Aceh – Sebuah laporan dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang diterima pihak kepolisian di Aceh berujung haru. Seorang ibu yang awalnya mengaku menjadi korban KDRT, ternyata hanya membutuhkan bantuan karena mengalami kelaparan.
Peristiwa ini bermula ketika ibu tersebut menghubungi layanan kepolisian dan menyampaikan bahwa dirinya menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga. Mendapat laporan tersebut, petugas langsung merespons cepat dengan mendatangi lokasi yang dimaksud guna memastikan kondisi korban.
Setibanya di lokasi, petugas tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan seperti yang dilaporkan. Setelah melakukan komunikasi dan pendekatan secara persuasif, terungkap bahwa ibu tersebut sebenarnya sedang mengalami kesulitan ekonomi dan belum makan.
Dalam kondisi terdesak, ia mengaku terpaksa menyampaikan laporan KDRT agar mendapatkan perhatian dan pertolongan. Ia berharap ada pihak yang datang dan bisa membantunya memenuhi kebutuhan dasar.
Mengetahui kondisi tersebut, petugas kepolisian menunjukkan sisi humanis dengan memberikan bantuan makanan dan kebutuhan pokok kepada ibu tersebut. Bantuan itu diberikan sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang sedang mengalami kesulitan.
Peristiwa ini menjadi gambaran nyata bahwa masih ada masyarakat yang hidup dalam kondisi serba kekurangan dan membutuhkan perhatian lebih. Di sisi lain, respons cepat dan pendekatan humanis dari aparat kepolisian juga mendapat apresiasi.
Kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak menyalahgunakan layanan darurat, namun tetap membuka ruang bagi siapa saja yang membutuhkan bantuan. Selain itu, masyarakat juga diharapkan lebih peduli terhadap lingkungan sekitar agar kejadian serupa dapat dicegah.
Editor: Dahlan











