Home / Daerah / Ekbis

Kamis, 1 Oktober 2026 - 09:34 WIB

BPDP Dorong Penguatan Kapasitas 133 Pekebun Aceh Timur dan Subulussalam melalui Implementasi ISPO

mm Redaksi

Pelatihan Implementasi ISPO bagi 133 pekebun kelapa sawit dari Aceh Timur dan Subulussalam digelar untuk meningkatkan kapasitas dan pemahaman mengenai penerapan standar perkebunan berkelanjutan, Selasa (29/9/2026). Foto: Dok. Istimewa

Pelatihan Implementasi ISPO bagi 133 pekebun kelapa sawit dari Aceh Timur dan Subulussalam digelar untuk meningkatkan kapasitas dan pemahaman mengenai penerapan standar perkebunan berkelanjutan, Selasa (29/9/2026). Foto: Dok. Istimewa

Banda Aceh – Sebanyak 133 pekebun kelapa sawit dari Kabupaten Aceh Timur dan Kota Subulussalam mengikuti pelatihan “Implementasi ISPO Program Pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit” yang dibuka pada 29 September 2026.

Kegiatan yang berlangsung hingga 4 Oktober 2026 tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia pekebun dalam memahami dan menerapkan standar keberlanjutan perkebunan kelapa sawit melalui Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO).

Pelatihan ini diselenggarakan melalui kolaborasi Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Republik Indonesia, dan PT Iskol Agridaya Internasional. Kegiatan tersebut diarahkan untuk memperkuat pemahaman pekebun mengenai pengelolaan perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan sekaligus mendorong penerapan standar yang berlaku di tingkat usaha perkebunan.

Pembukaan pelatihan dihadiri sejumlah pemangku kepentingan, di antaranya Kepala Bidang Usaha Tani, Perizinan Produksi dan Pengelolaan Perkebunan Kabupaten Aceh Timur, Erni Safwar, S.P., Kepala Bidang Perkebunan Kota Subulussalam, Andriansyah, S.ST., Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Aceh, Dr. Ir. Azanuddin Kurnia, S.P., M.P., serta Tulus Tri Margono, S.P., M.P., dari Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Baca Juga :  BNPB Lakukan Operasi Modifikasi Cuaca di Riau untuk Padamkan Karhutla

Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menunjukkan dukungan terhadap peningkatan kapasitas pekebun, khususnya dalam mempersiapkan mereka untuk memahami dan menerapkan prinsip-prinsip perkebunan kelapa sawit berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Erni Safwar, S.P., menekankan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia sebagai bagian dari penerapan standar keberlanjutan kelapa sawit. “Pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen kita bersama dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, khususnya dalam penerapan standar keberlanjutan kelapa sawit.

Sertifikasi ISPO bukan hanya sertifikat, tetapi wujud nyata dari tanggung jawab kita terhadap lingkungan,” ujarnya. Senada dengan hal tersebut, Kepala Bidang Perkebunan Kota Subulussalam, Andriansyah, S.ST., berharap peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan selama mengikuti pelatihan, tetapi juga dapat membagikan pengetahuan tersebut kepada pekebun lainnya di daerah masing-masing. Dengan demikian, pemahaman mengenai standar perkebunan berkelanjutan diharapkan dapat semakin berkembang di tingkat pekebun.

Baca Juga :  Perkuat Ekonomi Gampong, DPMG Banda Aceh Latih Pengelola BUMG dengan Manajemen Profesional

Arahan juga disampaikan oleh Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Aceh, Dr. Ir. Azanuddin Kurnia, S.P., M.P. Ia menegaskan bahwa penerapan ISPO merupakan komitmen bersama dalam mewujudkan pengelolaan perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan. Menurutnya, pelatihan tidak hanya memberikan pemahaman secara teori, tetapi juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk melihat penerapan di lapangan.

“ISPO merupakan komitmen bersama untuk melaksanakan pertanian sawit secara berkelanjutan. Harapannya, dengan pelatihan ini yang tidak hanya terkait teori, tetapi juga ada kegiatan kunjungan lapangan, petani yang sudah mengikuti pelatihan dapat mulai menerapkan standar ISPO di tempatnya masing-masing,” ungkapnya.

Sementara itu, Tulus Tri Margono, S.P., M.P., dari Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Republik Indonesia, menekankan pentingnya penerapan standar keberlanjutan ISPO sebagai bagian dari upaya menunjukkan komitmen perkebunan kelapa sawit Indonesia terhadap pengelolaan yang berkelanjutan.

Baca Juga :  Garuda Spark Innovation Hub Hadir di Banda Aceh, Perkuat Ekosistem Startup dan Talenta Digital

“Dengan upaya penerapan standar keberlanjutan ISPO pada kelapa sawit, kita dapat menjawab dan menunjukkan kepada dunia bahwa perkebunan kelapa sawit tidak merusak lingkungan dan dapat berkelanjutan,” tuturnya.

Melalui pelatihan ini, para pekebun diharapkan tidak hanya memahami standar ISPO secara konseptual, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam pengelolaan perkebunan masing-masing. Kegiatan pembelajaran dan kunjungan lapangan menjadi bagian penting untuk memberikan gambaran mengenai penerapan standar keberlanjutan secara nyata.

Selain meningkatkan kapasitas pekebun, pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan diharapkan dapat diteruskan kepada pekebun lainnya di daerah masing-masing. Dengan demikian, penerapan prinsip perkebunan kelapa sawit berkelanjutan dapat semakin diperkuat di tingkat pekebun.

Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas sumber daya manusia perkebunan kelapa sawit di Aceh Timur dan Subulussalam serta mendorong pengelolaan perkebunan yang produktif, bertanggung jawab terhadap lingkungan, dan berkelanjutan.(***)

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Daerah

Masyarakat Minta Tidak Ada Pihak yang Menghambat Pembangunan Jalan Transmigrasi di Simeulue

Daerah

Bupati Mirwan Resmikan Sekolah Rakyat Terintegrasi di Aceh Selatan, Warga Apresiasi Langkah Pemkab

Daerah

Sambut Hari Bhayangkara, Polda Aceh Gelar Aksi Bersih Pantai di Ulee Lheue
Abrasi

Daerah

Gubernur Aceh Tinjau Abrasi Parah di Lhok Puuk

Daerah

SPS Aceh Mantapkan Persiapan Buka Puasa Bersama 2025
Kapolda Aceh

Daerah

Kapolda Aceh Perkuat Sinergi dengan Komnas Perempuan

Daerah

Jelang 4 Desember, NGO HAM Imbau Jaga Ketertiban
Pangdam IM

Daerah

Pangdam IM dan Bupati Bener Meriah Perkuat Sinergi Daerah