Banda Aceh – Mengetahui pentingnya menjaga keamanan data pribadi belum tentu membuat seseorang menerapkannya dalam aktivitas digital sehari-hari. Kebiasaan berbagi kata sandi (password), menyimpan akses akun pada perangkat bersama, hingga membiarkan akun tetap terbuka masih menjadi perilaku yang berisiko terhadap keamanan informasi.
Kepala Bidang E-Government Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Kota Banda Aceh, Asna Mardhia, mengatakan persoalan keamanan digital tidak selalu berkaitan dengan kurangnya pengetahuan masyarakat. Namun, kesadaran untuk menerapkan kebiasaan aman dalam menggunakan teknologi juga menjadi hal penting.
Menurutnya, seseorang bisa saja sudah mengetahui risiko membagikan kata sandi atau meninggalkan akun dalam keadaan aktif. Namun, karena merasa belum pernah mengalami penyalahgunaan data, kebiasaan tersebut tetap dilakukan.
“Kurang aware ya, bukan kurang pemahaman. Mungkin dia tahu, tetapi kadang-kadang malas pada saat menerapkan. Kita tahu dan pernah mendengar, tetapi karena belum mengalami sendiri, akhirnya menganggap hal itu tidak akan terjadi,” kata Asna, Senin (2/11/2026).
Ia mengungkapkan, berdasarkan wawancara yang pernah dilakukan Diskominfotik terhadap sumber daya manusia (SDM) di lingkungan Pemerintah Kota Banda Aceh, tingkat kesadaran keamanan informasi masih tergolong rendah.
Kebiasaan berbagi password dan menyimpan kata sandi secara otomatis pada perangkat yang digunakan bersama menjadi persoalan yang paling sering ditemukan.
Selain itu, pengguna juga kerap meninggalkan perangkat dalam keadaan akun masih aktif, seperti ketika meninggalkan ponsel di meja kafe tanpa menutup akses WhatsApp.
Asna menilai, kebiasaan tersebut perlu mendapat perhatian karena keamanan informasi tidak hanya bergantung pada sistem digital, tetapi juga perilaku pengguna dalam menjaga kerahasiaan data.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar berhati-hati ketika menyerahkan dokumen identitas kepada orang lain, termasuk Kartu Tanda Penduduk (KTP) untuk membantu mengakses layanan digital. Data tersebut berpotensi disalahgunakan apabila tidak dijaga dengan baik.
Karena itu, edukasi keamanan informasi perlu terus dilakukan agar masyarakat tidak hanya mengetahui risiko kebocoran data, tetapi juga menerapkan langkah perlindungan dalam kehidupan sehari-hari.
Masyarakat diharapkan lebih disiplin menjaga kata sandi, membatasi akses terhadap akun pribadi, serta berhati-hati dalam membagikan informasi dan dokumen identitas kepada pihak lain. “Kita upayakan terus memberikan edukasi,” ujarnya. (Adv)
Editor: Dahlan











