Home / Pemerintah Aceh / Pendidikan / Sosial

Senin, 27 Juli 2026 - 20:14 WIB

Dialog Hari Anak Nasional, Ketua TP PKK Aceh Serukan Perlindungan Anak dari Bullying

mm Redaksi

Ketua TP PKK Aceh Ny. Marlina Muzakir, foto bersama usai menyerahkan piagam penghargaan pada dialog bersama Forum Anak Tanoh Rencong, di Meuligoe Gubernur Aceh, Banda Aceh, Jum’at (24/7/2026) malam. Foto: Dok. Biro Adpim Setda Aceh

Ketua TP PKK Aceh Ny. Marlina Muzakir, foto bersama usai menyerahkan piagam penghargaan pada dialog bersama Forum Anak Tanoh Rencong, di Meuligoe Gubernur Aceh, Banda Aceh, Jum’at (24/7/2026) malam. Foto: Dok. Biro Adpim Setda Aceh

Banda Aceh – Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Aceh, Marlina Muzakir, mengajak seluruh anak di Aceh untuk berani melawan segala bentuk perundungan (bullying) dan kekerasan terhadap anak. Ajakan tersebut disampaikan saat berdialog bersama Forum Aneuk Tanoh Rencong di Meuligoe Gubernur Aceh, Jumat (24/7/2026) malam.

Perempuan yang akrab disapa Kak Na itu menegaskan bahwa anak-anak tidak boleh takut melaporkan tindakan kekerasan maupun perundungan yang terjadi di lingkungan sekitar mereka.

“Ananda semua harus berani melawan segala bentuk kekerasan terhadap anak yang terjadi di lingkungan ananda. Jika menemukan kasus kekerasan, bullying, dan jenis kejahatan anak lainnya, ananda bisa melaporkan kepada aparat berwajib,” ujar Kak Na.

Baca Juga :  Bunda PAUD Aceh Sosialisasikan Pola Makan Sehat B2SA di Aceh Selatan

Selain melapor kepada aparat, Kak Na juga membuka ruang komunikasi bagi anak-anak melalui media sosial. Menurutnya, anak-anak dapat menyampaikan laporan secara langsung melalui pesan pribadi agar dapat diteruskan kepada pihak terkait di daerah masing-masing.

Dalam dialog tersebut, Kak Na turut menyampaikan keprihatinannya terhadap kasus kekerasan yang menimpa seorang anak di Kabupaten Aceh Timur beberapa waktu lalu.

Menurutnya, meskipun tindakan anak tersebut melakukan kesalahan, penyelesaian dengan kekerasan bukanlah langkah yang dapat dibenarkan.

“Apa yang dilakukan anak tersebut memang sebuah kesalahan. Namun menghukum seorang bocah yang kedapatan mengambil uang hanya sebesar Rp10 ribu dengan cara yang brutal tentu merupakan kesalahan besar,” katanya.

Baca Juga :  Wali Nanggroe Tekankan Rehabilitasi Pascabencana Aceh Harus Transparan dan Terintegrasi

Kak Na mengimbau para orang tua untuk terus menanamkan nilai kejujuran, tanggung jawab, serta mengajarkan anak agar tidak mengambil sesuatu yang bukan menjadi haknya.

Di sisi lain, ia juga mengajak masyarakat agar lebih bijaksana dalam menyikapi berbagai bentuk kenakalan anak dan remaja.

Menurutnya, sebelum memberikan hukuman, masyarakat perlu memahami latar belakang yang menyebabkan seorang anak melakukan suatu tindakan.

“Bisa jadi ia lapar atau memiliki kebutuhan mendesak yang belum mampu dijangkau nalar seorang anak sehingga terpaksa mengambil jalan pintas,” ujarnya.

Karena itu, Kak Na mengajak masyarakat untuk lebih peka terhadap kondisi sosial di lingkungan sekitar serta mengedepankan pendekatan yang humanis dalam menyelesaikan persoalan yang melibatkan anak.

Baca Juga :  Siswa di Pekalongan Olah Limbah Jagung Jadi Lampu Relaksasi

Ia menegaskan bahwa pendidikan dan perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama karena anak-anak adalah generasi penerus Aceh.

Menutup dialog, Kak Na mengucapkan selamat memperingati Hari Anak Nasional Tahun 2026 kepada seluruh anak di Aceh.

Ia berharap seluruh anak Aceh tumbuh menjadi pribadi yang saleh, sehat, tangguh, dan mampu bersaing di masa depan, serta mengajak mereka hadir pada puncak peringatan Hari Anak Nasional yang digelar di Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Asisten Administrasi Umum Sekda Aceh, A. Murthala, serta Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Aceh, Ceh Meutia Juliana.

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

News

Tegakkan SI, Kadis Syariat Islam Apresiasi langkah WaliKota

Pendidikan

Dinas Pendidikan Aceh Gelar Survei Kepuasan Masyarakat untuk Tingkatkan Layanan

Pemerintah Aceh

Wagub Aceh Terima Audiensi MPU, Bahas Keseragaman Penerapan Hukum Mawaris

Pendidikan

9.000 Mahasiswa Baru Ikuti PBAK UIN Jakarta 2025, Hadirkan Tokoh Nasional dan Publik Figur

Pemerintah Aceh

Remaja Aceh Unjuk Bakat di Malam Puncak Duta GenRe 2025

Pemerintah Aceh

TCK Kemenkes RI Angkatan IV Dilepas di Aceh, Dukung Pemulihan Bencana Hidrometeorologi

Pendidikan

Beasiswa Indonesia Bangkit Sasar Perguruan Tinggi Dunia, Ini Rinciannya

Pendidikan

PPG 2025 Libatkan 3.700 Guru, Dorong Peningkatan Kualitas Pendidikan Hindu