Home / Nasional

Minggu, 1 November 2026 - 10:46 WIB

Safrizal ZA Raih Penghargaan Kepemimpinan Kolaboratif dalam Masa Kritis dari tvOne

mm Redaksi

Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri sekaligus Kaposko Wilayah Satgas PRR, Dr. Safrizal ZA, M.Si., menerima penghargaan Inovasi Membangun Negeri kategori Innovative Public Official Leader dengan predikat Kepemimpinan Kolaboratif dalam Masa Kritis dari tvOne, Sabtu (31/10/2026). Foto: Dok. Humas PRR Wilayah Aceh

Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri sekaligus Kaposko Wilayah Satgas PRR, Dr. Safrizal ZA, M.Si., menerima penghargaan Inovasi Membangun Negeri kategori Innovative Public Official Leader dengan predikat Kepemimpinan Kolaboratif dalam Masa Kritis dari tvOne, Sabtu (31/10/2026). Foto: Dok. Humas PRR Wilayah Aceh

Jakarta – Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sekaligus Kepala Pos Komando (Kaposko) Wilayah Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR), Dr. Safrizal ZA, M.Si., meraih penghargaan Inovasi Membangun Negeri dari tvOne.

Safrizal menerima penghargaan dalam kategori Innovative Public Official Leader dengan predikat Kepemimpinan Kolaboratif dalam Masa Kritis. Penghargaan tersebut diserahkan dalam acara yang disiarkan secara langsung oleh tvOne, Sabtu (31/10/2026).

Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas kepemimpinan dan kontribusi Safrizal dalam membangun koordinasi lintas sektor, memperkuat sinergi pemerintah pusat dan daerah, serta mendorong percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, khususnya di Aceh.

Dalam kapasitasnya sebagai Kaposko Wilayah Satgas PRR, Safrizal dinilai berperan dalam menggerakkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, TNI, Polri hingga elemen masyarakat untuk memastikan proses pemulihan berjalan terkoordinasi dan tepat sasaran.

Baca Juga :  34 Masjid Terima Stimulus Rp5,1 Miliar untuk Pemberdayaan

Safrizal mengatakan penghargaan tersebut bukan semata-mata pencapaian pribadi, melainkan bentuk pengakuan terhadap kerja kolektif seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan dan pemulihan pascabencana.

“Penghargaan ini bukan untuk saya pribadi, tetapi untuk seluruh pihak yang telah bekerja bersama, dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, hingga masyarakat dan relawan. Dalam situasi kritis, tidak ada satu institusi yang mampu bekerja sendiri. Kolaborasi adalah kunci untuk menghadirkan solusi dan mempercepat pemulihan masyarakat,” ujar Safrizal.

Baca Juga :  Simpati Lintas Budaya, 1.520 Penari Ratoh dari Berbagai Latar Belakang Galang Dana untuk Aceh di Jakarta

Menurutnya, tantangan terbesar dalam penanganan pascabencana bukan hanya menyangkut ketersediaan sumber daya, tetapi juga kemampuan menyatukan langkah, mempercepat pengambilan keputusan, serta memastikan setiap program memberikan manfaat nyata bagi masyarakat terdampak.

“Ketika masyarakat menghadapi situasi sulit, yang dibutuhkan bukan sekadar koordinasi di atas kertas, tetapi keputusan yang cepat, kerja yang terintegrasi, dan hasil yang benar-benar dirasakan. Kepemimpinan dalam masa kritis adalah kemampuan menyatukan berbagai kekuatan untuk mencapai tujuan bersama,” tegasnya.

Melalui Satgas PRR, koordinasi lintas sektor terus diperkuat, terutama dalam sinkronisasi program rehabilitasi dan rekonstruksi, identifikasi kebutuhan prioritas daerah, penyelesaian berbagai hambatan pelaksanaan, hingga percepatan realisasi dukungan pendanaan bagi wilayah terdampak.

Baca Juga :  Menag Apresiasi Peran DDII dalam Mengirim Da’i ke Pelosok Negeri

Safrizal juga menegaskan bahwa keberhasilan pemulihan pascabencana tidak semata-mata diukur dari pembangunan kembali infrastruktur yang rusak. Lebih dari itu, pemulihan harus mampu mengembalikan kualitas pelayanan publik, menggerakkan aktivitas ekonomi, serta memulihkan kehidupan sosial masyarakat.

Penghargaan Inovasi Membangun Negeri dari tvOne tersebut diharapkan menjadi motivasi untuk terus memperkuat kepemimpinan kolaboratif dalam penyelenggaraan pemerintahan, terutama menghadapi situasi krisis yang membutuhkan kecepatan, sinergi, dan komitmen berkelanjutan.

Bagi Aceh, penguatan koordinasi dan percepatan rehabilitasi serta rekonstruksi menjadi bagian penting dalam memastikan masyarakat terdampak bencana dapat segera bangkit dan kembali menjalani kehidupan secara normal. [*]

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Nasional

TNI AD Pamerkan Teknologi Anti-Drone dan Digital di Indo Defence 2025

Nasional

246 Ribu Rumah Terdampak Banjir dan Longsor, Wagub Aceh Desak Pemerintah Pusat Percepat Pembangunan Huntap

Ekbis

Bank Indonesia Perkuat Pemberantasan Uang Palsu, Rupiah Kini Jadi Salah Satu Mata Uang Paling Aman

Nasional

Mualem Temui Menparekraf, Bahas Rencana Pembentukan Badan Ekonomi Kreatif
STQH Nasional

Nasional

Qasidah Kolaborasi Meriahkan STQH Nasional XXVIII di Kendari

Daerah

Ganjil Genap Tetap Berlaku di Jakarta Saat Hari Bhayangkara Selasa 1 Juli 2025

Nasional

Wamenag: Islam dan Teknologi Harus Berjalan Beriringan

Nasional

APCAT Summit 2026 di Jakarta, Pemko Banda Aceh Dorong Kebijakan Kota Sehat Berbasis Kearifan Lokal