Home / Daerah

Kamis, 4 September 2025 - 14:58 WIB

Wereng Serang Sawah di Aceh Utara, Dinas Pertanian Lakukan Penyemprotan Massal

mm Syaiful AB

Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Utara bersama petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) menggelar gerakan pengendalian hama wereng batang cokelat (WBC) di Desa Alue Drien, Kecamatan Cot Girek, Kamis (4/9/2025). dok. Ist

Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Utara bersama petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) menggelar gerakan pengendalian hama wereng batang cokelat (WBC) di Desa Alue Drien, Kecamatan Cot Girek, Kamis (4/9/2025). dok. Ist

Aceh Utara – Ancaman hama wereng batang cokelat (WBC) mulai meluas di sejumlah areal persawahan Aceh Utara. Menyikapi kondisi ini, Dinas Pertanian bersama petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) menggelar gerakan pengendalian di Desa Alue Drien, Kecamatan Cot Girek, Kamis (4/9/2025).

Dalam aksi tersebut, petani bersama POPT melakukan penyemprotan massal menggunakan insektisida Applaud yang difasilitasi UPTD BPTPHP-LPHP Peureulak. Langkah ini ditempuh agar serangan tidak menimbulkan kerugian besar bagi petani.

Hasil pemantauan menunjukkan, serangan hama telah muncul di lahan padi varietas MR, Ciherang, Cibatu, Inpari, dan galur berusia 60–80 hari setelah tanam (HST). Dari luas tanam 22 hektare, tercatat 0,75 hektare terserang dengan intensitas sekitar 5 persen.

Baca Juga :  Bupati Aceh Utara Usulkan Bantuan ke Kemensos RI untuk Tangani Abrasi di Lhok Pu’uek

“WBC berbahaya karena bisa menyebabkan gagal panen hingga 100 persen bila tidak dikendalikan sejak dini. Alhamdulillah, hari ini kita bisa melaksanakan pengendalian bersama petani,” kata Koordinator POPT Aceh Utara, Muhammad Nur, S.Pi.

Ia menegaskan, pengendalian tidak cukup hanya dengan pestisida, tetapi juga melalui pola tanam yang baik, menjaga kebersihan lahan, dan pengamatan rutin di sawah. “Petani harus punya ilmu dan usaha. Jangan menunggu serangan meluas baru dilakukan penyemprotan,” tegasnya.

Baca Juga :  Gubernur PBD: APBD Bukan untuk Biayai Pendidikan Pegawai, Fokus pada Kesejahteraan Rakyat

Meski jumlah POPT terbatas, Muhammad Nur memastikan pengawasan tetap dilakukan secara rutin. “Ini sudah menjadi tugas kami untuk menjaga tanaman padi dari ancaman hama,” ujarnya.

Petani Desa Alue Drien, Syahrul, menyambut baik pendampingan yang diberikan dinas. “Selama ini kami sudah berusaha melakukan penyemprotan sendiri, tapi hasilnya kurang maksimal. Dengan adanya pendampingan, kami lebih tenang,” katanya.

Baca Juga :  Dua Saudara dari Pulau Banyak Jalani Perjuangan di Rumah Singgah BFLF Banda Aceh

Selain berharap kegiatan pengendalian hama digelar lebih sering, Syahrul juga meminta pemerintah menjaga kestabilan harga gabah. “Kalau harga gabah jatuh saat panen, kami tetap rugi meski hasilnya bagus,” ungkapnya.

Kegiatan pengendalian hama wereng ini juga dihadiri Ketua BPP Cot Girek Adhar, POPT Aceh Utara Vitri Aulia, PPL Siti Mariah, Mantri Tani Cot Girek Faisal, Babinsa, serta masyarakat setempat.***

Editor: DahlanReporter: Syaiful AB

Share :

Baca Juga

Daerah

Ketua PSI Aceh: Biaya Publikasi Rp500 Ribu Melecehkan Martabat Pers
Kawal Qanun Syariat

Daerah

Kasatpol PP-WH Aceh Ajak Media Kawal Qanun Syariat

Daerah

Ditlantas Polda Aceh Tindak 28 Pengendara Motor tak Pakai Helm

Daerah

USK dan Kodam IM Perkuat Sinergi untuk Pembangunan SDM Aceh

Daerah

43 ASN Formasi 2024 Ikuti Pelatihan Dasar Satpol PP & WH Bener Meriah

Daerah

Komisi VIII DPR RI Dukung Pembangunan Asrama Haji DIY di Kulon Progo, Tingkatkan Kenyamanan Jemaah

Daerah

Kak Ana Dukung Usaha Lokal, NG Konveksi Siap Perluas Pasar

Daerah

Operasi Sikat Seulawah Lampaui Target, Begini Update Tindak Premanisme di Polresta Banda Aceh