Home / Daerah

Sabtu, 25 April 2026 - 14:03 WIB

Wakil Ketua DPRK: HUT Banda Aceh Harus Jadi Ajang Evaluasi dan Perbaikan Pembangunan Kota

mm Redaksi

Wakil Ketua DPRK Banda Aceh, Daniel Abdul Wahab, mengenakan busana adat Aceh saat menghadiri rangkaian peringatan HUT Kota Banda Aceh, Rabu (22/4/2026). Foto: Dok. Istimewa

Wakil Ketua DPRK Banda Aceh, Daniel Abdul Wahab, mengenakan busana adat Aceh saat menghadiri rangkaian peringatan HUT Kota Banda Aceh, Rabu (22/4/2026). Foto: Dok. Istimewa

Banda Aceh – Wakil Ketua DPRK Banda Aceh, Daniel Abdul Wahab, menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Banda Aceh harus menjadi momentum penting untuk refleksi sekaligus evaluasi menyeluruh terhadap arah pembangunan kota.

Hal tersebut disampaikan Daniel usai mengikuti rangkaian kegiatan HUT Kota Banda Aceh, Rabu (22/4/2026).

Menurutnya, perjalanan panjang Banda Aceh sebagai kota bersejarah harus terus dijaga melalui kebijakan pembangunan yang adil, merata, dan berpihak kepada masyarakat.

Baca Juga :  Posko Tanggap Darurat Minta Tarif Transportasi ke Aceh Tidak Melonjak di Tengah Bencana

“HUT Banda Aceh harus menjadi momen evaluasi. Apa yang sudah berhasil harus dilanjutkan, dan yang belum harus berani kita perbaiki demi kepentingan rakyat,” ujarnya.

Secara historis, Banda Aceh yang dahulu dikenal sebagai Kutaraja merupakan pusat Kesultanan Aceh Darussalam serta menjadi simpul penting perdagangan dan keilmuan Islam di Asia Tenggara. Identitas tersebut masih kuat hingga saat ini, salah satunya tercermin melalui keberadaan Masjid Raya Baiturrahman sebagai ikon kota.

Baca Juga :  Pemko Makassar Salurkan Bantuan Rp500 Juta untuk Korban Banjir di Aceh

Selain itu, Banda Aceh juga pernah menjadi saksi tragedi kemanusiaan besar saat tsunami Aceh tahun 2004. Dari peristiwa tersebut, kota ini mampu bangkit dan kini dikenal sebagai simbol ketangguhan serta keberhasilan proses rekonstruksi.

“Sejarah panjang ini harus menjadi pijakan kita. Banda Aceh bukan sekadar kota pemerintahan, tetapi juga kota peradaban dengan nilai dan identitas yang kuat,” tegas Daniel.

Baca Juga :  Aceh Luncurkan SiJambang, Revolusi Digital Pelabuhan

Meski berbagai capaian pembangunan telah terlihat, Daniel menilai masih ada tantangan yang perlu diselesaikan, terutama dalam hal pemerataan pembangunan hingga ke tingkat gampong.

Ia menekankan bahwa pembangunan tidak boleh hanya terpusat di wilayah perkotaan, tetapi harus dirasakan langsung oleh masyarakat di seluruh wilayah Banda Aceh.

“Fokus ke depan adalah memastikan pembangunan benar-benar menyentuh masyarakat hingga ke tingkat gampong,” pungkasnya.

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Daerah

Kodam Iskandar Muda Bagikan 166 Paket Sarapan Gratis di Program Jumat Berkah

Daerah

FPRMI Aceh Bedah Potensi Jerat Pidana Produk Jurnalistik
Kapolda Aceh

Daerah

Kapolda Aceh Pastikan Program Makanan Bergizi Berjalan Baik

Daerah

Polres Simeulue Gelar Rapat Koordinasi LLAJ, Fokus Tekan Angka Kecelakaan

Daerah

Tahun Ajaran Baru Di Depan Mata, Para  Siswa Masih Bertahan  Di Dalam Tenda 

Daerah

Paskibra Kecamatan Bandar Sukses Tuntaskan Tugas HUT RI ke-81

Daerah

Polsek Muara Batu Tingkatkan Patroli Dialogis Malam Hari

Daerah

Bhabinkamtibmas Ajak Siswa MIN 09 Pondok Ulung Disiplin dan Anti-Bullying