Home / Daerah

Rabu, 22 April 2026 - 18:59 WIB

Co Foundation ESAS dan Himpunan Alumni IPB Aceh Dorong Hutan Kota Tibang Jadi Kebun Raya Kota Banda Aceh

mm Tiara Ayu Juneva

Wali Kota Banda Aceh bersama perwakilan ESAS dan Alumni IPB saat kegiatan penanaman pohon di Hutan Kota Tibang, Selasa (21/4/2026). Foto: Dok. Istimewa

Wali Kota Banda Aceh bersama perwakilan ESAS dan Alumni IPB saat kegiatan penanaman pohon di Hutan Kota Tibang, Selasa (21/4/2026). Foto: Dok. Istimewa

Banda Aceh – Yayasan ESAS (Empu Sendok Art Science) bersama Himpunan Alumni IPB menggagas inisiatif strategis untuk mentransformasikan Hutan Kota Tibang di Banda Aceh menjadi kawasan Kebun Raya. Gagasan ini disampaikan dalam rangkaian kegiatan Penanaman Pohon APEKSI (Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia) Wilayah I sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan lingkungan perkotaan sekaligus meningkatkan fungsi edukasi, konservasi, dan sosial ruang terbuka hijau, Selasa (21/4/2026).

Kegiatan penanaman pohon yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan daerah ini tidak hanya berfokus pada rehabilitasi vegetasi, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkenalkan visi jangka panjang pengembangan Hutan Kota Tibang sebagai kebun raya berbasis lokal. Dalam kegiatan tersebut, gagasan ini disambut baik oleh Wali Kota Banda Aceh, Ibu Illiza Sa’aduddin Djamal, yang menyatakan komitmennya untuk mengawal perwujudan kebun raya melalui kolaborasi lintas sektor, sehingga dapat menjadi contoh pengembangan kebun raya di wilayah pesisir.

Co-Founder ESAS, Ibu Felia Salim, menyampaikan bahwa pendekatan art-science yang diusung bertujuan membangun kesadaran ekologis melalui pengalaman ruang yang edukatif dan inspiratif. Secara historis, beliau telah berperan dalam menginisiasi pembangunan Hutan Kota Tibang sejak tahun 2010 hingga 2016 saat menjabat sebagai Wakil Direktur Utama BNI. Berangkat dari pengalaman tersebut, beliau kembali mendorong peningkatan fungsi hutan kota, tidak hanya sebagai sumber oksigen dan ruang relaksasi bagi masyarakat Banda Aceh, tetapi juga sebagai sarana edukasi melalui pengembangan koleksi tanaman yang representatif serta sebagai learning hub bertema bumi sehat, asupan sehat, dan lingkungan sehat.

Baca Juga :  Pemerintah Aceh Sinergi Bersama KPK Menegaskan Komit Dalam Upaya Berantasan Korupsi

Inisiatif ini juga diarahkan untuk menjawab tantangan perubahan iklim yang semakin nyata. Aceh sendiri merasakan dampaknya secara signifikan, sebagaimana terlihat dari kejadian banjir besar beberapa bulan lalu yang turut melumpuhkan berbagai sektor, termasuk ekonomi dan ketahanan pangan.

Sementara itu, Himpunan Alumni IPB Aceh menekankan pentingnya basis keilmuan dalam perencanaan kebun raya, mencakup aspek konservasi biodiversitas, penelitian, serta pengembangan tanaman khas wilayah Aceh. Perwakilan yang hadir dalam kegiatan ini adalah Yusrida Arnita, S.P., M.Sc., dan Ir. M. Nasir, S.Hut., M.Si.

Baca Juga :  Polsek Pintu Rime Gayo Patroli Wisata, Pastikan Pengunjung Aman

“Inisiatif ini diharapkan menjadi model pengelolaan hutan kota yang tidak hanya berfungsi sebagai paru-paru kota, tetapi juga sebagai pusat pembelajaran, konservasi, dan rekreasi berbasis alam,” ujar perwakilan Himpunan Alumni IPB Aceh.

Sebagai tindak lanjut, perumusan detail perencanaan dilaksanakan di Hotel The Pade guna memastikan arah pengembangan yang terstruktur, berbasis kajian ilmiah, dan implementatif.

Hutan Kota Tibang dinilai memiliki potensi ekologis dan spasial yang strategis untuk dikembangkan menjadi kebun raya kota, dengan mempertimbangkan keberagaman hayati lokal serta kebutuhan masyarakat akan ruang terbuka hijau yang berkualitas. Melalui kolaborasi lintas sektor, program ini diharapkan mampu mendorong penguatan identitas ekologis Banda Aceh sekaligus mendukung agenda pembangunan berkelanjutan.

Selain itu, pengembangan hutan kota sebagai kebun raya juga memberikan manfaat langsung bagi lingkungan dan masyarakat, antara lain:

Baca Juga :  Polres Kawal Aksi Honorer, Situasi Kota Tetap Kondusif

Penurunan suhu kawasan: Vegetasi yang rimbun mampu menurunkan temperatur lingkungan sekitar hingga sekitar 2–3 derajat Celsius, sehingga menciptakan iklim mikro yang lebih sejuk dan nyaman. Semakin rapat dan beragam tutupan hijau, semakin besar efek pendinginan yang dihasilkan.

Konsep Bumi Sehat Asupan Sehat (BSASLS): Pendekatan ini menekankan pemulihan fitrah ekosistem yang regeneratif, yakni sistem yang mampu menjaga kualitas tanah dan air secara berkelanjutan. Selain itu, konsep ini juga mendorong kembalinya tanaman endemik serta memperkuat pembelajaran ketersediaan pangan lokal yang sehat dan khas daerah.

Kegiatan Penanaman Pohon APEKSI Wilayah I ini menjadi langkah awal yang konkret dalam merealisasikan visi tersebut, sekaligus mempertegas komitmen bersama dalam menjaga dan mengembangkan lingkungan perkotaan yang resilien, inklusif, dan berkelanjutan.

Untuk informasi lebih lanjut:
Kontak: Yusrida Arnita
Email: yusridarnita@gmail.com
No. HP: 08126993293

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Daerah

Bupati Aceh Timur Hadiri HUT Kejaksaan ke-80, Tekankan Pentingnya Sinergi Penegakan Hukum

Daerah

Pawai Tarhib Ramadan Banda Aceh 2026: Kolaborasi Masyarakat dan Forkopimda Sambut Bulan Suci

Daerah

Kebersamaan Wali Murid dan Sekolah Warnai Hari Perdana di SDN 1 Blang Jorong

Daerah

Menderita Stroke, Pak Jurdin dapat Bantuan Kursi Roda dari Danramil Kluet Aceh Selatan

Daerah

Ditsamapta Polda Aceh Gelar Patroli Humanis di Hari Meugang, Pastikan Suasana Pasar Kondusif

Daerah

Satpol PP dan WH Aceh Besar Tingkatkan Patroli Malam

Daerah

Jelang Aksi Unjuk Rasa, Kapolres Aceh Tamiang Ajak Masyarakat Hindari Anarkisme

Daerah

Polairud Polda Aceh Gelar Donor Darah Sambut HUT ke-75