Home / Peristiwa

Jumat, 24 April 2026 - 18:18 WIB

HKB 2026, BPBD Banda Aceh Uji Sirene EWS dan Jalur Evakuasi

mm Redaksi

Petugas BPBD Banda Aceh memeriksa sirene peringatan dini tsunami menjelang uji coba Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) 2026 di Banda Aceh, Jumat (24/4/2026). Foto: Dok. Istimewa

Petugas BPBD Banda Aceh memeriksa sirene peringatan dini tsunami menjelang uji coba Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) 2026 di Banda Aceh, Jumat (24/4/2026). Foto: Dok. Istimewa

Banda Aceh – Sirene peringatan dini akan kembali dibunyikan di Banda Aceh pada 26 April 2026. Bukan sekadar seremoni, uji coba ini menjadi penentu sejauh mana kesiapan warga dan infrastruktur menghadapi bencana.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banda Aceh menjadikan peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) 2026 sebagai momentum untuk menguji langsung sistem Early Warning System (EWS) sekaligus kesiapan jalur evakuasi di lapangan.

Kepala Pelaksana BPBD Banda Aceh, Cut Ahmad Putra, mengatakan sirene EWS harus dipahami sebagai tanda bahaya yang menuntut respons cepat dari masyarakat.

Baca Juga :  Kebakaran Toko Ponsel di Peuniti Banda Aceh Dini Hari, Kerugian Capai Ratusan Juta

“Ketika sirene berbunyi, masyarakat harus tahu apa yang harus dilakukan dan ke mana harus menuju. Itu yang sedang kita latih,” ujarnya.

Saat ini, EWS yang masih aktif tersebar di beberapa titik, seperti kawasan Jalan Cut Mutia, Taman Putroe Phang, Kantor Camat Baiturrahman, Indrapuri, Keutapang, hingga Kilometer Nol. Seluruh titik ini akan diuji untuk memastikan sistem berjalan dengan baik.

Baca Juga :  SAPA Minta MIN 5 Banda Aceh Kembalikan Biaya Pungutan ke Wali Murid seperti MIN 9 Lambhuk

Namun, BPBD menegaskan bahwa kesiapsiagaan tidak hanya bergantung pada alat. Jalur evakuasi, rambu penunjuk arah, titik kumpul, hingga Tempat Evakuasi Sementara (TES) dan gedung evakuasi juga terus dievaluasi agar benar-benar siap digunakan saat darurat.

“Jalur evakuasi harus terus diperbarui dan disosialisasikan. Percuma ada jika masyarakat tidak tahu rutenya,” kata Cut Ahmad Putra.

Baca Juga :  Ruang SPKT Polres Aceh Utara Membludak, Puluhan Calon PPPK Antre Buat SKCK

Melalui simulasi yang dilakukan, BPBD ingin memastikan seluruh sistem mulai dari sirene, jalur evakuasi, hingga respons masyarakat berjalan selaras. Ini dinilai penting, terutama untuk menghadapi ancaman gempa dan tsunami di wilayah Banda Aceh.

BPBD berharap, melalui kegiatan ini, masyarakat tidak hanya mengetahui prosedur evakuasi, tetapi juga terbiasa bertindak cepat saat bencana terjadi.

“Kesiapsiagaan harus jadi kebiasaan, bukan hanya saat peringatan tahunan,” tegasnya.

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Daerah

Komisi III DPRK Minta Pemko Banda Aceh Anggarkan Dana untuk Perawatan Rusunawa

Daerah

Satreskrim Polresta Banda Aceh Kejar Tersangka Penipuan Jual Beli Mobil Online hingga Tangerang

Peristiwa

Kecelakaan Truk Fuso dan Honda CRV di Lhoksukon, Tidak Ada Korban Jiwa

Peristiwa

Taruna Akpol Selamatkan Anak Hanyut di Sungai Kuala Simpang, Aceh Tamiang

Pemerintah Aceh

HOAKS! Penipuan Gunakan Nama Istri Gubernur Aceh untuk Modus Bantuan Rumah dan Modal Usaha

Aceh Besar

20 Hektare Sawah di Indrapuri Terancam Kekeringan, Pemkab Aceh Besar Gerak Cepat Salurkan Pompa Air

Peristiwa

Tiga Rumah Kopel di Neusu Jaya Banda Aceh Terbakar, Diduga Kelalaian Saat Memasak

Daerah

2 Pekan Terakhir, Disdukcapil Terima 20 Laporan Penipuan Berkedok IKD