Home / Daerah

Jumat, 5 Desember 2025 - 17:13 WIB

Wamenkomdigi: 52 Persen BTS di Aceh Aktif, Kendala Utama Pemulihan Telekomunikasi adalah Suplai Listrik

mm Tiara Ayu Juneva

Wamenkomdigi RI Nezar Patria memberikan keterangan pers di Media Center Posko Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh, Banda Aceh, Jumat (5/12/2025). Foto: Dok. Biro Adpim Setda Aceh

Wamenkomdigi RI Nezar Patria memberikan keterangan pers di Media Center Posko Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh, Banda Aceh, Jumat (5/12/2025). Foto: Dok. Biro Adpim Setda Aceh

Banda Aceh – Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Wamenkomdigi RI) Nezar Patria mengungkapkan bahwa gangguan suplai listrik menjadi hambatan terbesar dalam pemulihan jaringan telekomunikasi di Aceh pascabencana hidrometeorologi.

Hal tersebut disampaikannya pada konferensi pers di Media Center Posko Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh, Lobi Kantor Gubernur Aceh, Jumat (5/12/2025).

Nezar menjelaskan bahwa dari total 3.414 Base Transceiver Station (BTS) yang tersebar di Aceh, baru 52 persen yang kembali beroperasi. Sisanya belum dapat difungsikan karena keterbatasan pasokan listrik.

“Problem utama BTS di Aceh bukan kerusakan akibat banjir, karena sebagian besar lokasinya aman. Kendalanya adalah suplai listrik. Jika listrik normal, Insya Allah BTS bisa berfungsi seperti biasa,” tegasnya.

Baca Juga :  Pekan Ini Warga Miskin Banda Aceh Akan Terima Beras Bantuan dari Pemerintah

Selama masa tanggap darurat, beberapa BTS dioperasikan menggunakan genset, namun penggunaannya tidak bisa penuh 24 jam karena membutuhkan waktu istirahat untuk mencegah kerusakan mesin. Nezar menyebut pasokan BBM juga menjadi faktor penting agar operasional genset tetap berjalan.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Pertamina supaya wilayah-wilayah kritikal mendapat suplai khusus. Menurut laporan, pasokan BBM terus berjalan baik dari laut maupun darat. Pemerintah memastikan distribusi tidak terputus,” ujarnya.

Penguatan Akses Telekomunikasi dengan Starlink

Untuk memperluas akses komunikasi di wilayah terdampak, Kemkomdigi RI menyalurkan 20 unit Starlink. Enam unit telah dikirim ke Aceh Tamiang melalui kapal SAR dan diterima langsung oleh Kepala Dinas Kominfo setempat.

Baca Juga :  Wagub Aceh Dorong Pelayaran Internasional Krueng Geukueh-Penang Beroperasi Maksimal

Tiga unit lainnya disalurkan ke Aceh Tengah dan sedang dalam proses pengiriman. Jumlah yang sama juga dikirim ke Gayo Lues dan Aceh Tenggara.

“Untuk Bener Meriah, ada tiga unit ditambah dua unit lagi yang sedang dalam perjalanan,” jelas Nezar.

Sementara itu, di Pidie Jaya pemerintah menyalurkan satu unit Starlink dan menambah dua unit tambahan. Bireuen memperoleh satu unit, dan dua unit lainnya diperuntukkan bagi Lhokseumawe untuk kemudian dibawa ke Lokop melalui bantuan Danrem Lilawangsa.

Baca Juga :  Polres Perketat Pengamanan Kejurda Motocross Aceh
Apresiasi untuk Operator dan BAKTI

Nezar juga menyampaikan apresiasi kepada operator seluler seperti Telkomsel, Indosat, XLSMART, serta dukungan Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) yang telah mengerahkan peralatan telekomunikasi dan membuka akses satelit di beberapa titik.

“Upaya ini sangat membantu pengungsi berkomunikasi dengan keluarga, terutama karena sebagian wilayah sempat terisolir,” ucapnya.

Ia memastikan pemerintah terus mempercepat pemulihan layanan telekomunikasi. “Jika aliran listrik normal, pemulihan jaringan diperkirakan dapat mencapai lebih dari 90 persen,” pungkasnya.

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Daerah

Pohon Tumbang Rusak Rumah Warga, Polsek Bebesen Langsung Turun Tangan

Daerah

Bupati Asahan Dukung Kejurnas Grasstrack Jadi Agenda Tahunan
Kak Na

Daerah

Kak Na Tersentuh Bocah Angkut Air, Dorong Posyandu Aktif

Daerah

Polwan Ambil Alih Patroli Jumat di Mapolres Aceh Tamiang

Daerah

Wagub Aceh Dorong Pelayaran Internasional Krueng Geukueh-Penang Beroperasi Maksimal

Daerah

Polres Lhokseumawe Patroli Pusat Ekonomi Cegah Premanisme

Daerah

Tunaikan Janji, Illiza Bayar Gaji ke-13 ASN

Daerah

Anggota DPRA Iskandar Perkuat Sinergi dengan Wartawan Simeulue Lewat Agenda Reses