Home / Pendidikan

Jumat, 12 September 2025 - 11:00 WIB

Dua Mahasiswa PKUMI Asal Pemalang dan Aceh Terpilih Ikuti Short Course di Amerika

mm Redaksi

Menag melepas perwakilan mahasiswa Program PKUMI untuk mengikuti program short course di Amerika Serikat. dok. Kemenag RI

Menag melepas perwakilan mahasiswa Program PKUMI untuk mengikuti program short course di Amerika Serikat. dok. Kemenag RI

Jakarta – Sebanyak 19 mahasiswa Program Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal (PKUMI) dilepas untuk mengikuti program short course di Amerika Serikat. Dua di antaranya adalah Tubagus Alasna Arzamukirom asal Pemalang, Jawa Tengah, dan Firda Rini asal Aceh.

Tubagus akan menjalani studi singkat di Harvard University, sedangkan Firda menempuh program serupa di University of California, Riverside, selama tiga bulan.

Tubagus menyebut motivasi utamanya mengikuti program ini adalah kesempatan belajar lintas agama dan perdamaian. “Nama kampusnya saja sudah Religion and Peace. Jadi, kita bisa belajar tidak hanya Islam, tapi juga berbagai agama di dunia,” ujarnya, Kamis (11/9/2025).

Baca Juga :  Menag Terima 36 Tenaga Pengajar Al Azhar, Usul 2.000 Guru Dikirim ke Indonesia

Ia mengungkapkan, proses seleksi berlangsung ketat. Dari 88 peserta angkatan, hanya 10 yang berhasil lolos ke Harvard. Persyaratan yang harus dipenuhi meliputi kemampuan membaca kitab turats, kelancaran berbahasa Arab, hingga wawancara dalam bahasa Arab. “Seleksinya benar-benar ketat, jadi persiapan itu wajib. Tanpa persiapan, mustahil bisa lolos,” tambahnya.

Sementara itu, Firda menjelaskan motivasinya adalah memperluas wawasan keulamaan sekaligus memperkuat bahasa internasional. “Belajar Islam di negara yang mayoritasnya non-Muslim itu tantangan tersendiri. Selain itu, saya ingin menambah relasi internasional untuk menunjang pendidikan dan karier ke depan,” kata mahasiswa asal Aceh tersebut.

Baca Juga :  Beasiswa Indonesia Bangkit Sasar Perguruan Tinggi Dunia, Ini Rinciannya

Firda menuturkan, seleksi yang ia jalani mencakup penilaian akademik sejak semester awal, tes bahasa Arab dan Inggris, serta wawancara kitab. “Kami sempat diberi pilihan negara tujuan, tapi keputusan akhir tetap di Amerika Serikat,” ungkapnya.

Di Harvard, Tubagus berharap bisa mendapatkan pengalaman berharga tentang toleransi dan perdamaian antaragama. “Saya ingin menunjukkan kepada penerus bangsa bahwa kita harus hidup beragama dengan penuh toleransi, bukan hanya mempertahankan agama sendiri,” katanya.

Baca Juga :  Kadisdik Aceh Tegaskan Pentingnya LKS yang Jujur dan Berkualitas

Firda yang akan melanjutkan studi di fakultas Study of Religion juga menekankan pentingnya penguasaan bahasa. “Bahasa adalah kunci untuk menjelajahi dunia. Jadi, teman-teman yang ingin ikut jejak ini harus mantapkan bahasa dan targetnya sejak awal,” pesannya.

Dalam acara pelepasan resmi, Menteri Agama Nasaruddin Umar berpesan agar seluruh peserta menjaga nama baik bangsa. “Kalian semua adalah duta Indonesia. Jagalah nama baik bangsa, hindari konflik, dan waspada terhadap dinamika sosial serta kriminalitas di sana,” tegasnya.***

Editor: RedaksiReporter: Redaksi

Share :

Baca Juga

Pendidikan

Dua Siswa MTsN Tebing Tinggi Raih Emas dan Perak di Kejuaraan Silat Internasional 2025

Daerah

Mendikdasmen RI Dijadwalkan Jadi Pembina Upacara Hari Pertama Sekolah di Aceh Tamiang

Pendidikan

Kemenag Umumkan 153 Penerima Beasiswa Zakat Indonesia 2025, Dapat Fasilitas Hingga Rp140 Juta

Daerah

Marthunis Ajak Civitas Disdik Aceh Tanamkan Nilai Pengorbanan dan Integritas

Pemerintah Aceh

Pemerintah Aceh Pastikan PBM Semester Genap 2025/2026 Tetap Dimulai 5 Januari Meski Dilanda Bencana

Pemerintah

Perkuat Kerja Sama Pendidikan, Konsulat Singapura dan Ngee Ann Polytechnic Kunjungi Disdik Aceh

Pendidikan

MOOC Pintar Kemenag Pecahkan Rekor, 159.884 Peserta Ikuti Pelatihan Daring

Advertorial

Disdik Aceh Dorong Prestasi Siswa OSN Lewat Kelas Lanjutan dan Komunitas Belajar