Home / Opini / Pemerintah Aceh

Jumat, 30 Januari 2026 - 14:42 WIB

Dinilai Tak Peka di Tengah Bencana, SAPA Desak Evaluasi dan Pembubaran BRA Aceh

mm Redaksi

Ketua SAPA, Fauzan Adami. Foto: Dok. Istimewa

Ketua SAPA, Fauzan Adami. Foto: Dok. Istimewa

Aceh – Serikat Aksi Peduli Aceh (SAPA) kembali menyoroti kinerja Badan Reintegrasi Aceh (BRA) yang dinilai terus menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.

Setelah sebelumnya diterpa persoalan korupsi, kini publik dikejutkan dengan rencana pengadaan mobil dinas yang nilainya mencapai sekitar Rp20 miliar.

Ketua SAPA, Fauzan Adami, menilai kebijakan tersebut sebagai bentuk ketidakpekaan sosial yang serius, terutama di saat masyarakat Aceh sedang menghadapi penderitaan akibat banjir dan longsor di berbagai daerah.

Baca Juga :  Mualem Resmi Kukuhkan Pengurus Baitul Mal Aceh Baru

“Di saat rakyat kehilangan rumah, harta benda, bahkan sumber penghidupan akibat bencana, BRA justru merencanakan pengadaan mobil mewah. Ini bukan sekadar keliru, tapi sudah melukai rasa keadilan dan nilai kemanusiaan,” kata Fauzan. Jumat 30 Januari 2026.

Menurutnya, kondisi di lapangan menunjukkan banyak korban banjir yang terpaksa meminta bantuan di pinggir jalan demi bertahan hidup. Situasi tersebut seharusnya menjadi prioritas utama pemerintah, bukan justru memperbesar belanja fasilitas pejabat.

Baca Juga :  Akademisi Jebolan Harvard Ajak Disdik Berani Berinovasi untuk Bangkitkan Mutu Pendidikan

SAPA juga menilai keberadaan BRA selama ini lebih banyak menyedot anggaran ketimbang memberi manfaat nyata bagi rakyat Aceh. Anggaran yang dihabiskan untuk fasilitas pejabat dinilai seharusnya dapat dialihkan untuk program pemulihan ekonomi, bantuan korban bencana, serta pemberdayaan masyarakat miskin.

“Secara fungsi, BRA tidak jauh berbeda dengan Dinas Sosial. Seharusnya yang dilakukan adalah mengoptimalkan dinas yang sudah ada, bukan mempertahankan lembaga yang justru membuka ruang pemborosan dan menguntungkan kelompok tertentu,” ujar Fauzan.

Baca Juga :  Pemerintah Aceh Terima Dividen Rp26,7 Miliar dari PT PEMA 

Atas dasar itu, SAPA mendesak Gubernur Aceh dan DPRA untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap BRA, termasuk mempertimbangkan pembubaran lembaga tersebut.

“Jika benar-benar berpihak pada rakyat, hentikan pemborosan. Bubarkan BRA dan alihkan seluruh anggarannya untuk memperkuat Dinas Sosial dan dinas terkait lainnya agar dapat membantu kombatan, korban konflik, dan masyarakat miskin melalui program pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan,” tutup Fauzan.

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Mualem

Pemerintah Aceh

Mualem Tinjau Budidaya dan Panen Lobster di Ulee Lheue

Opini

Masa Depan Media Massa dan Tantangan Disrupsi Digital

Pemerintah Aceh

Gubernur Mualem dan Dubes UEA Bentuk Tim Program Investasi di Aceh

Pemerintah Aceh

Pemprov Aceh Tata Ulang HGU Bermasalah, Fokus pada Transparansi dan Kepatuhan Hukum

Pemerintah Aceh

Gubernur Muzakir Manaf Pimpin Upacara HUT ke-80 RI di Banda Aceh

News

Bertemu Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Wagub Aceh Dorong Percepatan Revisi UUPA
Sekda Aceh

Pemerintah Aceh

Sekda Aceh Dukung PWI Perkuat Peran Media di Pembangunan

Pemerintah Aceh

Murthalamuddin Ajak Sekolah di Bener Meriah Bangun Pendidikan Bermakna dan Berdaya Saing