Home / Pemerintah Aceh

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 16:35 WIB

Wali Nanggroe Aceh Kembali dari Malaysia, Disambut Majelis Syura dan Prosesi Peusijuek

mm Redaksi

Wali Nanggroe Aceh Tgk. Malik Mahmud Al Haythar mengikuti prosesi peusijuek yang digelar sebagai bentuk syukur atas kepulangannya dari pengobatan di Penang, Malaysia, di Meuligoe Wali Nanggroe, Rabu (30/9/2026). Foto: Dok. Istimewa

Wali Nanggroe Aceh Tgk. Malik Mahmud Al Haythar mengikuti prosesi peusijuek yang digelar sebagai bentuk syukur atas kepulangannya dari pengobatan di Penang, Malaysia, di Meuligoe Wali Nanggroe, Rabu (30/9/2026). Foto: Dok. Istimewa

Banda Aceh — Setelah kembali dari pengobatan di Penang, Malaysia, Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Wali Nanggroe Aceh, Tgk. Malik Mahmud Al Haythar, disambut oleh Majelis Syura Lembaga Wali Nanggroe, Katibul Wali, serta jajaran struktural Sekretariat Lembaga Wali Nanggroe Aceh di Meuligoe Wali Nanggroe, Rabu (30/9/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Wali Nanggroe mengikuti prosesi peusijuek yang dilakukan oleh Ketua Majelis Adat Aceh (MAA) Aceh, Prof. Dr. Drs. Yusri Yusuf, M.Pd. Ketua Majelis Tuha Peuet Lembaga Wali Nanggroe Tgk. H. Azhari Alatif (Abati Seulimum) dan Ketua Majelis Fatwa Lembaga Wali Nanggroe Tgk. Ir. H. Muhammad Isa Musa.

Baca Juga :  Polda Aceh dan Pemerintah Bentuk Satgas, SPBU Nakal Terancam Denda dan Pengurangan Kuota

Kabag Kerjasama dan Humas Wali Nanggroe, Zulfikar Idris mengatakan, prosesi peusijuek tersebut menjadi ungkapan rasa syukur atas kesehatan dan kepulangan Wali Nanggroe ke, sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen dalam menjaga dan melestarikan adat serta budaya Aceh.

Wali Nanggroe mengaku terharu mengikuti prosesi peusijuek tersebut. Menurutnya, tradisi peusijuek mengingatkan dirinya pada adat dan budaya Aceh pada masa lalu.

“Prosesi peusijuek ini membuat saya terharu. Tradisi ini mengingatkan saya pada adat Aceh pada masa lalu. Oleh karenanya, lestarikan budaya dan adat istiadat ini hingga menjadi warisan untuk anak cucu kita,” ujar Wali Nanggroe.

Baca Juga :  Chaidir Resmi Plt. Kadis Sosial Aceh, Siap Maksimalkan Layanan

Sementara itu, Ketua MAA Aceh, Prof. Dr. Drs. Yusri Yusuf, M.Pd., menyampaikan bahwa peusijuek merupakan wujud rasa syukur kepada Allah SWT atas kesehatan yang diberikan kepada Wali Nanggroe sehingga dapat kembali ke Aceh dan berkumpul kembali di Meuligoe Wali Nanggroe.

“Alhamdulillah, acara hari ini merupakan bentuk rasa syukur kita kepada Allah SWT atas kesehatan yang diberikan kepada Paduka Yang Mulia Wali Nanggroe dan beliau dapat kembali ke tanah air, kembali ke Meuligoe,” kata Yusri Yusuf.

Baca Juga :  Program MBG Berpotensi Putar Rp7 Triliun, Sekda Aceh Minta Bahan Baku Dibeli dari Daerah

Menurutnya, rasa syukur tersebut diwujudkan melalui prosesi peusijuek sebagai bagian dari upaya merawat dan mempertahankan adat serta budaya Aceh.

Ia menambahkan, prosesi tersebut mendapat sambutan positif dari Wali Nanggroe yang merasa bahagia dan berterima kasih atas perhatian serta komitmen bersama dalam menjaga adat dan budaya Aceh.

“Ini merupakan bagian daripada tugas dan tanggung jawab Paduka Yang Mulia Wali Nanggroe. Saya kira Wali juga merasa sangat senang, bersyukur dan berbahagia karena kita semua berkomitmen menjaga adat dan budaya kita,” ujar Yusri.[]

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Pemerintah Aceh

Sekda Aceh Tinjau Progres Arena Utama MTQ ke-35 di Pidie Jaya

Pemerintah Aceh

Ombudsman Aceh Tindaklanjuti Dugaan Pungutan Sertifikasi Guru, Gunakan Mekanisme RCO

Pemerintah Aceh

Biro PBJ Setda Aceh Salurkan Donasi Rp12,3 Juta untuk Korban Gempa NTT

Pemerintah Aceh

Gubernur Aceh Muzakir Manaf Serahkan Cendera Mata untuk Keluarga Pahlawan di HUT RI ke-80

Pemerintah Aceh

Plt Sekda Aceh Dorong Zakat dan Wakaf Jadi Penggerak Ekonomi Umat

Pemerintah Aceh

Majelis Adat Aceh Resmi Dikukuhkan, Wali Nanggroe Minta Adat Jadi Pedoman Hidup Masyarakat

Pemerintah Aceh

Remaja Aceh Unjuk Bakat di Malam Puncak Duta GenRe 2025

Pemerintah Aceh

Sekda Aceh Terima Kunjungan Pengurus MAA