Home / Daerah

Selasa, 21 April 2026 - 15:56 WIB

Pariwasata Abdya, Ampon Bang Tekankan Pembenahan dan Kolaborasi

mm Abdul Rani

Sosialisasi Penyelenggaraan Event Kearifan Lokal di Aula Arena Motel. Foto. Dok. A.Rani/Acehnow.com

Sosialisasi Penyelenggaraan Event Kearifan Lokal di Aula Arena Motel. Foto. Dok. A.Rani/Acehnow.com

Abdya — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Teuku Zulkarnaini yang akrab disapa Ampon Bang, kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong pengembangan sektor pariwisata di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya).

Ia menilai daerah tersebut memiliki potensi besar yang belum tergarap secara maksimal untuk menarik wisatawan, baik dari dalam negeri maupun mancanegara.

Pernyataan tersebut disampaikan Ampon Bang saat menghadiri kegiatan Sosialisasi Penyelenggaraan Event Kearifan Lokal yang berlangsung di Aula Arena Motel, Selasa (21/4/2026).

Dalam kesempatan itu, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan, khususnya pelaku wisata di kawasan Barat Selatan (Barsela), untuk mulai berpikir lebih luas dalam mengembangkan sektor pariwisata.

Menurutnya, selama ini kunjungan wisata ke Abdya masih didominasi oleh wisatawan lokal.

Kondisi tersebut perlu diubah dengan menghadirkan inovasi dan strategi yang mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

“Agar semua itu terwujud, mari kita benahi bersama objek wisata kita mulai sekarang. Buat lebih menarik dan bagus, supaya dilirik wisatawan luar daerah dan mereka mau datang ke sini,” ujar Ampon Bang di hadapan peserta sosialisasi.

Ia menekankan bahwa daya saing destinasi wisata sangat bergantung pada kreativitas dan inovasi dalam pengelolaannya.

Tanpa pembaruan dan pengemasan yang menarik, menurutnya, potensi wisata yang besar tidak akan mampu bersaing dengan daerah lain di Indonesia yang lebih dulu berkembang.

Baca Juga :  Ribuan Pengunjung Padati Adhyaksa Auto Fest 2025, Pangdam IM Beri Apresiasi

Selain aspek pengelolaan destinasi, Ampon Bang juga menyoroti pentingnya peran masyarakat lokal dalam mendukung kemajuan sektor pariwisata.

Ia menyebut bahwa keramahan dan kualitas pelayanan merupakan faktor utama yang dapat memberikan kesan positif bagi wisatawan.

“Kalau mau lokasi wisata kita ramai, kuncinya ada di warga lokal. Harus ramah, pelayanannya baik, dan sopan. Itu yang bikin wisatawan betah. Apalagi Indonesia selama ini dikenal dunia karena keramahannya,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa interaksi pertama antara wisatawan dengan masyarakat setempat sering kali menjadi penentu kesan awal terhadap suatu daerah.

Oleh karena itu, masyarakat diharapkan mampu menjaga sikap dan memberikan pelayanan yang baik agar wisatawan merasa nyaman dan ingin kembali berkunjung.

Di sisi lain, Ampon Bang juga mengakui masih adanya sejumlah kendala yang dihadapi dalam pengembangan pariwisata di Abdya, terutama terkait akses menuju destinasi wisata.

Ia menilai infrastruktur yang belum memadai menjadi salah satu hambatan utama yang perlu segera diatasi.

Sebagai upaya untuk mendukung pengembangan tersebut, ia menyatakan akan mendorong program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) sebagai salah satu solusi yang dapat mengintegrasikan sektor perikanan dan pariwisata.

“Kenapa kita menggandeng KNMP, karena kampung nelayan ini dibangun secara terpadu, dimana kawasan itu nantinya akan dilengkapi dengan fasilitas lengkap seperti adanya kapal, pasar, dan fasilitas pengolahan seperti pasteurisasi,” jelasnya.

Baca Juga :  Dorong Kemandirian Pemuda, BPVP dan Baitul Mal Banda Aceh Siapkan Program Pelatihan Keterampilan

Menurutnya, program tersebut tidak hanya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan, tetapi juga berpotensi menjadi daya tarik wisata berbasis pesisir yang unik dan berkelanjutan.

Lebih lanjut, Ampon Bang menegaskan bahwa pengembangan destinasi wisata harus dimulai dari penetapan resmi oleh pemerintah daerah.

Ia menyarankan agar Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya segera menetapkan desa-desa wisata melalui Surat Keputusan (SK) Bupati.

“Kalau sudah ditetapkan sebagai lokasi wisata lewat SK Bupati, kita sudah memiliki dasar menyangkut dengan anggaran,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa kejelasan status tersebut sangat penting untuk mempermudah proses pengalokasian anggaran serta mempercepat pembangunan infrastruktur pendukung di kawasan wisata.

Tanpa dasar hukum yang jelas, menurutnya, pengembangan wisata akan sulit dilakukan secara optimal.

Sebagai anggota DPR RI Komisi VII yang membidangi sektor pariwisata, Ampon Bang menyatakan kesiapannya untuk mengawal pengembangan wisata Abdya hingga ke tingkat kementerian.

Ia meminta Dinas Pariwisata setempat segera menyusun proposal yang lengkap dan terstruktur, termasuk dokumen Detail Engineering Design (DED).

“Buat saja proposalnya, tapi harus dilengkapi DED atau dokumen perencanaan teknis. Kalau tidak lengkap, nanti tidak akan diterima di kementerian. Kalau semuanya sudah siap, kasih ke saya master plannya, InsyaAllah akan kita perjuangkan,” tegasnya.

Baca Juga :  Satgas Yonif 512/QY Bawa Layanan Kesehatan Gratis, Warga Distrik Waris Sambut Hangat

Ia menambahkan bahwa kelengkapan dokumen perencanaan menjadi syarat utama agar program pengembangan wisata dapat diproses di tingkat pusat.

Dengan adanya dukungan dari pemerintah pusat, ia optimistis pembangunan sektor pariwisata di Abdya dapat berjalan lebih cepat dan terarah.

Ampon Bang juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam mengembangkan sektor pariwisata.

Menurutnya, kolaborasi yang baik akan mempercepat realisasi program dan memastikan bahwa potensi wisata yang ada dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Ia menilai bahwa kemajuan sektor pariwisata tidak bisa dicapai secara parsial atau hanya mengandalkan satu pihak saja.

Diperlukan kerja sama yang erat antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat untuk menciptakan ekosistem wisata yang berkelanjutan.

Dengan berbagai langkah yang direncanakan tersebut, Ampon Bang optimistis Kabupaten Aceh Barat Daya memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi salah satu destinasi unggulan di Aceh.

Bahkan, ia meyakini bahwa dengan pengelolaan yang tepat, Abdya dapat bersaing di tingkat nasional.

“Potensi kita besar, tinggal bagaimana kita mengelola dan mempromosikannya dengan baik. Kalau semua pihak bergerak bersama, saya yakin Abdya bisa menjadi destinasi wisata yang diperhitungkan,” pungkasnya.

Editor: RedaksiReporter: Abdul Rani

Share :

Baca Juga

Daerah

Forikan Aceh Timur Gelar Intervensi Stunting di Desa Lhok Dalam

Daerah

PIKABAS Bank Aceh Salurkan Bantuan Kemanusiaan dan Layanan Kesehatan Spesialis bagi Korban Banjir Aceh

Daerah

Perkuat Peran Baitul Mal Gampong, Gubernur Aceh Usulkan Anggaran Belanja Zakat & Infak Masuk SPID

Daerah

DPD II KNPI Simeulue Menolak Tegas Pengalihan Aceh Hebat Satu

Daerah

Pangdam IM Pastikan Distribusi Tepat Sasaran pada Gerakan Pangan Murah Aceh

Daerah

Gerakan Bersih Masjid, DSI Banda Aceh Bersama Warga Gotong Royong di Lamdingin

Daerah

Kemenag Bener Meriah Siap Rehabilitasi RA Rembune Pondok Ulung di Kecamatan Bandar

Daerah

Mualem Kembali ke Aceh, Disambut Bupati Aceh Timur Sambil Makan Sop di Langsa