Home / Pemerintah Aceh

Senin, 8 September 2025 - 15:56 WIB

Wagub Aceh Ikuti Rakor Inflasi dan Kemiskinan Nasional

mm Syaiful AB

Wakil Gubernur Aceh, H. Fadhlullah SE., didampingi Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir, mengikuti rapat koordinasi (rakor) pengendalian inflasi daerah yang digelar secara daring melalui aplikasi Zoom, Senin (8/9/2025). dok. Ist

Wakil Gubernur Aceh, H. Fadhlullah SE., didampingi Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir, mengikuti rapat koordinasi (rakor) pengendalian inflasi daerah yang digelar secara daring melalui aplikasi Zoom, Senin (8/9/2025). dok. Ist

Banda Aceh – Wakil Gubernur Aceh, H. Fadhlullah SE., didampingi Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir, mengikuti rapat koordinasi (rakor) pengendalian inflasi daerah secara daring melalui aplikasi Zoom, Senin (8/9/2025). Rakor ini dipimpin Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, dengan fokus pembahasan inflasi, pengendalian kemiskinan, serta situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) pasca sejumlah aksi demonstrasi di berbagai daerah.

Dalam arahannya, Mendagri Tito meminta kepala daerah memperkuat komunikasi dan koordinasi bersama Forkopimda guna menjaga stabilitas wilayah. Ia menekankan pentingnya pendekatan kepada masyarakat melalui tokoh berpengaruh, doa bersama lintas agama, serta program pro-rakyat seperti pasar murah dan bantuan sosial.

Baca Juga :  Mualem Tolak Opsi Kelola Bersama, Tegaskan Pulau adalah Hak Aceh

“Jangan membuat acara seremonial yang terkesan hura-hura dan pemborosan. Hindari flexing kemewahan, baik oleh pejabat maupun keluarganya. Kepala daerah harus tampil sederhana, low profile, dan menenangkan dalam setiap pernyataan publik,” tegas Tito.

Mendagri juga menginstruksikan penundaan seluruh agenda luar negeri pejabat daerah, memastikan kepala daerah tetap berada di wilayah masing-masing, serta mempercepat perbaikan fasilitas publik yang rusak. Ia mendorong pengaktifan kembali siskamling di tingkat RT/RW untuk memperkuat keamanan lingkungan.

Baca Juga :  Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh Tegaskan Komitmen Bersih, Transparan, dan Pro-Rakyat

Sementara itu, Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, menekankan strategi terpadu untuk menekan angka kemiskinan. Pemerintah menargetkan penurunan angka kemiskinan nasional hingga 5 persen pada 2029, dengan rata-rata penurunan 0,86 persen per tahun.

“Ini bukan pekerjaan mudah, tetapi bisa dicapai dengan kolaborasi. Tahun 2025, pemerintah telah mengalokasikan Rp503,2 triliun untuk perlindungan sosial, mulai dari jaminan sosial, bantuan tepat sasaran, pemberdayaan tenaga kerja, hingga penciptaan peluang usaha,” ujar Muhaimin.

Baca Juga :  Mualem Keluarkan Rekom Calon Pengurus Bank Aceh, Kandidat Diminta Persiapkan Dokumen Proses ke OJK

Muhaimin menegaskan perlunya memperluas akses dokumen kependudukan, meningkatkan keterampilan tenaga kerja, serta memperkuat akses pembiayaan bagi UMKM. Ia mendorong pemerintah daerah aktif melakukan konsolidasi program dan intervensi anggaran agar penanggulangan kemiskinan berjalan efektif hingga ke tingkat desa.***

Editor: DahlanReporter: Syaiful AB

Share :

Baca Juga

Pemerintah Aceh

Dugaan Fee Program Revitalisasi Sekolah di Bireuen, SAPA Minta Dinas Pendidikan Aceh Bertindak Tegas

Pemerintah Aceh

Aceh dan DPSMAI Bahas Investasi Berkelanjutan di Berbagai Sektor

Pemerintah Aceh

Peresmian Dua Bendungan Aceh, Gubernur Mualem Berterimakasih pada Presiden Prabowo

Pemerintah Aceh

Syafrial: Tuduhan Sekda Aceh Kerahkan Buzzer Tidak Berdasar dan Cenderung Fitnah

Pemerintah Aceh

Plt. Sekda Aceh Tegaskan Komitmen Pemerintah Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Pemerintah Aceh

Biro PBJ Aceh Berkomitmen Perkuat Kapasitas SDM Pengadaan untuk Tata Kelola Anggaran yang Efektif

Pemerintah Aceh

Soroti Dugaan Kejanggalan Pendapatan, SAPA Minta Audit Independen Aset Masjid Raya Baiturrahman

Ekbis

Cadangan Gas Raksasa Andaman Berpotensi Dongkrak Ekonomi Aceh, Usman Lamreung Soroti Keterlibatan Daerah