Home / Aceh Barat / Pemerintah

Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:56 WIB

Pemkab Aceh Barat Komitmen Percepat Infrastruktur dan Tingkatkan Pelayanan Publik

mm Redaksi

Wakil Bupati Aceh Barat, Said Fadheil, SH menyerahkan dokumen jawaban Bupati terhadap pemandangan umum DPRK mengenai Rancangan Qanun (Raqan) Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBK Tahun Anggaran 2025 kepada pimpinan sidang dalam Rapat Paripurna III Masa Sidang II DPRK Aceh Barat di Meulaboh, Rabu (15/7/2026). Foto: Dok. Pemkab Aceh Barat

Wakil Bupati Aceh Barat, Said Fadheil, SH menyerahkan dokumen jawaban Bupati terhadap pemandangan umum DPRK mengenai Rancangan Qanun (Raqan) Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBK Tahun Anggaran 2025 kepada pimpinan sidang dalam Rapat Paripurna III Masa Sidang II DPRK Aceh Barat di Meulaboh, Rabu (15/7/2026). Foto: Dok. Pemkab Aceh Barat

Meulaboh – Wakil Bupati Aceh Barat Said Fadheil SH menghadiri Rapat Paripurna III Masa Sidang II Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat dengan agenda penyampaian jawaban Bupati terhadap pemandangan umum fraksi-fraksi DPRK atas Rancangan Qanun (Raqan) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBK Tahun Anggaran 2025, di ruang sidang utama DPRK Aceh Barat, Rabu (15/7/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Said menyampaikan apresiasi kepada DPRK atas dukungan yang telah diberikan sehingga Pemerintah Kabupaten Aceh Barat kembali berhasil mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk ke-12 kalinya secara berturut-turut.

“Predikat WTP bukan sekadar capaian administratif, tetapi merupakan wujud komitmen bersama dalam mewujudkan tata kelola keuangan daerah yang transparan, akuntabel, dan berintegritas,” ujar Said.

Baca Juga :  Lowongan Tambang Buka Peluang, Pemohon Kartu AK1 di Aceh Barat Membludak

Terkait tindak lanjut hasil pemeriksaan BPK, Pemkab Aceh Barat telah menginstruksikan seluruh Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) untuk melakukan inventarisasi aset secara menyeluruh serta memberikan sanksi kepada pejabat yang lalai menindaklanjuti rekomendasi pemeriksaan.

Di sektor kesehatan, Pemkab Aceh Barat menargetkan layanan Cathlab mulai beroperasi pada 17 Agustus 2026 setelah seluruh persyaratan sarana, prasarana, dan perizinan terpenuhi. Selain itu, pemerintah juga tengah memetakan kebutuhan insentif bagi tenaga medis yang bertugas di daerah terpencil.

Pada bidang pendidikan, Said menilai penurunan jumlah peserta didik di sekolah negeri menjadi tantangan yang harus dijawab melalui peningkatan mutu pembelajaran, pemerataan tenaga pendidik, serta penguatan koordinasi dengan Kementerian Agama dalam sistem penerimaan peserta didik baru.

Baca Juga :  Aceh Barat Gelar Assessment Profiling ASN untuk Perkuat Kompetensi dan Pengembangan SDM

Sementara itu, di bidang kesejahteraan sosial, Pemkab Aceh Barat terus melakukan pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSN). Hingga Juni 2026, sebanyak 3.645 keluarga telah diperbarui status datanya guna memastikan penyaluran berbagai bantuan sosial berjalan tepat sasaran.

Menanggapi masukan DPRK terkait pembangunan infrastruktur, pemerintah daerah berkomitmen mempercepat pembangunan sejumlah fasilitas strategis, di antaranya pengaspalan jalan menuju SDN Peulanteu, pembangunan Jembatan Alue Sundak–Drien Rampak, serta Jembatan Gantung Simpang Peut–Ujong Simpang dengan menyesuaikan kemampuan fiskal daerah.

Di sektor transportasi dan pertambangan, Pemkab Aceh Barat menegaskan komitmennya menjaga keselamatan masyarakat. Pemerintah telah menginstruksikan perusahaan angkutan batu bara untuk bertanggung jawab memperbaiki kerusakan jalan di lintas Balee–Meureubo–Blang Geunang akibat aktivitas operasional.

Baca Juga :  Bupati Aceh Besar Dampingi Kepulangan Banleg DPR RI Usai Kunker di Aceh

Selain itu, pemerintah daerah juga terus mengawal hak-hak petani sawit dengan melakukan pembinaan terhadap pabrik kelapa sawit agar mematuhi harga Tandan Buah Segar (TBS) sesuai ketetapan pemerintah.

Said menambahkan, Aceh Barat tetap terbuka terhadap investasi, namun setiap investasi harus memberikan manfaat bagi masyarakat dengan mengutamakan penyerapan tenaga kerja lokal serta mematuhi seluruh ketentuan lingkungan hidup.

“Pemkab Aceh Barat juga berdiri bersama Dinas Perhubungan yang saat ini menghadapi gugatan karena menjalankan fungsi pengawasan di lapangan. Semua langkah yang dilakukan semata-mata untuk menegakkan aturan dan melindungi kepentingan masyarakat,” tegasnya.

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Aceh Besar

Wabup Aceh Besar Imbau Pemudik Tidak Ngebut, Tinjau Pos Mudik di Aneuk Galong dan Saree

Aceh Barat

PKK Aceh Barat Dorong Ikan Lumi-Lumi Jadi Ikon Kuliner Khas Daerah

Nasional

Tekanan Fiskal Menguat di Forum APEKSI 2026, Pemerintah Kota Diminta Perkuat Strategi Keuangan

Aceh Barat

Aceh Barat Bentuk Tim Pendampingan UPTD PPA, Tingkatkan Layanan Korban Kekerasan Perempuan dan Anak

Aceh Barat

Tim Terpadu Pemkab Aceh Barat Awasi Pangkalan LPG 3 Kg, Harga Masih Sesuai HET

Parlementarial

Langkah Strategis DPR Aceh dalam Revisi UUPA, Serahkan Draft Final ke Badan Keahlian DPR RI

Aceh Barat

Polres Aceh Barat Intensifkan Patroli Malam Cipta Kondisi

Pemerintah

RPJM 2025–2029 Diserahkan, Pemkab Aceh Timur Siapkan Peta Jalan Pembangunan