Home / Nasional

Sabtu, 27 Desember 2025 - 18:43 WIB

Jalan Nasional di Aceh Selatan Terdampak Banjir, BPJN Pastikan Tetap Bisa Dilalui

mm Tiara Ayu Juneva

Banjir menggenangi ruas Jalan Nasional Bakongan (Km 510)–Batas Aceh Selatan/Subulussalam, Kamis (25/12/2025), menyebabkan arus lalu lintas di Kecamatan Trumon Tengah dan Trumon Timur sempat mengalami kemacetan. Foto: Dok. BPJN Aceh

Banjir menggenangi ruas Jalan Nasional Bakongan (Km 510)–Batas Aceh Selatan/Subulussalam, Kamis (25/12/2025), menyebabkan arus lalu lintas di Kecamatan Trumon Tengah dan Trumon Timur sempat mengalami kemacetan. Foto: Dok. BPJN Aceh

Aceh Selatan — Banjir kembali melanda sejumlah titik di ruas Jalan Nasional Bakongan (Km 510) hingga Batas Aceh Selatan–Subulussalam pada Kamis (25/12/2025). Akibatnya, arus lalu lintas di wilayah Kecamatan Trumon Tengah dan Trumon Timur sempat mengalami kemacetan.

Berdasarkan laporan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh melalui Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Satker PJN) Wilayah II Provinsi Aceh, banjir terjadi akibat curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Aceh Selatan sejak sore hingga malam hari.

Adapun titik-titik banjir berada di Desa Pulo Paya (STA 20+200) dan Desa Ladang Rimba (STA 22+400) di Kecamatan Trumon Tengah, serta Desa Jambo Dalem (STA 39+850) di Kecamatan Trumon Timur. Ketinggian genangan air dilaporkan mencapai 40 hingga 60 sentimeter, sehingga menghambat pergerakan kendaraan.

Baca Juga :  Menag Nasaruddin Umar Tekankan Cinta & Kerukunan di Vatikan

Kasatker PJN Wilayah II Provinsi Aceh, Akbar Hikmi, S.T., M.T., dalam keterangan tertulis kepada media, pada Kamis 25 Desember 2025, mengatakan bahwa genangan air menyebabkan arus lalu lintas di ruas jalan nasional tersebut sempat tersendat.

Banjir menggenangi ruas Jalan Nasional Bakongan (Km 510)–Batas Aceh Selatan/Subulussalam, Kamis (25/12/2025), menyebabkan arus lalu lintas di Kecamatan Trumon Tengah dan Trumon Timur sempat mengalami kemacetan. Foto: Dok. BPJN Aceh

“Pada pukul 19.00 WIB, arus lalu lintas mengalami kemacetan akibat genangan air dan material sedimen di badan jalan. Namun petugas kami langsung melakukan pemantauan dan pengaturan lalu lintas di lapangan,” ujar Akbar Hikmi dalam keterangannya.

Baca Juga :  Wapres Gibran Minta Program Lapor Mas Wapres Terus Disempurnakan agar Birokrasi Lebih Cepat dan Adaptif

Ia menjelaskan, berdasarkan pemantauan terakhir pada pukul 21.30 WIB, kondisi debit air mulai berangsur surut. Kendati demikian, masih terdapat sedimen tanah setebal sekitar 20 hingga 30 sentimeter di beberapa bagian badan jalan.

“Untuk menjaga keselamatan pengguna jalan, saat ini lalu lintas diberlakukan sistem satu arah dengan pola buka tutup hingga pembersihan sedimen selesai dilakukan,” jelasnya.

Baca Juga :  Menag: Kampus Jangan Jadi Arena Politik Kepentingan

Akbar Hikmi memastikan, tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa banjir tersebut. BPJN Aceh melalui Satker PJN Wilayah II terus melakukan koordinasi dan kesiapsiagaan guna memastikan ruas jalan nasional tetap fungsional dan aman dilalui masyarakat.

“Kami mengimbau pengguna jalan agar tetap berhati-hati, mengikuti arahan petugas di lapangan, serta memperhatikan kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan,” tambahnya.

BPJN Aceh menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pemantauan dan penanganan cepat terhadap dampak bencana, demi menjaga konektivitas dan kelancaran mobilitas masyarakat di wilayah Aceh Selatan dan sekitarnya. (Adv)

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Nasional

Hindu Berjapa untuk Indonesia Damai, Ribuan Umat Ikuti Doa Bersama

Nasional

Pemerintah Resmi Teken DIM RUU KUHAP, Siap Dibawa ke DPR

Nasional

Umat Buddha Cetak Rekor MURI, Menag: Momentum Rajut Indonesia Harmoni

Nasional

Wamenhan dan Kabasarnas Bahas Sinergi Penanganan Darurat Nasional

Nasional

Menag: 80 Pesantren Butuh Perhatian Terkait Struktur Bangunan

Nasional

Presiden Prabowo Kunjungi Singapura, Bahas Kerja Sama Strategis

Nasional

Menag Nasaruddin Umar Serahkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Pura di Bali

Nasional

Psikiater Mintarsih Ungkap Kalau Pulau Dijual, Masyarakat Akan Tambah Miskin