Home / Parlementarial / TNI-Polri

Kamis, 29 Oktober 2026 - 02:24 WIB

HT Ibrahim Dorong Penguatan Anggaran dan Sinergi Pemberantasan Narkotika di Aceh

mm Redaksi

Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, HT Ibrahim, menyampaikan pandangan dalam pertemuan bersama jajaran BNN Provinsi Aceh dan insan pers di Banda Aceh, Rabu (28/10/2026). Foto: Dok. Istimewa

Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, HT Ibrahim, menyampaikan pandangan dalam pertemuan bersama jajaran BNN Provinsi Aceh dan insan pers di Banda Aceh, Rabu (28/10/2026). Foto: Dok. Istimewa

Banda Aceh – Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, HT Ibrahim, S.T., M.M., mengapresiasi kinerja Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam upaya memberantas peredaran gelap narkotika di Aceh. Ia menilai, komitmen dan kerja keras aparat perlu mendapat dukungan dari seluruh elemen masyarakat.

HT Ibrahim menyampaikan apresiasi tersebut dengan menyoroti kesungguhan jajaran BNN dalam menjalankan tugas, meskipun dihadapkan pada keterbatasan anggaran dan sumber daya manusia.

Menurutnya, upaya pemberantasan narkotika di Aceh membutuhkan komitmen kuat, koordinasi lintas lembaga, serta dukungan dari pemerintah dan masyarakat.

Ia juga menilai, Dibawah kepemimpinan Kepala BNN Aceh saat ini Brigjen. Pol. Dr. Dedy Tabrani, S.I.K., M.Si. menunjukkan keseriusan dalam menjalankan tugas.

“Pak Dedy Tabrani  sangat serius menjalankan tugas terutama dalam melindungi generasi muda dari ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika,” kata HT. Ibrahim dalam temu pers di Banda Aceh, Rabu (28/10/2026).

Baca Juga :  Polri Tangkap DPO Kasus Judi Online di Thailand, Tersangka Berhasil Dibawa Pulang ke Indonesia

Kepala BNN Aceh Dedy tidak pernah surut dan pantang menyerah. Meskipun anggaran yang tersedia sangat terbatas.

“Namun upaya pemberantasan narkotika tetap beliau jalankan dengan serius,” tutur HT Ibrahim.

Lalu ia mengungkapkan bahwa, anggaran BNN yang disebutnya hanya sekitar Rp18 miliar per tahun harus digunakan untuk mendukung berbagai kebutuhan operasional, termasuk membiayai pegawai dan pelaksanaan program pemberantasan narkotika.

Dengan keterbatasan tersebut, HT Ibrahim berharap pemerintah memberikan perhatian lebih terhadap kebutuhan anggaran dan penguatan kelembagaan BNN, sehingga upaya pencegahan serta pemberantasan narkotika di Aceh dapat berjalan lebih optimal.

HT Ibrahim yang kerab di sapa Ampon Bram pada moment tersebut juga turut menyinggung keberhasilan pengungkapan pabrik narkotika di Kabupaten Pidie.

Baca Juga :  DPRK Banda Aceh Dorong Penguatan Layanan Rehabilitasi bagi Korban Penyalahgunaan Narkotika

Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi bukti pentingnya sinergiyas antara aparat penegak hukum dan lembaga terkait dalam memutus mata rantai peredaran narkoba di Aceh.

Ia menyebutkan, koordinasi berbagai pihak, termasuk kepolisian dan BNN, menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan operasi pemberantasan narkotika.

Karena itu, Ampon Bram  mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung kerja aparat dengan memberikan informasi apabila mengetahui adanya aktivitas yang diduga berkaitan dengan peredaran gelap narkotika.

Ia juga mengingatkan pentingnya penyampaian informasi yang akurat dan berimbang oleh insan pers, terutama dalam pemberitaan mengenai penindakan kasus narkotika.

Menurut anggota fraksi Demokrat DPR RI ini, pemberitaan perlu memperhatikan ketepatan data, sumber informasi, serta perkembangan resmi yang telah disampaikan oleh pihak berwenang agar tidak menimbulkan kesimpangsiuran di tengah masyarakat.

Ia menegaskan, media memiliki peran strategis dalam mendukung pemberantasan narkoba melalui pemberitaan yang bertanggung jawab sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya narkotika.

Baca Juga :  Momentum Idul Adha, Irfansyah Salurkan Daging Kurban untuk Warga

Kemudian Ampon Bram   menegaskan bahwa pemberantasan narkotika tidak dapat dibebankan hanya kepada BNN dan kepolisian.

Dukungan pemerintah, lembaga pendidikan, tokoh masyarakat, insan pers, serta keluarga sangat dibutuhkan untuk mempersempit ruang gerak jaringan narkotika.

Ia berharap kerja sama yang telah terbangun dapat terus diperkuat, baik dalam penindakan terhadap jaringan peredaran gelap maupun dalam upaya pencegahan dan perlindungan generasi muda.

“Apapun informasi yang diketahui masyarakat terkait peredaran narkotika, hendaknya disampaikan melalui jalur yang tepat agar dapat ditindaklanjuti oleh aparat berwenang,” demikian HT Ibrahim.

Ia menegaskan, komitmen bersama menjadi kunci untuk melindungi masyarakat Aceh dari ancaman narkotika dan mewujudkan lingkungan yang lebih aman bagi generasi mendatang. (**)

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Parlementarial

Anggota DPRA Khalid Pastikan Pelajar Asing di Aceh Aman dan Terlindungi

Aceh Barat

TMMD Ke-127 di Aceh Barat Dinilai Berdampak Positif, Wabup Said: Bukti Kemanunggalan TNI dan Rakyat

Parlementarial

Komisi Informasi Aceh Beri Penghargaan “Informatif” kepada Sekretariat DPRA dengan Nilai 95,2

Daerah

Demi Kemaslahatan Rakyat dan Realisasi Visi-Misi, Anggota DPRK Aceh Selatan Dukung Bupati Segera Usulkan WPR

Parlementarial

Kasus Daycare di Banda Aceh Jadi Sorotan, DPRK Minta Pengawasan Diperketat

Nasional

Kapolri Resmikan Gedung KSPSI AGN Jatim

TNI-Polri

Polres Bener Meriah Gelar Senam Sehat Sambut HUT ke-80 RI

TNI-Polri

Pemkab Aceh Tengah Gelar Karnaval Meriah, Bupati dan Dandim Lepas Ratusan Peserta