Home / Daerah / Peristiwa

Sabtu, 2 Mei 2026 - 23:58 WIB

Nasib Korban Banjir Bireuen: Enam Bulan Bertahan di Tenda, Bantuan Hunian Tak Kunjung Datang

mm Redaksi

Fitriani membetulkan alas tidur yang digulung akibat hujan saat bertahan di tenda darurat di Desa Teupin Mane, Bireuen, Sabtu (2/5/2026). Foto: Dok. Istimewa

Fitriani membetulkan alas tidur yang digulung akibat hujan saat bertahan di tenda darurat di Desa Teupin Mane, Bireuen, Sabtu (2/5/2026). Foto: Dok. Istimewa

Bireuen – Air mata Fitriani tak lagi terbendung. Sudah enam bulan ia bersama suami dan dua anaknya bertahan hidup di bawah tenda darurat berwarna jingga di Desa Teupin Mane, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen.

“Kami berharap tidak lagi tinggal di tenda. Kami tidak sanggup. Kalau hujan dan petir, kami sangat ketakutan,” ujar Fitriani dengan suara lirih, Sabtu (2/5/2026).

Sejak rumahnya hanyut terbawa arus Sungai Peusangan akibat banjir, bantuan yang dinantikan belum juga datang. Fitriani berharap pemerintah dapat memberikan hunian sementara (huntara) atau bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH) serta jatah hidup (jadup) untuk menopang kehidupan keluarganya.

Baca Juga :  Kapolres Aceh Tengah Silaturahmi ke Pimpinan Ponpes dan Majelis Adat, Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas

Di lokasi tersebut, bukan hanya keluarga Fitriani yang hidup dalam keterbatasan. Dua kepala keluarga lainnya juga masih bertahan di tenda yang berdiri berdampingan sejak bencana terjadi sekitar enam bulan lalu.

“Ada kakak saya dan orang tua kami, kami semua tinggal di tenda,” kata Fitriani.

Meski telah terdata sebagai korban yang kehilangan rumah, Fitriani mengaku belum menerima bantuan apa pun, baik DTH, jadup, maupun bantuan perabot rumah tangga.

“Kami tidak mendapatkan apa-apa, padahal kami kehilangan semuanya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, rumah beserta tanah tempat tinggalnya hilang terseret arus sungai. Kondisi tersebut membuat keluarganya tidak memiliki aset tersisa untuk memulai kehidupan baru.

Baca Juga :  Kanwil Kemenkumham DKI Dorong Pembentukan Posbakum di Kelurahan Manggarai

Anak bungsunya yang baru berusia tiga tahun bahkan mulai tidak betah tinggal di tenda. Namun keadaan memaksa mereka untuk tetap bertahan.

“Sudah enam bulan kami di sini. Kami sangat berharap bantuan segera diberikan,” katanya.

Fitriani juga mengaku sempat berusaha mencari sebidang tanah baru setelah mengetahui bahwa kepemilikan lahan menjadi salah satu syarat untuk mendapatkan bantuan rumah. Meski telah berupaya, bantuan hunian belum juga terealisasi.

“Kami sampai mencari tanah sendiri, tapi rumah belum juga ada,” ungkapnya.

Ia menegaskan tidak pernah menolak hunian sementara. Justru, menurutnya, bantuan tersebut sangat dibutuhkan agar keluarganya memiliki tempat tinggal yang layak.

Baca Juga :  Wakapolda Aceh Hadiri Upacara HKN ke-61 di Kantor Gubernur

“Kami sangat berharap bisa mendapatkan huntara supaya tidak lagi tinggal di tenda,” ujarnya.

Sementara itu, suaminya, M. Dedi, menilai pendataan korban banjir di Kabupaten Bireuen masih menyisakan kejanggalan. Ia mengaku pada tahap pendataan terbaru, pihaknya tidak mendapatkan perhatian.

“Petugas datang, tapi tidak bertemu dengan kami. Kami tidak tahu harus mengadu ke mana,” kata Dedi.

Diketahui, Pemerintah Kabupaten Bireuen sebelumnya tidak mengusulkan pembangunan hunian sementara, dengan alasan sebagian penyintas disebut lebih memilih Dana Tunggu Hunian (DTH).

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Daerah

Dugaan Kartel Tengkulak Menguat
Kodam IM

Daerah

PLN Aceh dan Kodam IM Perkuat Sinergi Dukung Pembangunan

Daerah

Kunjungan Kerja ke Yogyakarta, Wali Nanggroe Jajaki Pendirian Museum Dirgantara di Aceh

Daerah

TP PKK Aceh Tinjau Pengungsian Korban Banjir Bandang di Meurah Dua, Fokus pada Kesehatan dan Trauma Healing
Ket foto: Personel Satlantas Polres Bener Meriah bersama Polsek Pintu Rime Gayo melakukan pengaturan arus lalu lintas di lokasi banjir Jalan Takengon–Bireuen, Kampung Weh Porak.(Dok: Ist)

Daerah

Satlantas Polres Bener Meriah Amankan Arus Lalin di Lokasi Banjir Weh Porak

Daerah

Bunda PAUD Aceh Jemput Anak Usia Dini ke Sekolah di Pelosok Aceh Tengah

Daerah

Kapolres Lhokseumawe Terima Penghargaan Pelayanan Prima dari Kapolri

Daerah

Polda Aceh Gelar Bakti Religi di Masjid Subulussalam PLTD Apung