Banda Aceh – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Aceh menyatakan kesiapan berkolaborasi dengan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Zainoel Abidin dan Baitul Mal Aceh dalam menyalurkan bantuan kaki palsu bagi masyarakat yang membutuhkan di seluruh wilayah Aceh.
Komitmen tersebut disampaikan Ketua TP PKK Aceh, Marlina Muzakir, usai menyerahkan bantuan kaki palsu kepada pasien RSUD dr Zainoel Abidin, bantuan donasi pegawai RSUDZA untuk korban banjir bandang, serta peluncuran Duta Pelayanan Rawat Jalan, di Auditorium RSUDZA, Selasa (6/1/2026).
“Kader TP PKK Aceh yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota siap berkolaborasi dengan RSUDZA dan Baitul Mal Aceh untuk menyalurkan bantuan kaki palsu kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujar Marlina Muzakir yang akrab disapa Kak Na.
Menurut Kak Na, TP PKK Aceh siap menggerakkan para kader hingga ke tingkat gampong untuk melakukan pendataan calon penerima manfaat. Data tersebut selanjutnya akan disampaikan kepada RSUDZA dan Baitul Mal Aceh sebagai dasar penyaluran bantuan.
“Dengan kolaborasi ini, Insya Allah masyarakat yang membutuhkan dapat segera memperoleh kaki palsu sehingga mampu kembali beraktivitas dan meningkatkan produktivitas mereka,” katanya.
Kak Na juga menekankan pentingnya membangun bank data penerima manfaat. Menurutnya, data tersebut dibutuhkan karena kaki palsu memiliki masa pakai tertentu dan perlu diganti secara berkala, terutama bagi penerima manfaat yang masih dalam usia pertumbuhan.
“Harus ada data yang terintegrasi, mulai dari siapa yang telah menerima, sudah berapa lama digunakan, hingga kapan layak diganti. Jika sudah waktunya, maka segera dilakukan penggantian atau pengukuran ulang agar bantuan ini berkelanjutan,” jelasnya.
Sementara itu, Plt Direktur Utama RSUDZA, Hanif, menyampaikan bahwa kerja sama dengan Baitul Mal Aceh dalam program kaki palsu telah berjalan selama dua tahun. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi masyarakat Aceh yang mengalami cacat bawaan maupun cacat akibat penyakit atau amputasi.
“Tahun ini Baitul Mal Aceh menyiapkan anggaran untuk 100 kaki palsu. Namun, karena keterbatasan kapasitas produksi, RSUDZA baru mampu memproduksi dan menyalurkan 36 unit kepada masyarakat,” ungkap Hanif.
Di kesempatan yang sama, Ketua Baitul Mal Aceh, Tgk Muhammad Yunus, menjelaskan bahwa pihaknya selama ini aktif bekerja sama dengan RSUDZA dalam berbagai program sosial, termasuk penyaluran kaki palsu dan bantuan pengobatan penyakit kronis lainnya.
Tgk Yunus turut mengapresiasi langkah Ketua TP PKK Aceh yang akan mengerahkan seluruh kader PKK di Aceh untuk membantu proses pendataan calon penerima manfaat.
“Kami sangat mengapresiasi dukungan TP PKK Aceh. Dengan pendataan yang lebih luas dan terstruktur, bantuan ini akan lebih tepat sasaran,” pungkasnya.
Editor: Dahlan













