Home / Pemerintah Aceh

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:04 WIB

KPK Bekali Pj Sekda dan Kepala SKPA Aceh Nilai Integritas dalam Keluarga

mm Redaksi

Pj. Sekda Aceh, Taufik, ST, M.Si, beserta para Kepala SKPA/Biro, mengikuti Bimbingan Teknis Keluarga Berintegritas dengan tema

Pj. Sekda Aceh, Taufik, ST, M.Si, beserta para Kepala SKPA/Biro, mengikuti Bimbingan Teknis Keluarga Berintegritas dengan tema "Mewujudkan Keluarga Berintegritas dengan Nilai-nilai Antikorupsi" yang diselenggarakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, di Anjong Mon Mata, Banda Aceh, Kamis, (22/10/2026). Foto: Dok. Biro Adpim Setda Aceh

Banda Aceh – Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Aceh, Taufik, bersama istri dan seluruh kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) beserta istri masing-masing mengikuti bimbingan teknis (bimtek) Keluarga Berintegritas yang digelar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI di Anjong Mon Mata, Kompleks Meuligoe Gubernur Aceh, Kamis (22/10/2026).

Kegiatan tersebut menghadirkan Wakil Ketua KPK RI, Ibnu Basuki Widodo, sebagai pemateri utama. Ia menekankan bahwa keluarga bisa menjadi benteng integritas sekaligus pintu masuk korupsi apabila nilai kejujuran dan tanggung jawab tidak dijaga.

Baca Juga :  Aminul Mukminin Sebut Bantuan yang di Salurkan oleh Baitul Mal Aceh Sangat Bermanfaat untuk Rakyat

Dalam pemaparannya, Ibnu menjelaskan bahwa keluarga merupakan lingkungan pertama yang membentuk karakter dan perilaku seseorang.

“Nilai kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, dan integritas perlu ditanamkan melalui pendidikan serta keteladanan orang tua,” kata Ibnu.

Wakil Ketua KPK itu juga memaparkan data tindak pidana korupsi periode 2004 hingga triwulan III 2026 yang mencatat 1.892 kasus. Gratifikasi dan penyuapan menjadi modus terbanyak dengan 1.170 kasus, disusul pengadaan barang dan jasa sebanyak 452 kasus.

Selain itu, Ibnu juga menjelaskan tujuh kelompok tindak pidana korupsi, meliputi kerugian keuangan negara, penggelapan dalam jabatan, perbuatan curang, pemerasan, gratifikasi, suap-menyuap, serta benturan kepentingan dalam pengadaan.

Baca Juga :  Pastikan Pemulihan Pertanian Berjalan, Sekda Aceh Tinjau Rehabilitasi Lahan Sawah di Simpang Ulim

Sementara itu, dalam sambutannya, Taufik menyampaikan bahwa membangun pemerintahan bersih tidak cukup hanya melalui regulasi dan penegakan hukum. Penanaman nilai integritas harus dimulai dari keluarga.

Menurutnya, kejujuran, tanggung jawab, kedisiplinan, dan kepedulian tidak hanya diajarkan melalui nasihat, tetapi juga melalui keteladanan orang tua dalam kehidupan sehari-hari.

Taufik menyampaikan apresiasi kepada KPK RI atas pelaksanaan kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya membangun budaya antikorupsi.

Baca Juga :  Gubernur Aceh Ajukan Tambahan Anggaran ke Kemenkeu, Pemerintah Pusat Masih Pelajari Permohonan

Ia menitipkan tiga pesan kepada peserta, yakni menjadikan keluarga sebagai tempat tumbuhnya kejujuran, menanamkan nilai antikorupsi sejak dini, serta menjadi teladan bagi anak-anak.

“Anak-anak lebih mudah meniru perbuatan daripada sekadar mendengarkan nasihat,” demikian pesan Taufik dalam sambutannya.

Taufik menambahkan, Pemerintah Aceh berkomitmen mendukung penguatan integritas dan tata kelola pemerintahan yang baik.

“Keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari kemajuan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari terbentuknya masyarakat yang jujur, amanah, dan bertanggung jawab,” pungkas Taufik. []

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Pemerintah Aceh

Sekda Aceh Hadiri Sidang Terbuka Promosi Doktor T.A. Khalid di Unpad Bandung
Revisi UUPA

Pemerintah Aceh

Mualem Dorong Revisi UUPA dan Perpanjangan Dana Otsus

Daerah

Ketua TP-PKK Aceh Antar Bantuan ke Gampong Kubu Bireuen yang Terisolasi Akibat Banjir

Pemerintah Aceh

Isu JKA Disorot, Ketua PERMAHI Aceh Desak Audit dan Klarifikasi Tuduhan Perampokan Anggaran

Daerah

Pemerintah Aceh Perpanjang Tanggap Darurat hingga 22 Januari, Fokus Pemulihan Enam Klaster

Pemerintah Aceh

Kabar Duka, Mantan Gubernur Aceh dr. Zaini Abdullah Wafat di Banda Aceh

Pemerintah Aceh

Ucapkan Selamat Hari Bhayangkara-80, Mualem Apresiasi Dedikasi Polri

Pemerintah Aceh

Ny. Marlina Muzakir Serahkan Kursi Roda untuk Anak Disabilitas Aceh