Home / Pendidikan

Selasa, 22 Juli 2025 - 07:37 WIB

Beasiswa Indonesia Bangkit Sasar Perguruan Tinggi Dunia, Ini Rinciannya

mm Redaksi

Suasana seleksi wawancara BIB Kemenag 2025. Dok. Kemenag RI

Suasana seleksi wawancara BIB Kemenag 2025. Dok. Kemenag RI

Tangerang Selatan — Kementerian Agama (Kemenag) melalui Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) terus melanjutkan proses seleksi Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) 2025. Program ini menyasar dosen Perguruan Tinggi Keagamaan (PTK) dan pegawai Kemenag untuk melanjutkan studi di perguruan tinggi terbaik dunia.

Kepala Puspenma, Ruchman Basori, mengatakan beasiswa BIB merupakan upaya untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas sumber daya manusia di lingkungan Kemenag. “Upaya meningkatkan kapasitas dan kualitas dosen terus dilakukan Kementerian Agama. Salah satunya memberikan beasiswa bagi dosen untuk mengambil studi ke perguruan tinggi terbaik di dunia, seperti Australia, Amerika, Inggris, Perancis, Jerman, Kanada, dan negara-negara Timur Tengah,” ujarnya saat memantau tes wawancara di Tangerang Selatan, Senin (21/7/2025).

Baca Juga :  Disdik Aceh Dorong Prestasi Siswa OSN Lewat Kelas Lanjutan dan Komunitas Belajar

Menurut Ruchman, proses seleksi wawancara merupakan tahap akhir yang harus dilalui calon awardee setelah lolos seleksi administrasi dan tes bakat skolastik. “Wawancara menjadi penentu, apakah mereka layak atau tidak, untuk mendapatkan beasiswa full scholarship baik di Dalam dan Luar Negeri,” jelasnya.

Beasiswa BIB tidak hanya diperuntukkan bagi dosen PTK, tetapi juga bagi pegawai Kemenag di tingkat pusat maupun daerah. Mereka dapat menempuh studi S2 bahkan S3 di dalam dan luar negeri untuk meningkatkan kompetensi birokrasi. “Terobosan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi mereka, dalam menjalankan tugas-tugas birokrasi yang kompleks,” katanya.

Baca Juga :  Nilai Investasi Pendidikan Penting, Ketua DPRK Aceh Besar Dukung Pembangunan Sekolah Unggul Garuda

Selain itu, BIB juga menawarkan program S2 Double Degree yang terbagi dalam dua kelompok. Kelompok pertama bekerja sama dengan Universitas Internasional Islam Indonesia (UIII), UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, dan UIN Alauddin Makassar bersama Edinburg University dan SOAS University. Kelompok kedua bekerja sama dengan lima Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (PTKIN) dan Universitas Utara Malaysia (UUM). Program ini telah memasuki tahun kedua pada 2025.

Dalam seleksi BIB 2025, sebanyak 93 calon awardee S3 Luar Negeri mengikuti wawancara dengan pilihan program studi yang beragam, seperti sains dan teknologi, sosial humaniora, Islamic Studies, kesehatan, hukum, dan ekonomi. Sementara itu, terdapat 59 calon awardee S2 Double Degree yang juga mengikuti tahapan wawancara.

Baca Juga :  SMA Negeri 3 Simeulue Sinabang Buka Penerimaan Siswa Baru Tahun Ajaran 2025/2026

Ruchman menegaskan bahwa BIB menargetkan perguruan tinggi kelas dunia untuk memenuhi kebutuhan sumber daya manusia PTK dan Kemenag. “Jika LPDP tahun depan menambah anggaran tentu akan bertambah pula jumlah awardee kita ke LN,” pungkasnya.

Seleksi wawancara Beasiswa Indonesia Bangkit Kemenag RI ini berlangsung secara online sejak 14 hingga 23 Juli 2025.***

Editor: RedaksiReporter: Redaksi

Share :

Baca Juga

Pemerintah Aceh

Hapus Mental Gap, Kadisdik Aceh Dorong Banda Aceh Jadi Role Model Pendidikan

Pendidikan

Ratu Ayu Kukuhkan SMA Fajar Harapan Jadi Sekolah Garuda, Ini Harapannya
Bunda PAUD

Pendidikan

Bunda PAUD Aceh Utara Kunjungi PAUD Abdul Aziz di Syamtalira Bayu, Dorong Peningkatan Mutu Pendidikan Anak Usia Dini

Pemerintah Aceh

Plt Kadisdik Aceh Laporkan Progres Pemulihan Pendidikan Pascabencana kepada Gubernur Mualem

Aceh Besar

Aceh Besar Luncurkan Bus Sekolah Gratis untuk Pelajar, Fokus Keselamatan dan Kemudahan Transportasi
Pendaftar BPP S3 Kemenag 2025

Pendidikan

Animo Tinggi, 2.100 Pendaftar BPP S3 Kemenag 2025

Aceh Besar

Sekolah di Aceh Besar Dilarang Lakukan Study Tour dan Wisuda, Hingga Perpisahan

Pemerintah Aceh

Peringatan Hardiknas 2026 di Aceh, Sekolah Diminta Perkuat Karakter dan Aksi Lingkungan