Home / Nasional / Pemerintah

Sabtu, 24 Januari 2026 - 16:40 WIB

Tinjau Lokasi Bencana di Aceh Tamiang, Mendagri Puji Peran Ketua TP PKK Aceh

mm Tiara Ayu Juneva

Ketua TP PKK Aceh Marlina Muzakir, bersama Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah dan Staf Ahli TP PKK Aceh Mukarramah Fadhlullah, mendampingi Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, selaku Ketua Satgas Rehabilitasi Pasca Bencana Sumatera bersama Ketua TP PKK Pusat Tri Tito Karnavian, saat berkunjung dan menyalurkan bantuan ke Kampung Batang Ara Kecamatan Bandar Pusaka, Jum’at (23/1/2026). Foto: Dok. Biro Adpim Setda Aceh

Ketua TP PKK Aceh Marlina Muzakir, bersama Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah dan Staf Ahli TP PKK Aceh Mukarramah Fadhlullah, mendampingi Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, selaku Ketua Satgas Rehabilitasi Pasca Bencana Sumatera bersama Ketua TP PKK Pusat Tri Tito Karnavian, saat berkunjung dan menyalurkan bantuan ke Kampung Batang Ara Kecamatan Bandar Pusaka, Jum’at (23/1/2026). Foto: Dok. Biro Adpim Setda Aceh

Aceh Tamiang – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian selaku Ketua Satuan Tugas (Satgas) Rehabilitasi Pascabencana Sumatera menyampaikan apresiasi atas kerja cepat Ketua TP PKK Aceh, Marlina Muzakir, dalam masa tanggap darurat pascabencana di Aceh.

Apresiasi tersebut disampaikan Mendagri saat bertemu langsung dengan Marlina Muzakir yang akrab disapa Kak Ana, di Kampung Batang Ara, Kecamatan Bandar Pusaka, Kabupaten Aceh Tamiang, Jumat (23/1/2025).

Pertemuan tersebut berlangsung di sela kunjungan Ketua Umum TP PKK Pusat, Tri Tito Karnavian, yang juga merupakan istri Mendagri, dalam rangka menyalurkan bantuan dan menyapa masyarakat terdampak bencana.

“Apresiasi kami sampaikan kepada Ibu Ana selaku Ketua TP PKK Aceh atas kerja-kerja cepatnya dalam upaya tanggap darurat. Apresiasi juga kami sampaikan kepada Pak Wakil Gubernur, istri Wakil Gubernur, serta istri Sekda Aceh yang turut hadir mendampingi kunjungan kerja Ketua Umum TP PKK Pusat hari ini,” ujar Tito.

Ia menjelaskan, kehadirannya di Kampung Batang Ara merupakan kebetulan karena tidak berada dalam satu rombongan dengan Ketua Umum TP PKK Pusat.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Dorong Pemerataan Layanan Kesehatan, Targetkan 20 Juta Siswa Ikut Cek Kesehatan Gratis

“Kami tidak satu rombongan, ini kebetulan bertemu di sini. Padahal saya sudah sampaikan bahwa Kampung Batang Ara ini cukup jauh, tetapi istri saya tetap ingin datang untuk bersilaturahmi dan mengantarkan bantuan langsung kepada masyarakat,” ungkap Tito, disambut tepuk tangan warga.

Dalam kesempatan tersebut, Mendagri juga menyampaikan rasa prihatin atas musibah yang menimpa masyarakat Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

“Kami berharap kunjungan ini dapat menjadi penyemangat bagi bapak dan ibu semua untuk bangkit. Insya Allah, bersama-sama kita bisa bangkit,” ucapnya menyemangati warga.

Sebelumnya, Ketua TP PKK Aceh bersama Staf Ahli TP PKK Aceh Mukarramah Fadhlullah dan Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Aceh Malahayati, mendampingi Ketua Umum TP PKK Pusat mengunjungi Kampung Sunting, Kecamatan Bandar Pusaka.

Ketua TP PKK Aceh Marlina Muzakir menjelaskan, kunjungan TP PKK Pusat ke Aceh sebenarnya telah diagendakan sejak lama, namun baru dapat terlaksana karena berbagai kendala, termasuk akses ke lokasi bencana.

Baca Juga :  Jalan Nasional di Aceh Selatan Terdampak Banjir, BPJN Pastikan Tetap Bisa Dilalui

“Sudah lama Ibu Ketua Umum mengagendakan kunjungan ke Aceh, namun baru terlaksana hari ini untuk bersilaturahmi sekaligus menyalurkan bantuan langsung kepada warga terdampak,” ujar Kak Ana.

Ia menambahkan, kehadiran Ketua Umum TP PKK Pusat membawa dampak psikologis positif bagi masyarakat, khususnya anak-anak dan kaum ibu.

“Alhamdulillah, Ibu Ketua Umum hadir langsung menyapa warga, memberikan permainan ringan untuk trauma healing anak-anak, serta membagikan tas sekolah lengkap dengan alat tulis. Kaum ibu juga menerima bantuan kompor gas satu tungku dan sejumlah bantuan lainnya,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Umum TP PKK Pusat Tri Tito Karnavian dalam sambutannya menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat karena baru dapat berkunjung ke Kampung Sunting pada hari tersebut.

“Kami mohon maaf karena baru hari ini bisa berkunjung. Kondisi akses yang sulit akibat bencana sempat menghambat kami. Alhamdulillah, hari ini kita bisa bersilaturahmi langsung,” ujarnya.

Baca Juga :  Wamenag Serahkan Santunan untuk Keluarga Petugas Haji Wafat

Tri Tito juga mengajak masyarakat untuk tetap bersabar menghadapi musibah yang terjadi.

“Kami memahami perasaan bapak dan ibu yang harus kehilangan rumah yang dibangun bertahun-tahun, namun habis dalam waktu singkat akibat banjir. Pemerintah terus melakukan penanganan dan pendataan yang tentu membutuhkan waktu,” katanya.

Pada kesempatan itu, Tri Tito turut mengapresiasi kerja cepat jajaran Pemerintah Aceh dan TP PKK Aceh selama masa tanggap darurat.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Ibu Ana, Pak Wakil Gubernur beserta istri, dan Ketua DWP Aceh atas kerja-kerja cepat dan luar biasa selama masa tanggap darurat,” ujarnya.

Terkait bantuan yang disalurkan, Tri Tito berharap dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh masyarakat terdampak.

“Jangan dilihat dari nilainya, tetapi inilah wujud kepedulian dan semangat kami untuk sedikit meringankan beban bapak dan ibu,” pungkasnya.

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Nasional

Menag Jenguk Korban Robohnya Majelis Taklim di Bogor, Salurkan Bantuan Rp150 Juta

Daerah

Wali Kota Banda Aceh Luncurkan Dua Mobil Patroli Baru Satpol PP/WH dari DOKA 2025

Nasional

Istri Gubernur Aceh Raih AMKI Kartini Award 2026: Terima Kasih Suamiku

Pemerintah

Kuasa Hukum Anita mengirim Surat Klarifikasi kepada Pansel JPTP Aceh soal Gugurnya Kliennya Tanpa Keputusan Resmi

Hukrim

Dilimpahkan ke Kejari Jakpus, 9 Tersangka Korupsi Pertamina Segera Disidang

Aceh Barat

Pemkab Aceh Barat Gelar Advokasi dan Sosialisasi PUG, Sekda: Pembangunan Harus Adil bagi Perempuan dan Laki-laki

Aceh Barat

Tarmizi: Jika Tidak Beroperasi, Perusahaan di Aceh Barat Akan Dicabut Izinnya dan Diganti Investor Baru

Advertorial

10 Ribu Lebih Anak di Banda Aceh Belum Miliki KIA, Disdukcapil Gencar Masuk ke Sekolah-Sekolah