Aceh Selatan — Banjir kembali melanda sejumlah titik di ruas Jalan Nasional Bakongan (Km 510) hingga Batas Aceh Selatan–Subulussalam pada Kamis (25/12/2025). Akibatnya, arus lalu lintas di wilayah Kecamatan Trumon Tengah dan Trumon Timur sempat mengalami kemacetan.
Berdasarkan laporan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh melalui Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Satker PJN) Wilayah II Provinsi Aceh, banjir terjadi akibat curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Aceh Selatan sejak sore hingga malam hari.
Adapun titik-titik banjir berada di Desa Pulo Paya (STA 20+200) dan Desa Ladang Rimba (STA 22+400) di Kecamatan Trumon Tengah, serta Desa Jambo Dalem (STA 39+850) di Kecamatan Trumon Timur. Ketinggian genangan air dilaporkan mencapai 40 hingga 60 sentimeter, sehingga menghambat pergerakan kendaraan.
Kasatker PJN Wilayah II Provinsi Aceh, Akbar Hikmi, S.T., M.T., dalam keterangan tertulis kepada media, pada Kamis 25 Desember 2025, mengatakan bahwa genangan air menyebabkan arus lalu lintas di ruas jalan nasional tersebut sempat tersendat.

“Pada pukul 19.00 WIB, arus lalu lintas mengalami kemacetan akibat genangan air dan material sedimen di badan jalan. Namun petugas kami langsung melakukan pemantauan dan pengaturan lalu lintas di lapangan,” ujar Akbar Hikmi dalam keterangannya.
Ia menjelaskan, berdasarkan pemantauan terakhir pada pukul 21.30 WIB, kondisi debit air mulai berangsur surut. Kendati demikian, masih terdapat sedimen tanah setebal sekitar 20 hingga 30 sentimeter di beberapa bagian badan jalan.
“Untuk menjaga keselamatan pengguna jalan, saat ini lalu lintas diberlakukan sistem satu arah dengan pola buka tutup hingga pembersihan sedimen selesai dilakukan,” jelasnya.
Akbar Hikmi memastikan, tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa banjir tersebut. BPJN Aceh melalui Satker PJN Wilayah II terus melakukan koordinasi dan kesiapsiagaan guna memastikan ruas jalan nasional tetap fungsional dan aman dilalui masyarakat.
“Kami mengimbau pengguna jalan agar tetap berhati-hati, mengikuti arahan petugas di lapangan, serta memperhatikan kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan,” tambahnya.
BPJN Aceh menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pemantauan dan penanganan cepat terhadap dampak bencana, demi menjaga konektivitas dan kelancaran mobilitas masyarakat di wilayah Aceh Selatan dan sekitarnya. (Adv)
Editor: Dahlan












