Home / Parlementarial

Kamis, 30 April 2026 - 10:46 WIB

Kasus Daycare di Banda Aceh Jadi Sorotan, DPRK Minta Pengawasan Diperketat

mm Redaksi

Ketua Fraksi PKS DPRK Banda Aceh, Tuanku Muhammad. Foto: Dok. DPRK Banda Aceh

Ketua Fraksi PKS DPRK Banda Aceh, Tuanku Muhammad. Foto: Dok. DPRK Banda Aceh

Banda Aceh – Kasus dugaan kekerasan dan penelantaran anak di salah satu yayasan daycare di Kota Banda Aceh menjadi perhatian serius berbagai pihak. Peristiwa tersebut dinilai mencerminkan masih adanya persoalan dalam sistem pengelolaan layanan pengasuhan anak.

Ketua Fraksi PKS DPRK Banda Aceh, Tuanku Muhammad, mengatakan kasus tersebut menunjukkan lemahnya pengawasan terhadap lembaga daycare. Ia menyebut saat ini hanya enam daycare di Banda Aceh yang memiliki izin operasional, sementara lainnya diduga masih beroperasi tanpa izin.

Baca Juga :  DPR Aceh Serahkan Laporan Reses I 2025 

“Kasus ini tidak bisa dianggap sepele. Pengawasan terhadap tempat penitipan anak harus diperketat agar kejadian serupa tidak terulang,” ujar Tuanku Muhammad.

Ia juga menyoroti meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan pengasuhan anak yang harus diimbangi dengan standar operasional yang jelas serta tenaga pengasuh yang kompeten.

Baca Juga :  Respon Keluhan Warga, DPRK Banda Aceh Minta Dishub Tertibkan Parkir Penyebab Kemacetan

Menurutnya, penguatan sistem perlindungan anak menjadi hal yang sangat penting agar keselamatan dan kenyamanan anak tetap terjamin.

Tuanku Muhammad mendorong sejumlah langkah, di antaranya evaluasi menyeluruh terhadap seluruh daycare, penindakan tegas terhadap yang melanggar aturan, penerapan standar Taman Asuh Ramah Anak (TARA), serta tes psikologi dan kesehatan bagi seluruh tenaga pengasuh.

Ia juga meminta pemerintah daerah melalui dinas terkait melakukan asesmen berkala terhadap seluruh TPA dan daycare, serta mengimbau orang tua untuk memastikan tempat penitipan anak yang dipilih telah memiliki izin resmi.

Baca Juga :  Tok! DPRA Sahkan Raqan RPJMA, Ini 18 Tujuan dan 54 Sasaran Lima Tahun Pemerintah Aceh

Kasus ini, lanjutnya, harus menjadi momentum pembenahan sistem pengasuhan anak di Banda Aceh secara menyeluruh.

“Setiap anak berhak tumbuh dalam lingkungan yang aman dan terlindungi. Ini tanggung jawab bersama,” tegasnya.

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Parlementarial

Ketua Komisi III DPRK Aceh Besar Dorong SKPK Percepat Realisasi Proyek APBK 2026 untuk Gerakkan Ekonomi Warga

Daerah

DPRK Banda Aceh Apresiasi Revitalisasi Taman Sari, Perencanaan Penataan RTH Mulai Dilelang

Parlementarial

Farid Nyak Umar Soroti 942 Kasus HIV di Banda Aceh, Remaja Diminta Jadi Garda Edukasi

Parlementarial

Farid Nyak Umar Perkuat Edukasi Gizi dan Pencegahan Stunting di Banda Aceh

Parlementarial

DPRA Minta Aparat Ungkap Motif Dibalik Kabur Napi di Lapas Kutacane

Parlementarial

Ketua DPRA Tegaskan Revisi UUPA Tak Boleh Mengurangi Kekhususan Aceh

Parlementarial

Trofeo Corner Arena Meriahkan HUT ke-81 RI, DPRK Banda Aceh Finis di Posisi Kedua

Aceh Besar

Mundurnya Dua Pejabat Jadi Sorotan, DPRK Aceh Besar Diminta Usut Krisis Internal Pemkab