Home / Nasional

Rabu, 15 Oktober 2025 - 10:39 WIB

Qasidah Kolaborasi Meriahkan STQH Nasional XXVIII di Kendari

mm Redaksi

Seleksi Tilawatil Qur’an dan Musabaqah Hadis (STQH) Nasional XXVIII Tahun 2025 di Kendari menghadirkan Festival Seni Budaya Islam bertajuk Qasidah Kolaborasi. dok. Kemenag RI

Seleksi Tilawatil Qur’an dan Musabaqah Hadis (STQH) Nasional XXVIII Tahun 2025 di Kendari menghadirkan Festival Seni Budaya Islam bertajuk Qasidah Kolaborasi. dok. Kemenag RI

Kendari – Seleksi Tilawatil Qur’an dan Musabaqah Hadis (STQH) Nasional XXVIII Tahun 2025 menghadirkan Festival Seni Budaya Islam bertajuk Qasidah Kolaborasi pada 14–15 Oktober 2025, dengan registrasi pada 13 Oktober 2025. Festival dibuka Ketua Dewan Hakim, Muchlis M. Hanafi, pada Selasa (14/10/2025).

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian STQH Nasional dan diikuti peserta dari 34 provinsi seluruh Indonesia. Penjurian tingkat nasional dilakukan daring pada September 2025 dan menetapkan enam grup kasidah terbaik yang lolos ke Grand Final: Bismillah (Bali), El-Lazka (Jawa Barat), Hidayatul Ihsan (Kalimantan Tengah), MAN Satoe Voice (Jawa Timur), Kabupaten Tangerang (Banten), dan Syaf An-Nur (Sumatra Utara). Festival juga dimeriahkan oleh Grup Penampil Seni Kedaerahan Terbaik asal Sulawesi Tenggara.

Baca Juga :  Kemenag Cairkan Insentif untuk 670 Dosen Ma’had Aly Tahun 2025

Kasidah memiliki fungsi penting sebagai hiburan, dakwah, pendidikan, dan pelestarian budaya Islam. Plt. Direktur Penerangan Agama Islam, Ahmad Zayadi, menyatakan seni kasidah dapat menyampaikan pesan perdamaian, toleransi, dan moderasi beragama melalui syair dan musik yang mudah diterima masyarakat.

Baca Juga :  Penjualan Hewan Kurban Tahun 2025 Turun?

“Festival ini menjadi sarana untuk memperluas dakwah melalui seni yang sejuk dan membangun pesan moral di tengah masyarakat,” ujar Zayadi.

Kasubdit Seni Budaya dan Siaran Keagamaan Islam, Wida Sukmawati, menambahkan enam grup kasidah terbaik lolos ke Grand Final setelah melalui penilaian ketat, meliputi vokal, aransemen, penampilan, dan adab peserta.

Baca Juga :  Psikiater Mintarsih Ungkap Kalau Pulau Dijual, Masyarakat Akan Tambah Miskin

“Melalui festival ini, nilai-nilai keislaman dapat disampaikan secara kreatif dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Seni dan budaya tidak hanya hiburan, tetapi juga medium dakwah, penguatan identitas, dan memperkokoh moderasi beragama,” jelas Wida.

Lebih lanjut, Wida menekankan bahwa kasidah membawa pesan kedamaian, cinta kasih, dan keteladanan Nabi Muhammad saw, menjadi jembatan antara nilai spiritual dan kehidupan sosial masyarakat, serta menghadirkan harmoni antara agama dan budaya.***

Editor: RedaksiReporter: Redaksi

Share :

Baca Juga

Nasional

200 Dai Muda Terpilih Ikuti Pembinaan Kemenag, Siap Perkuat Moderasi Beragama

Nasional

Wali Kota Banda Aceh Terima Penghargaan Nasional atas Layanan Pendidikan Inklusif untuk Masyarakat Miskin

Nasional

Kemenag Dukung Program Cek Kesehatan Gratis Presiden Prabowo untuk 12,5 Juta Peserta Didik

Nasional

Sekjen Kemenag: Pejabat Baru Harus Tunjukkan Kapasitas, Loyalitas, dan Komitmen

Nasional

Pulau Dikembalikan, Terima Kasih Pak Prabowo

Nasional

Mualem Dorong Kejelasan Skema Rehabilitasi Pascabencana dalam Rakor Nasional di Kemendagri

Nasional

Empat Pulau Resmi Milik Aceh, Gubernur Siap Garap Potensi Migas
Menag Nasaruddin

Nasional

Menag Nasaruddin: Jaga Marwah Pesantren Benteng Moral Bangsa