Home / Ekbis

Jumat, 13 Februari 2026 - 16:36 WIB

BSI Perkuat Pembiayaan Hijau dan UMKM untuk Ekonomi Nasional

mm Syaiful AB

Gedung BSI. Dok BSI

Gedung BSI. Dok BSI

Jakarta – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk terus menunjukkan konsistensinya dalam memperkuat ekonomi nasional melalui pembiayaan berkelanjutan dan penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Sepanjang 2025, BSI mencatat penyaluran pembiayaan berkelanjutan sebesar Rp73,92 triliun, tumbuh 11,20 persen (YoY). Dari total tersebut, sekitar 79 persen disalurkan untuk pemberdayaan dan peningkatan kapasitas UMKM, sementara 21 persen dialokasikan pada pembiayaan hijau, termasuk kendaraan listrik dan sukuk sustainability.

Hingga Desember 2025, total pembiayaan BSI mencapai Rp319 triliun, dengan porsi pembiayaan berkelanjutan sebesar 23,18 persen dari keseluruhan portofolio. Capaian ini menegaskan komitmen perseroan terhadap penguatan ekonomi hijau, sosial, dan sektor usaha kecil.

Baca Juga :  Klaim Asuransi Umum Naik 4,8 Persen, Capai Rp10,9 Triliun di Awal 2025

Wakil Direktur Utama BSI, Bob T Ananta, menegaskan bahwa UMKM menjadi fokus utama dalam penguatan pembiayaan berkelanjutan.

“UMKM menjadi salah satu fokus perseroan untuk penguatan pembiayaan berkelanjutan karena segmen ini merupakan grassroot potensial yang harus dibina agar naik kelas dan sustain agar menjadi motor pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Bob T Ananta Wakil Direktur Utama BSI.

Menurutnya, BSI memperkuat UMKM dari hulu hingga hilir melalui pembinaan pelaku usaha non-bankable serta peningkatan kapasitas usaha melalui wadah BSI UMKM Center. Perseroan juga aktif berkolaborasi dengan kementerian dan komunitas usaha guna meningkatkan literasi keuangan dan kompetensi pelaku usaha.

“Bank syariah punya peran penting dalam pendampingan UMKM agar segmen ini sustain dan meningkat kapasitasnya dan dari sisi bank sejalan dengan kerangka ESG”.

Baca Juga :  OJK Cabut Izin Usaha PT Sarana Sulteng Ventura karena Gagal Penuhi Ketentuan Ekuitas

Lebih lanjut, Bob menekankan bahwa integrasi ESG dan keuangan syariah membutuhkan penguatan literasi, inovasi produk, serta kolaborasi lintas pemangku kepentingan guna membangun ekosistem keuangan syariah yang inklusif dan berkelanjutan.

Dalam aspek operasional, BSI juga terus menghadirkan inovasi ESG, mulai dari pembangunan gedung ramah lingkungan di Landmark BSI Aceh dan BSI Tower, implementasi panel surya di kantor cabang, penyediaan 70 Recycle Vending Machine di Jabodetabek dan Bali, hingga penggunaan kendaraan operasional ramah lingkungan.

Selain itu, BSI turut memperkuat peran sosial melalui pendayagunaan zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ziswaf). Sepanjang 2025, penyaluran ziswaf mencapai Rp400 miliar dengan lebih dari 1,2 juta penerima manfaat di bidang ekonomi, pendidikan, kemanusiaan, kesehatan, serta dakwah dan advokasi.

Baca Juga :  Modal Usaha Cuma Modal KTP? Bisa! Ini Info Lengkap KUR BRI

Komitmen terhadap ekonomi berkelanjutan juga diperkuat melalui partisipasi BSI dalam forum internasional SDG Hive ASEAN di Kuala Lumpur. Dalam forum tersebut, BSI menegaskan pentingnya pendekatan pembiayaan syariah yang tidak hanya menyalurkan modal, tetapi juga memastikan keberlanjutan dan ketahanan usaha jangka panjang, khususnya bagi UMKM.

Melalui strategi pembiayaan berkelanjutan dan penguatan UMKM, BSI menegaskan perannya sebagai motor penggerak ekonomi syariah inklusif sekaligus pendukung transisi ekonomi hijau nasional.***

Editor: DahlanReporter: Syaiful AB

Share :

Baca Juga

Ekbis

BSI Aceh Tebar 1.715 EDC, Dorong Transaksi Digital

Ekbis

Waspada Penipuan Mengatasnamakan Undian Berhadiah, Bank Aceh Imbau Nasabah Jaga Data Pribadi

Ekbis

Dukung UMKM Aceh, Bank Aceh Syariah Terima Alokasi KUR Syariah Rp1,5 Triliun Tahun 2026

Ekbis

Rupiah Melemah ke Rp16.200, Modal Asing Masih Pilih SBN Domestik

Ekbis

BSI Buka Peluang Karier Fresh Graduate Lewat Program BiBiT, Gratis Tanpa Biaya Rekrutmen

Ekbis

Bupati Aceh Utara Resmikan Pembangunan Mini Mall 72 Toko di Eks Terminal Panton Labu

Ekbis

DJP Bentuk Satgas Gabungan Perkuat Penegakan Hukum Pajak dan Awasi Ekonomi Ilegal

Aceh Besar

Bupati Aceh Besar Tinjau Pasar Induk Lambaro, Tegaskan Penataan dan Kebersihan Jadi Prioritas