, Senin (11/5/2026). Foto: Dok. Pemkab Aceh Barat

Wakil Bupati Aceh Barat Said Fadheil bersama Dirjen KemenPKP RI Dr. Imran meninjau lokasi terdampak banjir di Gampong Jambak, Kecamatan Pante Ceureumen, Senin (11/5/2026). Foto: Dok. Pemkab Aceh Barat

Meulaboh – Upaya percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca-bencana di wilayah Sumatera kembali dilakukan melalui peninjauan langsung di Gampong Jambak, Kecamatan Pante Ceureumen, Senin (11/5/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Aceh Barat Said Fadheil, SH yang mendampingi Direktur Jenderal Perumahan Perdesaan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (KemenPKP) RI, Dr. Drs. Imran, M.Si., M.A.Cd, selaku bagian dari Tim Satuan Tugas (Satgas) Rehabilitasi dan Rekonstruksi Bencana Sumatera.

Dr. Imran menyampaikan bahwa dirinya mendapat penugasan khusus dari Menteri Dalam Negeri untuk mengoordinasikan percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi yang melibatkan pemerintah daerah hingga kementerian dan lembaga di tingkat pusat.

Baca Juga :  Polsek Samatiga Gelar Patroli Dialogis di KUA, Warga Sambut Positif

Ia menekankan pentingnya sinergi seluruh pihak dalam mempercepat pemulihan, terutama dalam pendataan infrastruktur yang terdampak seperti jalan, jembatan, Daerah Aliran Sungai (DAS), irigasi, serta kebutuhan hunian sementara (Huntara) dan hunian tetap (Huntap).

Dalam arahannya di lapangan, Dr. Imran meminta pemerintah daerah memastikan kesiapan lahan Huntap dalam kondisi “clear and clean” sebelum diajukan ke Satgas untuk diproses lebih lanjut ke kementerian terkait.

Ia juga menyoroti kondisi penanganan DAS di Gampong Jambak yang saat ini masih bersifat sementara menggunakan anggaran daerah, sehingga dinilai belum optimal menghadapi potensi risiko saat musim hujan.

Baca Juga :  Mendagri dan Wagub Aceh Kunjungi Lokasi Bencana Aceh Utara, Tempuh Perahu ke Gampong Terisolasi

“Jika tidak ditangani segera, kondisi ini berpotensi menimbulkan dampak yang lebih besar,” ujarnya.

Selain itu, ia juga mendorong pengaktifan kembali posko darurat bencana sebagai pusat konsolidasi data, serta menekankan pentingnya percepatan perbaikan jembatan penghubung antar desa di Kecamatan Pante Ceureumen untuk memulihkan akses masyarakat.

Sementara itu, Bupati Aceh Barat Tarmizi, SP, MM menjelaskan bahwa Gampong Jambak merupakan wilayah yang terdampak paling parah akibat banjir pada November 2025 lalu, sehingga menjadi prioritas penanganan pemerintah.

Baca Juga :  Pasar Induk Lambaro Dilengkapi Portal Keluar-Masuk, Bupati Muharram Idris Fokus Atasi Kemacetan

Ia juga menyinggung program cetak sawah baru yang saat ini masih menunggu hasil Survey, Investigasi, dan Desain (SID) yang dikerjakan oleh Balai di Medan bersama Universitas Teuku Umar (UTU), setelah sebelumnya anggaran dialokasikan melalui provinsi.

“Jika anggaran bisa langsung ditransfer ke kabupaten, kami siap mempercepat pelaksanaannya di lapangan,” kata Tarmizi.

Bupati menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Aceh Barat untuk menindaklanjuti seluruh arahan dan hasil peninjauan tersebut guna mempercepat pemulihan pasca-bencana secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Peristiwa

Tagore Abubakar Klarifikasi Soal Pembayaran Lahan TK Pante Raya: Sudah Milik Saya Sejak 2009

Nasional

Pemkot Bogor Bantu Pemulihan Pascabencana Aceh Tamiang, Sekda Aceh Sampaikan Apresiasi

Aceh Barat

Sidak RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh, Bupati Aceh Barat Pastikan Perbaikan Fasilitas dan Bantuan Pasien

Peristiwa

Pengendara Motor Tewas Tertabrak dan Terseret Mobil di Jalan Bireuen–Takengon

Daerah

Pria Misterius Diamankan Saat Patroli Satpol PP WH di Underpass Beurawe Banda Aceh

Aceh Barat

Pemkab Aceh Barat dan KIA Sepakat Perkuat Sinergi Keterbukaan Informasi

Peristiwa

Ketua HMI Komisariat FKIP USK Desak Rektorat Berikan Kejelasan Soal Gedung Baru FKIP

Pemerintah

Perkuat Kerja Sama Pendidikan, Konsulat Singapura dan Ngee Ann Polytechnic Kunjungi Disdik Aceh