Home / Pemerintah Aceh

Jumat, 29 Mei 2026 - 08:20 WIB

Hadiri Rapat di DPR RI, Mualem Dorong Percepatan Pemulihan Pascabencana di Aceh

mm Redaksi

Suasana Rapat Koordinasi Satgas Pemulihan Pascabencana Sumatera DPR-RI bersama Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Alam Sumatera, dalam rangka membahas situasi terkini Pascabencana Sumatera, yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPR-RI, Prof. Dr. Ir. H. Sufmi Dasco Ahmad, SH, MH, di Gedung Nusantara IV DPR-RI, Senayan, Jakarta, Senin (25/5/2026). Foto: Dok. Biro Adpim Setda Aceh

Suasana Rapat Koordinasi Satgas Pemulihan Pascabencana Sumatera DPR-RI bersama Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Alam Sumatera, dalam rangka membahas situasi terkini Pascabencana Sumatera, yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPR-RI, Prof. Dr. Ir. H. Sufmi Dasco Ahmad, SH, MH, di Gedung Nusantara IV DPR-RI, Senayan, Jakarta, Senin (25/5/2026). Foto: Dok. Biro Adpim Setda Aceh

Jakarta — Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem meminta dukungan DPR RI untuk mempercepat alokasi anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab rekon) pascabencana periode 2026–2028 guna mempercepat pemulihan masyarakat terdampak bencana di Aceh.

Permintaan tersebut disampaikan Mualem dalam rapat bersama Satgas Penanganan Bencana DPR RI di Gedung Nusantara IV DPR RI, Jakarta, Senin (25/5/2026).

Rapat itu dipimpin Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dan turut dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara, di antaranya Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri PUPR Dody Hanggodo, serta para menteri dan pejabat terkait lainnya.

Dari Pemerintah Aceh hadir Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, Sekretaris Daerah Aceh M Nasir, Asisten II Setda Aceh, sejumlah kepala SKPA, serta pejabat biro terkait.

Dalam kesempatan tersebut, Mualem menyampaikan apresiasi kepada DPR RI, pemerintah pusat, serta pemerintah provinsi tetangga yang telah membantu penanganan bencana di Aceh.

Baca Juga :  95 Badan Usaha Diajak Dukung Rehabilitasi dan Rekonstruksi Bencana di Aceh

“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan semua pihak dalam penanganan bencana di Aceh, baik dari DPR RI, kementerian dan lembaga terkait, maupun Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Sumatera Barat,” ujar Mualem.

Selain meminta percepatan dukungan anggaran rehab rekon, Mualem juga memaparkan progres pemulihan infrastruktur di Aceh yang terus berjalan.

Ia menjelaskan, hingga saat ini sebanyak 46 ruas jalan nasional telah kembali berfungsi. Sementara itu, 1.521 dari total 1.638 ruas jalan provinsi juga telah kembali operasional.

Untuk penanganan jembatan terdampak, Pemerintah Aceh bersama pemerintah pusat melakukan langkah darurat melalui pemasangan jembatan Bailey, Armco, serta jembatan perintis di sejumlah titik.

Di sektor perumahan, pembangunan hunian sementara (huntara) disebut telah ditempati masyarakat mencapai 94,61 persen atau sebanyak 16.716 unit.

Baca Juga :  Pemerintah Aceh Raih Lontar & Lestari Awards di HUT SPS

Sedangkan pembangunan hunian tetap (huntap) terus dipercepat melalui dukungan BNPB, Polri, Kemenko Polkam, Yayasan Tzu Chi, serta Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman.

Pada sektor sumber daya air, Mualem mengatakan penanganan masih terus dilakukan, terutama pengerukan sungai yang mengalami pendangkalan akibat lumpur pascabencana guna mencegah banjir susulan saat musim hujan.

Selain itu, rehabilitasi irigasi, bendung, muara, penyediaan air bersih, hingga perbaikan tanggul dan jaringan irigasi juga terus dipacu melalui berbagai skema pendanaan termasuk tambahan transfer ke daerah.

Sementara di sektor pertanian, rehabilitasi lahan sawah terdampak dilaporkan telah mencapai sekitar 27 ribu hektare dari total target 35 ribu hektare.

Mualem juga menyampaikan realisasi bantuan sosial kepada masyarakat terdampak bencana telah mencapai sekitar 98,5 persen. Bantuan tersebut meliputi bantuan isi hunian, jaminan hidup (jadup), stimulan ekonomi, hingga layanan psikososial bagi masyarakat.

Baca Juga :  Sekda Aceh Dorong Produk Lokal Jadi Pilar Ekonomi Kreatif

Menurutnya, program tambahan transfer ke daerah (TKD) juga terus dijalankan untuk mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi di berbagai sektor strategis.

“Program TKD terus difokuskan untuk mendukung pemulihan jalan, hunian tetap, irigasi, pertanian, sosial, dan pemulihan ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Dalam rapat itu, Mualem turut menyampaikan bahwa Pemerintah Aceh masih memperpanjang masa transisi darurat karena masih terdapat sejumlah kebutuhan dasar masyarakat yang belum sepenuhnya tertangani.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa masa transisi yang terlalu panjang berpotensi memperlambat pemulihan sosial ekonomi masyarakat serta meningkatkan kebutuhan biaya huntara, jadup, logistik, dan dukungan dasar lainnya.

“Oleh karena itu, Pemerintah Aceh berharap percepatan dukungan dan kepastian pelaksanaan anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi dari Pemerintah Pusat agar pembangunan permanen dapat segera berjalan dan masyarakat terdampak kembali hidup normal secara layak dan berkelanjutan,” pungkas Mualem.

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Pemerintah Aceh

TP PKK Aceh Siap Kolaborasi dengan RSUD Zainoel Abidin dan Baitul Mal Salurkan Kaki Palsu ke Seluruh Aceh

Pemerintah Aceh

Forkopimda Aceh Rapat di Meuligoe Wali Nanggroe, Bahas Keamanan Mudik dan Stabilitas Harga Jelang Lebaran

Daerah

Pemulihan Pascabencana, Pemerintah Aceh Ajak Masyarakat dan Dunia Usaha Bangkitkan Ekonomi

Pemerintah Aceh

Terima Kunjungan Gubernur Jawa Tengah, Mualem Perkuat Sinergi Antar Daerah

Pemerintah Aceh

Mualem Pimpin Rapat Bahas Validasi Data JKA Bersama Sekda dan Dinkes

Pemerintah Aceh

Mulai 1 Mei 2026, JKA Tak Lagi untuk Semua: Pemerintah Aceh Prioritaskan Masyarakat Desil 1–7

Pemerintah Aceh

Pemprov Aceh Siapkan Relawan ASN Tahap II, Fokus Bersihkan Sekolah Terdampak Banjir di Aceh Tamiang

News

DPRA Tetapkan 12 Raqan Prioritas 2025, Gubernur Tegaskan Komitmen Jawab Kebutuhan Masyarakat