Home / Pendidikan

Jumat, 18 September 2026 - 19:23 WIB

Faizar Rianda Sekolah Rakyat Harapan Baru Memutus Rantai Kemiskinan

mm Redaksi

Salah seorang pemuda Kota Lhokseumawe, Faizar Rianda. Foto: Dok. Istimewa

Salah seorang pemuda Kota Lhokseumawe, Faizar Rianda. Foto: Dok. Istimewa

Lhokseumawe – Program Sekolah Rakyat yang digagas pemerintah dinilai menjadi salah satu harapan baru dalam upaya memutus rantai kemiskinan antargenerasi melalui akses pendidikan yang lebih luas bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera dan miskin ekstrem.

Sekolah Rakyat merupakan program pendidikan berasrama gratis mulai jenjang SD hingga SMA. Program tersebut diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu dengan tujuan memberikan kesempatan memperoleh pendidikan sekaligus dukungan kebutuhan dasar secara terpadu.

Salah seorang pemuda Kota Lhokseumawe, Faizar Rianda, mengatakan kehadiran Sekolah Rakyat di Lhokseumawe memiliki potensi besar sebagai bentuk intervensi khusus pemerintah dalam memberikan kesempatan pendidikan kepada kelompok masyarakat yang selama ini memiliki keterbatasan akses.

Baca Juga :  Ketua TP PKK Aceh Kunjungi SLB Negeri Pembina Aceh Tamiang, Bagikan Seragam dan Motivasi Siswa

“Pendekatan ini memberikan kesempatan bagi kelompok masyarakat bawah untuk dapat mengakses fasilitas pendidikan yang setara dan menyeluruh. Para siswa tentu memperoleh tempat tinggal, makanan, pakaian, perlengkapan belajar, serta layanan kesehatan secara gratis,” kata Faizar, Kamis (17/9/2026).

Menurutnya, konsep pendidikan yang terintegrasi tersebut dapat memberikan ruang bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh pendidikan secara lebih layak tanpa terbebani kebutuhan dasar selama mengikuti proses pembelajaran.

Baca Juga :  ATENSI 2025 Resmi Ditutup, Sabri Ajak Siswa Aceh Terus Berkarya dan Berprestasi

Namun demikian, Faizar menilai pelaksanaan program tersebut juga perlu mendapat perhatian dari sisi kebijakan publik. Menurutnya, terdapat potensi ketimpangan apabila alokasi anggaran dan perhatian pemerintah terlalu terpusat pada Sekolah Rakyat, sementara sekolah negeri yang sudah ada masih menghadapi berbagai persoalan sarana, prasarana, maupun kualitas layanan pendidikan.

“Jangan sampai muncul ketimpangan baru. Ketika perhatian dan anggaran pemerintah terlalu berfokus pada Sekolah Rakyat, sementara sekolah-sekolah negeri biasa yang kondisinya sudah buruk justru terabaikan atau terbengkalai,” ujarnya.

Selain persoalan pemerataan perhatian dan anggaran, kata Faizar, pemerintah juga perlu memperhitungkan keberlanjutan pembiayaan program tersebut dalam jangka panjang.

Baca Juga :  Sekolah di Aceh Besar Dilarang Lakukan Study Tour dan Wisuda, Hingga Perpisahan

“Pemerintah juga dihadapkan pada persoalan ketahanan anggaran untuk biaya operasional jangka panjang serta tantangan pemerataan mutu tenaga pendidik,” katanya.

Karena itu, Faizar menegaskan dukungan terhadap program Sekolah Rakyat harus dibarengi dengan pengawasan yang ketat agar pelaksanaannya benar-benar tepat sasaran dan memberikan manfaat bagi masyarakat yang menjadi penerima program.

“Pemerintah harus memastikan pelaksanaannya berbasis data, transparan, dan terhubung secara utuh dengan pembenahan sistem pendidikan nasional,” pungkasnya.

Editor: DahlanReporter: Muhammad Iqbal

Share :

Baca Juga

Pendidikan

Wakil Gubernur Aceh Lanjutkan Studi S2 di USK, Rektor Apresiasi Komitmen Tingkatkan Kapasitas Diri

Pemerintah Aceh

Gubernur Aceh Mualem Lantik 248 Kepala Sekolah, Minta Jaga Akhlak dan Karakter Generasi Muda

Pemerintah Aceh

Sekda Aceh Hadiri Sidang Terbuka Promosi Doktor T.A. Khalid di Unpad Bandung

Nasional

Prestasi Nasional: SDN 50 Banda Aceh Sabet Juara Umum ONMIPASA 2026 dan Dua Gelar Absolute Winner

Pendidikan

FH USK Gelar Kuliah Umum, Hadirkan Dua Hakim Agung Mahkamah Agung RI

Daerah

Empat Siswa Aceh Raih Prestasi Nasional di FLS3N, Plt. Kadisdik Aceh: Ini Bukti Anak Kita Mampu Bersaing

Pemerintah Aceh

Disdik Aceh Himbau Sekolah Tak Wajibkan Wisuda, Utamakan Pemulihan Ekonomi Orang Tua

Pendidikan

Pendidikan Gratis di Dayah Raudhatul Jannah Al-Malasyi Al-Munawarah Pidie Jaya