Home / Ekbis

Jumat, 13 Juni 2025 - 21:00 WIB

Klaim Asuransi Umum Naik 4,8 Persen, Capai Rp10,9 Triliun di Awal 2025

mm Redaksi

(Kiri ke kanan) Anggota Departemen Statistik AAUI Sri Purwaningsih, Wakil Ketua AAUI Bidang Statistik Trinita Situmeang, Ketua AAUI Budi Herawan, Wakil Ketua Bidang Teknik 3 AAUI Wayan Pariama, dan Direktur Eksekutif AAUI Cipto Hartono menghadiri

(Kiri ke kanan) Anggota Departemen Statistik AAUI Sri Purwaningsih, Wakil Ketua AAUI Bidang Statistik Trinita Situmeang, Ketua AAUI Budi Herawan, Wakil Ketua Bidang Teknik 3 AAUI Wayan Pariama, dan Direktur Eksekutif AAUI Cipto Hartono menghadiri "Konferensi Pers Paparan Kinerja Industri Asuransi Umum Triwulan I 2025" di Jakarta, Jumat (13/6/2025). FOTO: dok. ANTARA/Uyu Septiyati Liman.

JAKARTA — Industri asuransi umum di Indonesia mencatatkan lonjakan signifikan pada pembayaran klaim di awal tahun 2025. Kenaikan ini menimbulkan kekhawatiran akan potensi peningkatan risiko dan kerugian yang harus ditanggung perusahaan asuransi dalam situasi ekonomi yang masih belum stabil.

Trinita Situmeang, Wakil Ketua Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Bidang Statistik & Riset, mengungkapkan bahwa nilai klaim yang dibayarkan industri mengalami kenaikan tajam jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.

“Total kenaikan pembayaran klaim mencapai 4,8 persen (yoy) atau telah dibayarkan sebesar Rp10,9 triliun,” ucap Trinita dalam pernyataan resminya di Jakarta, Jumat (13/6/2025).

Peningkatan ini terjadi di tengah kondisi ekonomi yang masih dibayangi ketidakpastian akibat isu perang dagang global dan penurunan daya beli masyarakat. Situasi tersebut tidak hanya memengaruhi kemampuan masyarakat untuk membeli produk asuransi, tetapi juga berdampak pada peningkatan klaim yang harus ditanggung perusahaan asuransi umum.

Baca Juga :  FKBUMN Aceh Gelar Halal Bihalal di Gedung Landmark BSI Aceh

Sebagai gambaran, tiga lini bisnis asuransi utama masih mendominasi pasar. Asuransi harta benda mencatat perolehan premi sebesar Rp7,8 triliun, namun mengalami kontraksi 14,1 persen dibandingkan triwulan I 2024. Sementara itu, asuransi kendaraan bermotor meraih Rp5,2 triliun, turun 5,3 persen. Di sisi lain, asuransi kredit justru mencatatkan pertumbuhan tipis 0,3 persen dengan premi Rp3,9 triliun.

Baca Juga :  PPN Turun Jadi 5%, Tiket Pesawat Lebih Murah Saat Libur Sekolah

“Meski masih diselimuti oleh ketidakpastian ekonomi global karena adanya isu perang dagang, namun pada periode ini industri asuransi umum masih memberikan hasil yang positif pada penyampaian laporan kinerja di triwulan I 2025,” kata Trinita.

Secara keseluruhan, industri asuransi umum membukukan total pendapatan premi sebesar Rp30,53 triliun, atau naik 0,26 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Namun, peningkatan pembayaran klaim yang mencapai hampir Rp11 triliun menjadi sorotan utama dalam laporan kinerja triwulan I ini.

Kondisi tersebut memperlihatkan adanya tantangan besar bagi perusahaan asuransi untuk menjaga kesehatan portofolio dan ketahanan finansial mereka. Jika tren klaim meningkat terus tanpa diimbangi pertumbuhan premi yang signifikan, maka bisa membuka peluang terjadinya krisis solvabilitas di sektor ini.

Baca Juga :  Bangun Kolaborasi Strategis, RCEO BSI Aceh Kunjungi Rektor UIN Ar-Raniry

Meningkatnya klaim yang dibayarkan juga membuka ruang bagi penyelidikan internal maupun eksternal terhadap potensi fraud, atau penyalahgunaan asuransi, yang sering kali muncul saat kondisi ekonomi melemah. Dalam banyak kasus, beban klaim tinggi menjadi pemicu audit mendalam pada sejumlah perusahaan asuransi.

Pihak AAUI belum mengonfirmasi apakah terdapat anomali tertentu atau peningkatan klaim pada kategori asuransi tertentu yang perlu diwaspadai. Namun, dengan nilai klaim yang menyentuh angka Rp10,9 triliun, industri ini tampaknya harus bersiap menghadapi tantangan lebih berat di kuartal berikutnya. [ANTARA]

Editor: RedaksiReporter: RedaksiSumber: https://www.antaranews.com/berita/4899065/aaui-asuransi-harta-benda-punya-market-share-terbesar-di-triwulan-i

Share :

Baca Juga

Ekbis

Cadangan Gas Raksasa Andaman Berpotensi Dongkrak Ekonomi Aceh, Usman Lamreung Soroti Keterlibatan Daerah

Ekbis

Rupiah Menguat ke Rp16.256 Usai Mendengar Iran-Israel Gencatan Senjata

Daerah

Bank Aceh Buka Lowongan Kerja untuk Tenaga Profesional, Cek Syarat dan Cara Daftarnya!

Ekbis

UMKM Mandalika Raup Omzet Tiga Kali Lipat Saat MotoGP 2025

Ekbis

Harga Emas Naik 56 Persen, Investasi Emas Digital BSI via BYOND Makin Diminati Generasi Muda

Ekbis

Inflasi Tahunan Aceh 6,09 Persen, BI Sebut Distribusi Pascabencana Jadi Pemicu
Run for Humanity Tangerang

Ekbis

BSI Dukung Run for Humanity Tangerang, Perluas Literasi Keuangan

Daerah

SPPG Lamjame Diapresiasi, Warga Rasakan Dampak Nyata Peningkatan Ekonomi