Home / Hukrim

Rabu, 8 April 2026 - 08:05 WIB

Kejati Aceh Tahan Tersangka Baru Korupsi Beasiswa BPSDM, Kerugian Negara Terus Didalami

mm Redaksi

Petugas Kejati Aceh menggiring tersangka baru kasus dugaan korupsi dana beasiswa BPSDM Aceh saat akan menjalani penahanan di Banda Aceh, Selasa (7/4/2026). Foto: Dok. Istimewa

Petugas Kejati Aceh menggiring tersangka baru kasus dugaan korupsi dana beasiswa BPSDM Aceh saat akan menjalani penahanan di Banda Aceh, Selasa (7/4/2026). Foto: Dok. Istimewa

Banda Aceh – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh kembali menetapkan dan menahan satu tersangka baru dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi dana beasiswa pada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Aceh.

Penahanan terhadap tersangka dilakukan setelah penyidik mengantongi alat bukti yang cukup terkait keterlibatan yang bersangkutan dalam proses pengelolaan dan penyaluran dana beasiswa yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA).

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Aceh menyampaikan bahwa tersangka diduga memiliki peran aktif dalam rangkaian kegiatan yang berujung pada penyimpangan anggaran beasiswa tersebut.

“Berdasarkan hasil penyidikan, tersangka diduga terlibat dalam proses pengelolaan dana beasiswa yang tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujar pihak Kejati Aceh dalam keterangannya.

Baca Juga :  Perusahaan Wajib Daftar BPJS! Ini Pentingnya JKK & JKM Buat Pekerja

Tersangka langsung dilakukan penahanan selama 20 hari ke depan di rumah tahanan negara (Rutan) guna kepentingan penyidikan. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi kemungkinan tersangka melarikan diri, merusak atau menghilangkan barang bukti, serta mengulangi perbuatannya.

Kasus dugaan korupsi beasiswa BPSDM Aceh ini sebelumnya telah menyeret sejumlah pihak lainnya yang telah lebih dahulu ditetapkan sebagai tersangka. Dengan adanya penambahan satu tersangka baru, Kejati Aceh memastikan bahwa proses pengungkapan perkara masih terus berkembang.

Dalam proses penyidikan, tim jaksa menemukan adanya indikasi penyimpangan dalam berbagai tahapan, mulai dari proses seleksi penerima beasiswa, penetapan penerima, hingga pencairan dan penggunaan dana.

Baca Juga :  Pengadilan Negeri Padang Tolak Pra Peradilan Tersangka Beny Saswin Nasrun Terkait Rp17,55 Miliar

Dana beasiswa yang seharusnya digunakan untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia di Aceh diduga tidak disalurkan sebagaimana mestinya. Bahkan, terdapat indikasi bahwa sebagian dana digunakan tidak sesuai peruntukan.

Akibat perbuatan tersebut, negara diduga mengalami kerugian dalam jumlah yang cukup besar. Meski demikian, hingga saat ini besaran pasti kerugian negara masih dalam proses penghitungan oleh auditor yang berwenang.

Kejati Aceh menegaskan komitmennya untuk menuntaskan kasus ini secara profesional, transparan, dan akuntabel. Penyidik juga terus mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain yang diduga turut berperan dalam kasus tersebut.

Baca Juga :  Terbakar Dendam! Santri Nekat Bakar Asrama Dayah di Aceh Besar

“Kami tidak akan berhenti sampai di sini. Proses penyidikan akan terus dikembangkan, dan siapa pun yang terbukti terlibat akan dimintai pertanggungjawaban hukum,” tegasnya.

Kasus ini menjadi perhatian publik karena menyangkut program strategis pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan. Dugaan penyalahgunaan dana beasiswa dinilai mencederai kepercayaan masyarakat serta merugikan para penerima manfaat yang seharusnya mendapatkan hak mereka.

Masyarakat pun berharap agar penanganan kasus ini dapat memberikan efek jera kepada pelaku serta menjadi momentum perbaikan tata kelola program beasiswa di Aceh agar lebih transparan dan tepat sasaran di masa mendatang.

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Hukrim

Dewan Pers Wajibkan 9 Media Siber Kepri Minta Maaf ke Ady Pawennari

Hukrim

SAPA Desak Kejati Aceh Usut Dugaan Penyimpangan 18 Proyek Jalan Perkim

Aceh Barat

Oknum Prajurit TNI Diduga Pukul Warga di Aceh Barat, Korem 012/Teuku Umar Fasilitasi Mediasi Damai

Hukrim

Polda Aceh Nyatakan Dua Berkas Perkara Korupsi Beasiswa BPSDM Aceh Lengkap, Tersangka Diserahkan ke JPU

Hukrim

Alumni USK Desak Pemkab Aceh Selatan Berantas Praktik Rentenir, Dorong Pembentukan LKMS

Hukrim

Proyek Instalasi Pengolahan Air Kp Kuta Robel Disinyalir Alami Keterlambatan Pekerjaan, APH Diminta Turun Tangan

Hukrim

Polsek Bandar Tangkap Pelaku Curanmor dalam Waktu Kurang dari Tiga Jam
Kasus Wakil Bupati Pijay

Hukrim

Polisi Naikkan Kasus Wakil Bupati Pijay ke Tahap Penyidikan