Home / Nasional

Jumat, 24 Juli 2026 - 18:01 WIB

Tokoh Pemuda Papua Kecam Pembunuhan Tiga Warga Sipil di Yahukimo dan Mendukung Langkah Penegakan Hukum

mm Redaksi

Sekjen DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia Papua, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya menjaga keamanan sebagai fondasi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Papua, Jumat (24/7/2026). Foto: Dok. Istimewa

Sekjen DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia Papua, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya menjaga keamanan sebagai fondasi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Papua, Jumat (24/7/2026). Foto: Dok. Istimewa

Jayapura – Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Barisan Merah Putih Republik Indonesia Papua Ali Kabiay mengecam keras pembunuhan tiga warga sipil di Kabupaten Yahukimo yang diduga dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang mengatasnamakan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat–Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM).

Ali mengatakan peristiwa tersebut menimbulkan keprihatinan mendalam karena para korban merupakan warga sipil biasa dan Orang Asli Papua yang tidak memiliki keterkaitan dengan aparat keamanan.

“Kami sangat miris melihat aksi pembunuhan yang dilakukan secara sadis terhadap warga sipil. Ketiga korban adalah masyarakat biasa yang memiliki keluarga, anak, istri, orang tua, dan kehidupan yang harus mereka jalani,” kata Ali dalam keterangannya di Jayapura.

Baca Juga :  Pembangunan IKN Masuk Fase Kedua, Lelang Mulai Akhir Juni

Menurut dia, tindakan kekerasan yang menyasar masyarakat Papua sendiri menimbulkan pertanyaan besar mengenai tujuan kelompok tersebut, terlebih video pembunuhan turut disebarluaskan sehingga menimbulkan ketakutan di tengah masyarakat.

Ia menilai penyebaran rekaman tersebut merupakan bentuk intimidasi yang bertujuan menciptakan rasa takut di kalangan warga. Karena itu, masyarakat diminta tidak terprovokasi dan tetap mempercayakan keamanan kepada aparat negara.

Ali mengajak seluruh masyarakat Papua, khususnya di Yahukimo, untuk bersatu menolak segala bentuk kekerasan yang mengancam keselamatan warga sipil.

“Masyarakat berhak hidup aman dan damai di atas tanahnya sendiri tanpa ancaman dan kekerasan. Karena itu, kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersatu melawan tindakan yang merugikan rakyat Papua,” ujarnya.

Baca Juga :  Istana Pastikan Prabowo Putuskan Polemik 4 Pulau Berdasarkan Aspirasi-Historis

Ia menegaskan bahwa para korban bukan anggota TNI maupun Polri, melainkan warga sipil yang menjalani aktivitas sehari-hari bersama keluarga mereka.

Menurut Ali, pembunuhan terhadap warga sipil merupakan pelanggaran hak asasi manusia yang serius dan tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun.

Selain itu, pihaknya menyatakan dukungan terhadap langkah-langkah penegakan hukum yang dilakukan aparat keamanan, termasuk Satgas Operasi Damai Cartenz, dalam menjaga stabilitas keamanan dan melindungi masyarakat dari ancaman kelompok bersenjata.

“Kami mendukung upaya aparat keamanan dalam menindak pelaku kekerasan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi. Kami juga mendoakan agar Satgas Operasi Damai Cartenz dapat menjalankan tugasnya dengan baik demi menciptakan situasi yang aman dan kondusif di Papua,” katanya.

Baca Juga :  OJK dan Bareskrim Geledah Kantor PT MASI di Jakarta Selatan, Usut Dugaan Manipulasi IPO Rp14,5 Triliun

Ali menambahkan bahwa keamanan merupakan faktor penting dalam mendorong pembangunan daerah. Menurut dia, kondisi keamanan yang kondusif akan membuka ruang bagi pertumbuhan ekonomi, investasi, pendidikan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Jika wilayah aman, anak-anak dapat bersekolah dengan tenang, mama-mama dapat berjualan di pasar, dan masyarakat dapat beraktivitas di kebun maupun tempat usaha mereka. Keamanan akan menjadi fondasi bagi kemajuan Papua,” ujarnya.

Ia berharap seluruh elemen masyarakat terus mendukung upaya menjaga kondusivitas wilayah sehingga pembangunan, pelestarian budaya, dan kehidupan sosial masyarakat Papua dapat berjalan dengan baik.

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Nasional

Irjen Kemenag Khairunas: Bersih-Bersih Harus Dimulai dari Diri Sendiri

Nasional

Menag: 80 Pesantren Butuh Perhatian Terkait Struktur Bangunan

Aceh Besar

Cakupan BPJS Capai 98 Persen, Aceh Besar Terima UHC Award 2026

Nasional

Prabowo Kenakan Pakaian Adat Melayu Saat Pimpin Upacara HUT RI ke-80

Nasional

Solidaritas Lintas Daerah, Bantuan untuk Aceh Tembus Rp10,3 Miliar

Nasional

AICIS+ 2025 Umumkan 234 Abstrak Terpilih dari 2.434 Pengajuan

Daerah

Penanganan Bencana Aceh, Wagub Dorong Peran BUMN Bangun Huntara Ramah Anak

Nasional

Kemenag Cairkan Insentif untuk 670 Dosen Ma’had Aly Tahun 2025