Home / Pemerintah Aceh

Senin, 14 September 2026 - 09:53 WIB

Wagub Aceh Fadlullah Hadiri Kenduri Maulid, Tradisi Bungkus Daun Tetap Dipertahankan

mm Redaksi

Wakil Gubernur Aceh, H. Fadhlullah, didampingi Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Aceh, Akar Arafat, S.STP., M.Si, menghadiri khanduri Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Gampong Kayee Jatoe, Kecamatan Glumpang Tiga, Kabupaten Pidie, Minggu (13/9/2026). Foto: Dok. Biro Adpim Setda Aceh

Wakil Gubernur Aceh, H. Fadhlullah, didampingi Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Aceh, Akar Arafat, S.STP., M.Si, menghadiri khanduri Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Gampong Kayee Jatoe, Kecamatan Glumpang Tiga, Kabupaten Pidie, Minggu (13/9/2026). Foto: Dok. Biro Adpim Setda Aceh

Pidie – Wakil Gubernur Aceh Fadlullah, S.E., menghadiri kenduri Maulid Nabi Muhammad SAW di Gampong Kaye Jatoe, Teupin Raya, Kecamatan Glumpang Tiga, Kabupaten Pidie, Minggu (13/9/2026). Kehadiran Fadlullah disambut suasana kenduri yang kental dengan tradisi masyarakat, mulai dari penyajian hidangan dalam bungkus daun hingga makan bersama sebagai bagian dari perayaan Maulid.

Usai salat Zuhur, Fadlullah didampingi Kepala Biro Administrasi Pimpinan (Adpim) Setda Aceh Akar Arafat, S.STP., M.Si., bersama rombongan, berbaur dengan masyarakat dalam kenduri yang digelar di musala setempat.

Baca Juga :  Gubernur Aceh Muzakir Manaf Minta Pembangunan Terowongan Geurutee ke Menteri PU

Aroma masakan khas kenduri menguar dari halaman musala. Beragam hidangan, mulai dari ikan, daging, sayuran, hingga aneka masakan khas Aceh, tersaji dalam bungkus daun. Tradisi tersebut masih dipertahankan oleh masyarakat setempat.

Hidangan kenduri berasal dari sumbangan warga yang mampu dan secara sukarela mengantarkannya ke musala untuk dinikmati bersama.

Tradisi tersebut tidak hanya menjadi ajang makan bersama, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi dan menjaga kebersamaan antarwarga.

Baca Juga :  Buka Puasa Bersama KONI Aceh, Sekda Ungkap Peran Mualem Dongkrak Prestasi Atlet di PON

Menariknya, makanan yang tersisa tidak begitu saja ditinggalkan. Sebagian hidangan sengaja disisakan untuk kemudian dibungkus kembali dan dibawa pulang. Kebiasaan ini menjadi bagian dari tradisi berbagi rezeki sekaligus menjaga keberkahan makanan kenduri.

Kenduri Maulid di Gampong Kaye Jatoe juga dihadiri masyarakat dari sejumlah gampong tetangga.

“Kita mengundang delapan gampong tetangga dalam Kecamatan Glumpang Tiga,” kata tokoh masyarakat setempat, Muhammad Ishak.

Menurut Muhammad Ishak, kenduri Maulid bukan hanya menjadi momentum memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menjadi wadah untuk mempererat silaturahmi dan mempertahankan tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Baca Juga :  Ketua TP-PKK Aceh Antar Bantuan ke Gampong Kubu Bireuen yang Terisolasi Akibat Banjir

Bagi masyarakat Kaye Jatoe, tradisi tersebut merupakan bagian dari identitas sosial yang terus dijaga. Di tengah sajian sederhana dalam bungkus daun dan makan bersama, nilai berbagi serta persaudaraan tetap menjadi bagian penting dalam perayaan Maulid.

Kehadiran Wagub Aceh dalam kenduri tersebut menunjukkan kedekatan pemerintah dengan masyarakat dalam berbagai momentum keagamaan dan sosial yang hidup di tengah masyarakat Aceh.

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Pemerintah Aceh

Hapus Mental Gap, Kadisdik Aceh Dorong Banda Aceh Jadi Role Model Pendidikan

Pemerintah Aceh

Mualem Beri Batas Waktu Sepekan untuk Percepatan Lahan Reintegrasi Eks Kombatan GAM

Daerah

Fadhil Ilyas Kembali Pimpin Bank Aceh Syariah dengan Pengalaman dan Dedikasi Tinggi

Pemerintah Aceh

Sekda Aceh Pimpin Rapat Penyusunan R3P Pascabencana Hidrometeorologi di 18 Kabupaten/Kota

Pemerintah Aceh

Hasil Seleksi Administrasi JPT Aceh Barat Diumumkan, 5 Gugur dan Formasi Dinkes Masih Dibuka
Mualem

Pemerintah Aceh

Mualem Terharu Kenang Abu Razak di Malam Penghargaan Atlet

Daerah

Pemerintah Aceh Perpanjang Tanggap Darurat hingga 22 Januari, Fokus Pemulihan Enam Klaster

Daerah

Sekda Aceh Tegaskan Infrastruktur Dataran Tinggi Prioritas, Akses Jalan Jadi Urat Nadi Ekonomi