Home / Daerah / Ekbis

Selasa, 31 Maret 2026 - 09:54 WIB

BGN Dorong SPPG Gunakan Bahan Pangan Lokal, Program MBG di Aceh Putar Rp17 Miliar per Hari

mm Tiara Ayu Juneva

Siswa Sekolah Dasar di Banda Aceh menikmati MBG. Foto: Dok. Pribadi/Acehnow.com

Siswa Sekolah Dasar di Banda Aceh menikmati MBG. Foto: Dok. Pribadi/Acehnow.com

Banda Aceh – Badan Gizi Nasional (BGN) RI mendorong seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar mengutamakan penggunaan bahan pangan dari daerah setempat dalam pelaksanaan program Makanan Bergizi (MBG).

Wakil Kepala BGN RI Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Sony Sanjaya, di Banda Aceh, menegaskan kebijakan tersebut bertujuan agar perputaran anggaran program tetap berada di daerah dan tidak mengalir ke luar wilayah.

Menurutnya, program MBG tidak hanya difokuskan pada pemenuhan kebutuhan gizi anak-anak sebagai penerima manfaat, tetapi juga diharapkan mampu menggerakkan perekonomian lokal.

Baca Juga :  Balita Penderita Bocor Jantung Dampingan BFLF Tutup Usia, Jenazah Dipulangkan ke Aceh Barat

Ia mencontohkan kebutuhan telur untuk program MBG di Kabupaten Pidie yang mencapai sekitar Rp100 miliar per tahun. Jika pasokan telur didatangkan dari luar daerah, maka nilai ekonomi tersebut tidak akan dinikmati oleh masyarakat setempat.

“Jika kebutuhan dipenuhi dari luar, maka uang yang seharusnya beredar di daerah justru keluar. Ini tentu merugikan daerah karena tidak mampu mengoptimalkan potensi lokal,” ujarnya.

Baca Juga :  Hujan Tak Halangi Satgas Lalu Lintas Edukasi Pengendara

Sony juga menyebutkan, saat ini terdapat 553 unit SPPG di Aceh dengan jumlah tenaga kerja lebih dari 28 ribu orang. Sementara itu, jumlah penerima manfaat program MBG di provinsi tersebut mencapai sekitar 1,7 juta jiwa.
Dengan asumsi biaya Rp10 ribu per orang, anggaran yang digelontorkan pemerintah untuk program ini di Aceh diperkirakan mencapai lebih dari Rp17 miliar setiap hari.

Ia menegaskan, jika seluruh kebutuhan program dipenuhi dari dalam daerah, maka perputaran dana tersebut akan tetap berada di Aceh dan memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi lokal.

Baca Juga :  Perkuat Transaksi Ritel UMKM, BSI Aceh Optimalkan Ekosistem Pasar

Karena itu, BGN meminta satuan tugas MBG di setiap daerah untuk memastikan rantai pasok kebutuhan pangan berasal dari wilayah masing-masing, mulai dari beras, sayuran, buah hingga produk peternakan.

“Program ini juga menjadi peluang untuk memberdayakan petani dan peternak lokal agar terlibat langsung dalam pemenuhan kebutuhan pangan,” kata Sony.

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Daerah

200 Anak Yatim di Lueng Bata Terima Santunan pada Peringatan Maulid Nabi

Daerah

Polres Simeulue Gelar Rapat Koordinasi LLAJ, Fokus Tekan Angka Kecelakaan
BKSDA

Daerah

Soal Harimau di Dusun Sijudo, Ini Kata BKSDA

Daerah

Pastikan Keamanan Jembatan Bailey, Koramil 02/WPS Laksanakan Pengecekan Harian

Aceh Barat

Sensus Ekonomi 2026 Dimulai Mei, Bupati Aceh Barat Minta Masyarakat Berikan Data Akurat

Daerah

Empat Pejabat Polresta Banda Aceh Resmi Dimutasi

Daerah

Ribuan Jamaah Padati Masjid Raya Baiturrahman, Kasdam IM Ikuti Sholat Idul Fitri 2026 di Banda Aceh
PKL Bandel

Daerah

PKL Bandel Kembali Ramaikan Jalan Syiah Kuala, Satpol PP Turun