Home / Advertorial / Daerah

Senin, 2 November 2026 - 18:45 WIB

Warga Diingatkan Tak Sembarangan Serahkan KTP untuk Cegah Penyalahgunaan Data

mm Redaksi

Kepala Bidang E-Goverment Diskominfotik Banda Aceh, Asna Mardhia. Foto: Dok. Istimewa

Kepala Bidang E-Goverment Diskominfotik Banda Aceh, Asna Mardhia. Foto: Dok. Istimewa

Banda Aceh – Masyarakat diingatkan agar tidak sembarangan menyerahkan dokumen identitas, terutama Kartu Tanda Penduduk (KTP), kepada orang lain. Kelalaian dalam menjaga data pribadi dapat membuka peluang penyalahgunaan, termasuk untuk pengajuan pinjaman online tanpa sepengetahuan pemilik identitas.

Kepala Bidang E-Government Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Kota Banda Aceh, Asna Mardhia, mengatakan kesadaran menjaga privasi data pribadi masih menjadi tantangan dalam penggunaan layanan digital. Salah satu risikonya muncul ketika masyarakat menyerahkan dokumen identitas kepada orang lain untuk membantu mengakses layanan berbasis aplikasi.

Ia mencontohkan, masyarakat yang belum memahami penggunaan aplikasi pendaftaran sekolah terkadang meminta bantuan penyedia jasa fotokopi untuk memasukkan data ke dalam sistem. Dalam proses tersebut, KTP biasanya diserahkan untuk difoto dan digunakan sebagai persyaratan administrasi.

Baca Juga :  Polda Aceh dan UNPRI Medan Perkuat Sinergi Pengembangan SDM

Menurut Asna, kebiasaan tersebut perlu disikapi dengan hati-hati karena data identitas yang diberikan kepada pihak lain berpotensi disalahgunakan untuk kepentingan tertentu.

“Berapa banyak data yang bisa bocor untuk mengambil pinjaman online? Karena KTP menjadi salah satu persyaratan pinjaman. Ini bisa terjadi akibat kelalaian kita sendiri dalam menjaga data pribadi,” kata Asna.

Ia menjelaskan, persoalan keamanan informasi tidak hanya berkaitan dengan kelemahan sistem digital, tetapi juga perilaku pengguna yang kurang waspada dalam menjaga informasi bersifat rahasia.

Berdasarkan wawancara yang pernah dilakukan Diskominfotik terhadap sumber daya manusia (SDM) di lingkungan Pemerintah Kota Banda Aceh, tingkat kesadaran keamanan informasi masih tergolong rendah. Kebiasaan berbagi kata sandi (password) dan menyimpan kata sandi secara otomatis pada perangkat yang digunakan bersama menjadi temuan yang sering dijumpai.

Baca Juga :  Taqwaddin; Pengadilan adalah Benteng Akhir Penegakan Hukum Korupsi

Selain itu, kebiasaan meninggalkan perangkat dalam keadaan akun masih aktif juga dinilai berisiko. Misalnya, membiarkan WhatsApp tetap terbuka ketika meninggalkan ponsel di meja kafe atau tempat umum.

Asna menilai, sebagian pengguna sebenarnya sudah mengetahui pentingnya menjaga keamanan akun dan data pribadi. Namun, pengetahuan tersebut tidak selalu diikuti dengan kebiasaan menerapkannya dalam aktivitas sehari-hari.

“Kadang-kadang kita tahu dan pernah mendengar tentang keamanan data, tetapi karena belum mengalami sendiri, kita menjadi kurang peduli. Padahal, kejahatan bukan semata-mata karena orangnya, tetapi karena ada kesempatan. Itu juga yang terjadi di dunia siber,” ujarnya.

Baca Juga :  Dorong UMKM Bangkit, Pemko Lhokseumawe Gelar Bazar Ramadhan 2026 di Lapangan Hiraq

Karena itu, Asna menekankan pentingnya edukasi berkelanjutan agar masyarakat lebih berhati-hati dalam membagikan dokumen identitas, menjaga kerahasiaan kata sandi, serta memastikan akun digital tidak dapat diakses orang lain.

Ia juga mengingatkan bahwa tidak ada sistem digital yang sepenuhnya aman dari ancaman. Penggunaan kata sandi yang kuat dengan kombinasi huruf besar, huruf kecil, angka, dan karakter tertentu menjadi salah satu langkah dasar untuk memperkuat keamanan akun. (Adv)

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Daerah

Babinsa Koramil 09/Ketol Komsos Bersama Petani, Bahas Perkembangan Harga Tomat

Daerah

Ketua KPA Gayo Alas Dukung Dr. Husnan Harun Pimpin Bappeda Aceh

Daerah

BPDP Dorong Penguatan Kapasitas 133 Pekebun Aceh Timur dan Subulussalam melalui Implementasi ISPO

Daerah

Kanwil Kemenkumham DKI Dorong Pembentukan Posbakum di Kelurahan Manggarai

Daerah

Hati-hati! Penipu Catut Nama Istri Gubernur Aceh Gentayangan di FB dan WA, Modus Bantu Modal Usaha

Daerah

Konferensi Pers: Polres Bener Meriah, Fakta Kematian Sutrisman Terkuak.
Sekda Aceh Utara

Daerah

Sekda Aceh Utara: Pahlawan Adalah Cahaya Jalan Kita

Daerah

Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Polres Aceh Tengah Tebar Kepedulian Lewat “Rabu Berkah” di Panti Asuhan