Banda Aceh – Pendopo Wali Kota Banda Aceh yang biasanya menjadi tempat kegiatan pemerintahan dan menerima tamu, Kamis malam (16/07/2026), berubah menjadi ruang majelis ilmu yang penuh nuansa religius.
Wali Kota Banda Aceh, Hj. Illiza Sa’aduddin Djamal, secara resmi membuka Kegiatan Kajian Dakwah sebagai bagian dari upaya memperkuat syiar Islam dan meningkatkan pemahaman keagamaan bagi aparatur sipil negara (ASN) serta masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Illiza menyampaikan apresiasi atas antusiasme jamaah yang hadir memenuhi Pendopo Wali Kota. Menurutnya, kajian dakwah tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi akan dijadikan agenda rutin yang melibatkan berbagai unsur masyarakat.
“Insyaallah kegiatan ini tidak hanya berlangsung sekali, tetapi menjadi agenda rutin yang dihadiri seluruh elemen masyarakat, mulai dari ASN, tokoh agama, hingga generasi muda. Tujuannya untuk menambah ilmu dan mendekatkan diri kepada Allah SWT,” ujar Illiza.
Ia menegaskan bahwa kemajuan sebuah kota tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kualitas moral dan karakter masyarakatnya.
Menurut Illiza, kota yang baik lahir dari masyarakat yang gemar menuntut ilmu, menjaga akhlak, serta menjadikan nilai-nilai agama sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
Hal tersebut, lanjutnya, sejalan dengan visi Pemerintah Kota Banda Aceh dalam membangun daerah yang religius, bermartabat, serta tetap mengedepankan pendekatan yang tegas namun humanis dalam penerapan nilai-nilai syariat Islam.
Sementara itu, Kepala Dinas Syariat Islam (DSI) Banda Aceh, Alimsyah, mengatakan Kajian Dakwah tersebut akan dilaksanakan secara rutin setiap minggu dengan peserta yang berbeda.
“Kegiatan ini menyasar berbagai kelompok, mulai dari pejabat struktural dan staf OPD, ibu-ibu majelis taklim, hingga Dharma Wanita Persatuan. Tujuan utamanya meningkatkan wawasan keagamaan sekaligus memperkuat silaturahmi antarwarga dan aparatur sipil negara,” jelas Alimsyah.
Dengan adanya kegiatan tersebut, Pemerintah Kota Banda Aceh berharap budaya belajar dan memperdalam ilmu agama semakin tumbuh di tengah masyarakat.
Editor: Dahlan










